17 Dec 2013

5 Prinsip dalam Menyikapi Faham Islam Liberal


Agama atau "dien" di dalam Bahasa Arab berarti aturan yang dipatuhi dan dijadikan sebagai jalan hidup. Beragama, katakanlah beragama Islam, itu artinya kita memilih dan menjadikan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasallam, sebagai pedoman atau jalan hidup yang kita tempuh dan kita patuhi selama menjalani kehidupan di dunia ini. Kita patuhi segala aturan dan ajarannya dengan penuh kesadaran, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan kolektif (masyarakat). 

Memilih Islam sebagai jalan hidup itu juga berarti kita rela dengan segala konsekwensinya, kita yakini dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran jiwa dan akal akan apa yang diperin tahkan kepada kita untuk diyakini, dan kita laksanakan semua perintah-perintahnya dengan penuh kesadaran pula, dan kita jauhi larang-larangnya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hati kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. 

Maka seorang muslim yang baik adalah muslim yang selalu memelihara dan menjaga komitmennya kepada keyakinannya, dan tetap berpegang teguh kepada pendirian dan keyakinannya sebagaimana tercermin di dalam ajaran Islam yang ia anut, apa pun resikonya. Itulah arti dari memilih Islam sebagai agama dan the way of life (jalan kehidupan). 

Berikut ini beberapa prinsip dasar yang harus tetap kita yakini dan kita pelihara di tengah dahsyatnya kecamuk golombang pemikiran yang sesat dan menyesatkan yang dihembuskan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam lingkaran syetan JIL (Jaringan Islam Liberal), pengusung faham Islam Inklusif atau pun Pluralisme, mereka berkeyakinan, bahwa semua agama adalah sama, tidak boleh mengatakan agama sendiri (Islam) yang benar, sebab semuanya adalah benar, semua menuju Tuhan, hanya penamaan Tuhan dan cara beribadahnya saja yang berbeda. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar agama Islam, mudah-mudahan kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh syubhat/kerancuan yang mereka lontarkan, insya Allah. 

Prinsip-prinsip dasar yang dimaksud yakni: 

Dan Biarkan Air Mata Itu Menetes


KotaSantri.com - Menitik air mata, mengalir membasahi pipi. Jernih bagaikan butiran embun pagi yang berkilauan diterpa sinar mentari. Menghanyutkan rasa karena kedukaan, hati pun menjadi lara akan kesedihan. Lalu mata meluapkan derai tangisan, hingga tercipta nelangsa yang luruh dalam kedukaan. 

Air mata kadang bercerita akan indahnya kisah cinta dan bahagia. Namun tak jarang tercurah dan hanyut dalam sedu sedan penyesalan belaka. Karenanya, betapa banyak untaian kisah yang tercipta dari tetesannya. 

Air mata pun kadang menetes karena pelajaran akan sebuah makna ketegaran jiwa. 

Hirotada Ototake, seorang pria yang lahir tanpa kaki dan tangan, darinya kita bisa belajar tentang makna tegar dalam kehidupan. Ia mengisahkan dalam buku Gotan Fumanzoku tentang kesanggupannya menamatkan studi di Universitas Waseda dan pernah menjadi presenter berita olahraga di televisi. 

Ketegaran air mata pun pernah berkisah tentang Mitsuyo Ohira dalam bukunya Dakara Anata mo Ikinuite. Ohira san adalah seorang wanita yang menjadi sasaran olok-olok ketika duduk di sekolah menengah. Ia pernah mencoba bunuh diri ketika remaja, menikah dengan seorang gangster pada usia enam belas tahun, bercerai, namun kemudian berhasil bangkit dari masa lalunya dan kini menjadi pengacara. 

Kisah-kisah itu menceritakan ketegaran yang menguras air mata. 

Air mata ibarat hujan yang jatuh dari langit pada lahan hati yang tandus, gersang dan kering kerontang. Tetesannya melunakkan hati dan jiwa yang keras membatu, lalu menciptakan rasa empati dan peka terhadap ciptaan-Nya. 

Adakah Konsep yang Lebih Indah dari Ini ?


"Tolong katakan, jika menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan bagian iman, bagaimana mungkin Islam memerintahkan pemeluknya untuk mengganggu orang lain, melakukan teror, pembunuhan, pengrusakan dan peledakan?"
Dikutip dari majalah As-sunnah

eramuslim - Tanggung jawab kita sebagai seorang muslim yang berdomisili di negeri bermayoritas non muslim saya rasa berbeda kadarnya dengan teman-teman kita di tanah air. Rasanya ingin sekali meluruskan beberapa persepsi-persepsi yang salah baik yang dimiliki oleh born muslim, maupun oleh non muslim tentang agama ini. Sayangnya saya tidak selalu punya kemampuan untuk itu.

Islam sangat sempurna. Sungguh!
Belum percaya? Masa?
Ayo kenalan dulu jika begitu....

Ustadz bilang, jika ada keraguan tentang agama ini, tanyakanlah pada ulama yang benar-benar paham dan kompeten. Don’t doubt Islam, but doubt your knowledge. Islam adalah the way of life yang sangat sempurna. Tapi tidak demikian halnya dengan orang-orangnya. Apa yang dilakukan oleh seorang muslim, tidak berarti demikianlah yang diajarkan dalam Islam. Apa yang berbau arab, tidak menjamin bahwa itu tuntutan agama Islam. Jika ada yang merusak tempat-tempat umum atas nama Islam, justru kita harus mempertanyakan lagi tentang pemahamannya. Kecuali orang-orang yang berjuang mempertahankan keutuhan bangsa dan negerinya. Itu lain persoalan.

Bahkan Rasululllah, sosok paling mulia ini, masih menjalin silaturahmi dengan orang yang setiap hari melempari beliau dengan kotoran. Sungguh! Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya untuk men-dzalimi orang lain di sekitarnya.

14 Dec 2013

Batas Antara Lautan (Bukti Kebesaran Allah)

Para ahli kelautan, setelah melalui kemajuan ilmu pengetahuan, telah dapat menyingkap adanya batas antara lautan. Mereka menemukan bahwa ada pemisah antara setiap lautan, pemisah itu bergerak di antara dua lautan dan dinamakan dengan front (jabhah) dianalogikan dengan front yang memisahkan antara dua pasukan. Dengan adanya pemisah ini setiap lautan memelihara karakteristiknya sehingga sesuai dengan makhluk hidup yang tinggal di lingkungan itu.

Meskipun ada pemisah ini, dua lautan tetap bisa bercampur secara lambat yang membuat jumlah air laut yang menyeberang dari laut satu ke laut yang lain mendapatkan karakteristik lautan tempat air itu menuju, melalui pemisah yang bekerja mengaduk air yang lewat dari laut ke laut yang lain. Dengan demikian setiap lautan tetap memelihara karakteristiknya.

Banyak tahapan yang telah dilalui ilmu pengetahuan manusia untuk mengetahui sifat-sifat air laut, di antaranya tentang batas-batas laut.

Pada tahun 1873M/1283H para ilmuwan dari tim peneliti Inggris, dalam ekspedisi laut Challenger, menemukan adanya perbedaan di antara sampel-sampel air laut yang diambil dari berbagai lautan. Dari situ manusia mengatahui bahwa air laut berbeda-beda kondisinya satu dengan yang lain, dalam hal kadar garam, temperatur, berat jenis, dan jenis biota lautnya.

10 Dec 2013

Baghdad, Kota Dengan Sejarah Panjang


Baghdad mempunyai sejarah yang panjang dalam Islam. Baghdad diberi julukan sebagai Madinatus Salam atau kota perdamaian dan dijadikan sebagai ibukota kekhalifahan Islam Bani Abbasiyah. Adalah Harun Al Rasyid yang berhasil membawa Baghdad menjadi kota yang makmur. Beliau membawa Baghdad mengalami masa keemasan sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan dunia Islam. Begitu pula ketika khalifah dipegang oleh Al Ma'mun, seni literatur, teologi, filosofi, matematika, dan ilmu pengetahuan lainnya mengalami masa kejayaan di kota Baghdad. Perlu dicatat bahwa Al Khwarizmi peletak dasar aljabar dalam matematika berasal dari Baghdad. Baghdad pun menjadi pusat ilmu pengetahuan dalam dunia Islam.

Pada sekitar abad ke tujuh Hijriyah, terjadilah invasi besar-besaran dari bangsa Mongol. Kita tahu bahwa Mongol dengan pemimpinnya Genghis Khan akhirnya berhasil menguasai hampir sebagian besar Asia dan Eropa. Tidak terkecuali juga kekhalifahan Islam. Baghdad sebagai kota terbesar dan pusat dunia Islam menjadi target invasi pertama bangsa Mongol. Diutuslah Hulagu Khan, cucu dari Genghis Khan untuk menginvasi Baghdad. Khalifah di Baghdad waktu itu adalah Al Musta'sim, yang sudah siap untuk melawan bangsa Mongol demi mempertahankan kota Baghdad.

Akan tetapi penasihat khalifah memberikan saran agar mengadakan perjanjian damai dengan Mongol, sebenarnya penasihat khalifah tersebut berkonspirasi dengan Mongol agar ia bisa dijadikan khalifah selanjutnya. Untuk menghindari jatuh korban, Al Musta'sim menyetujui dan menemui Hulagu di luar kota Baghdad.

9 Dec 2013

Pahlawan Neraka

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat. 
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. 

Kala Menghadap Rabb-ku, Siapkah Aku ?

Hari sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB, ada yang masih harus kukerjakan sebetulnya, namun karena besok pagi aku harus mengajar, akhirnya dengan berat hati, aku shut down juga GTC Mileniaku. 

Aku langsung tidur ternyata tidak, aku harus mempersiapkan bahan mengajar besok pagi. Kubuka Basic Financial Managemen-nya Athur Keown, lambat kubaca mengenai bond and stock. Awal-awalnya mataku masih bisa diajak kompromi, tapi karena keletihan bergumul dengan waktu dari pagi hingga sore hari kemaren, pertahanan fisikkupun roboh.

Kulirik jam tua yang bergantung di dinding, ah sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, aku letih sekali, aku tidak bisa meneruskan bacaanku, sebaiknya aku tidur… Namun perang batin mulia berkobar dalam hati dan kantukku, hati yang satu mengatakan, “Jangan tidur dulu, kamu belum memahami betul materi besok pagi, apa yang akan kamu ajarkan besok, bagaimana kalau mahasiswa bertanya, apakah kamu siap menjawabnya, mengajar adalah amanah dari Allah loh”.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...