Agama atau "dien" di dalam Bahasa Arab berarti aturan yang dipatuhi dan
dijadikan sebagai jalan hidup. Beragama, katakanlah beragama Islam, itu artinya
kita memilih dan menjadikan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasallam, sebagai pedoman atau jalan hidup yang kita tempuh dan kita
patuhi selama menjalani kehidupan di dunia ini. Kita patuhi segala aturan dan
ajarannya dengan penuh kesadaran, baik dalam kehidupan individu maupun dalam
kehidupan kolektif (masyarakat).
Memilih Islam sebagai jalan hidup itu
juga berarti kita rela dengan segala konsekwensinya, kita yakini dengan sepenuh
hati dan penuh kesadaran jiwa dan akal akan apa yang diperin tahkan kepada kita
untuk diyakini, dan kita laksanakan semua perintah-perintahnya dengan penuh
kesadaran pula, dan kita jauhi larang-larangnya dengan penuh keikhlasan dan
ketulusan hati kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Maka seorang muslim
yang baik adalah muslim yang selalu memelihara dan menjaga komitmennya kepada
keyakinannya, dan tetap berpegang teguh kepada pendirian dan keyakinannya
sebagaimana tercermin di dalam ajaran Islam yang ia anut, apa pun resikonya.
Itulah arti dari memilih Islam sebagai agama dan the way of life (jalan
kehidupan).
Berikut ini beberapa prinsip dasar yang harus tetap kita
yakini dan kita pelihara di tengah dahsyatnya kecamuk golombang pemikiran yang
sesat dan menyesatkan yang dihembuskan oleh sekelompok orang yang tergabung
dalam lingkaran syetan JIL (Jaringan Islam Liberal), pengusung faham Islam
Inklusif atau pun Pluralisme, mereka berkeyakinan, bahwa semua agama adalah
sama, tidak boleh mengatakan agama sendiri (Islam) yang benar, sebab semuanya
adalah benar, semua menuju Tuhan, hanya penamaan Tuhan dan cara beribadahnya
saja yang berbeda. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam,
mudah-mudahan kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh syubhat/kerancuan
yang mereka lontarkan, insya Allah.
Prinsip-prinsip dasar yang dimaksud
yakni: