12 Sept 2012

Berawal Dari Mimpi


Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin (Imam Asy Syahid Hasan Al Banna)

Sahabatku…
Jika engkau mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama. Maka engkau akan temukan bahwa apa yang telah mereka ciptakan berawal dari mimpi.

Ketika aku mencari nama orang yang bisa mengenali dan menghidupkan impiannya, saya berpikir tentang visioner dan pioner mobil Henry Ford. Dia menyatakan, “Semua rahasia hidup yang berhasil adalah menemukan apa yang ditentukan nasib pada kita, dan kemudian melakukannya.”

Orang-orang lainnya berani bermimpi dan mereka sukses. Beethoven menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni, dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Charles Dickens dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria - meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin.

Rumah Fauzi Baadila Jadi Sekretariat Indonesia Tanpa JIL


Ahad, 9 September 2012, menjadi tanggal bersejarah bagi gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Pada tanggal tersebut digelar Silaturahim dan Halal Bihalal #IndonesiaTanpaJIL se-Jabodetabek. Yang lebih membanggakan lagi, acara tersebut juga sekaligus menjadi momen peresmian sekretariat #IndonesiaTanpaJIL di Jl. Utan Kayu no. 68B.

Yups, alamatnya tidak salah! Sekretariat #IndonesiaTanpaJIL kini terletak di Jl. Utan Kayu, yang seolah sudah menjadi identik dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) lantaran adanya Komunitas Utan Kayu di Jl. Utan Kayu 68H. Bahkan sebenarnya, sekretariat #IndonesiaTanpaJIL ini terletak PERSIS di hadapan komunitas tersebut. Inilah bukti bahwa #IndonesiaTanpaJIL tak pernah takut berhadapan langsung dengan JIL sekalipun.

Rumah yang dijadikan sekretariat adalah rumah milik Fauzi Baadilla. Aktor yang satu ini memang sudah lama menjadi pendukung #IndonesiaTanpaJIL. Meski ia tidak selalu bisa 'turun ke jalan' untuk membantu aksi-aksi #IndonesiaTanpaJIL, namun komunikasi selalu terjalin.
Dalam Acara tersebut juga hadir sastrawan senior indonesia, Taufik Ismail. beliau memberikan sambutan dan dukungan untuk gerakan #IndonesiaTanpaJIL.

Indonesia Damai Tanpa JIL: Sebelas Tahun JIL Menebar Sesat


 (VoA-Islam) – Sejak didirikan 11 tahun yang lalu (8 Meret 2001), Utan Kayu 68H memang menjadi markas JIL dan beberapa kelompok budaya, seni dan agama. Selain menjadi markas, Utan Kayu 68H juga menjadi center kegiatan kaum liberal selama 11 tahun.

Dari situlah para aktivis liberal menyebarluaskan pikiran-pikiran sesat dan nyelenehnya ke kalangan umat Islam Indonesia. Talkshow di Radio 68H itu kerap mengangkat tema-tema yang isinya banyak menggugat  syariat Islam. Termasuk milis dan website JIL yang banyak menggugat otentitas al-Qur’an yang menjadi kitab suci umat Islam di seluruh dunia.

Sebagian aktivis JIL melanjutkan studi ke luar negeri, sebut saja Ulil Abshar Abdalla melanjutkan studi ke Universitas Harvard-Amerika Serikat dan Boston University (gelar master), Nong Darol Mahmada ke Australia dan Luthfi Assyaukani ke Singapura. Berbagai diskusi dan seminar digelar JIL secara terbuka kepada masyarakat dan kalangan mahasiswa. Adalah Guntur Romli, aktivis JIL yang terlihat aktif sebagi moderator.

Meninggalkan Dusta, Diterima Kerja


Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan ke-Islamannya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malu atau perasaan ragu. Bahkan, tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan ke-Islaman itu.Suatu saat dia bercerita bahwa ada sebuah iklan lowongan kerja di sebuah instansi pemerintah yang kafir.

PBNU : Sertifikasi ulama langkah memalukan dan gagasan orang putus asa

Arrahmah.com


Ide Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang diketuai Ansyaad Mbai untuk mensertifikasi para ustadz dinilai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai langkah yang memalukan. PBNU merasa prihatin karena gelar ustad, guru ulama dan kiai adalah pemberian masyarakat, bukan anugerah dari pemerintah.

"Karena itu pemerintah tidak boleh mengintervensi predikat yang telah diberikan oleh masyarakat. Kalau dilakukan itu sama saja dengan intervensi ke wilayah civil society. Padahal, ide itu tidak akan menyelesaikan masalah dan itu gagasan orang yang putus asa," kata Slamet Effendy Yusuf pada wartawan di Jakarta, Senin (10/9) seperti dikutip dari JPNN.

Bahkan Slamet menyebut dasar pemikiran sertifikasi ustad itu sebagai ide fasis. Sebab, berangkat dari masalah terorisme lantas negara melakukan kontrol terhadap wilayah agama.

Tolonglah Kami..!!!

Teriakan bertalu-talu timbul dari seorang wanita usia muda .. Disusul kemudian lengkingan suara remaja putri yang berteriak dengan suara yang .. Semuanya menuntut dengan suara yang satu dan permintaan yang sama: “Di manakah kebahagiaan dan kesenangan itu? Di manakah ketenangan jiwa dan ketetapan hati itu?”

Kami terbawa oleh kesedihan dan tertimpa gundah gulana .. Tidur tak nyenyak disebabkan oleh banyaknya dosa yang menyelimuti langit-langit hati kami. Kami dikelilingi oleh syahwat yang membara, dan layar-layar TV membangkitakn rangsangan seks kami .. Sementara setitik iman masih tersisa dalam hati kami memanggil kalian .. Tolonglah kami!!

Ukhti Muslimah !! Kita hidup pada zaman di mana sarana informasi beraneka ragam banyaknya. Duniapun menyuarakan peradaban materi yang memenuhi tempat-tempat hiburan dan kesenangan .. Menjauhkan kebahagiaan dan mendekatkan kesengsaraan.

Liberalisme, Ideologi Impor Dari Barat


Dari Barat ke Dunia Islam
Liberalisme merupakan suatu paham yang timbul dan berkembang di dunia Barat. Paham ini mengusung paham-paham lain seperti paham relativisme. Paham relativisme adalah paham yang menganggap kebenaran itu relatif. Jadi tidak ada kebenaran absolut. Dari paham relativisme ini lahirlah paham pluralisme agama. Paham ini menganggap bahwa semua agama adalah benar dan tidak ada agama yang paling benar. Tidak ada agama yang berhak mengklaim mempunyai kebenaran absolut.

Nilai liberalisme juga tekandung dalam paham feminsme. Gerakan feminsme berasal dari doktrin equality (persamaan). Doktrin persamaan ini tidak hanya mencakup bidang sosial, tapi juga bidang seksual. Sehingga penganut faham ini sampai pada penghalalan lesbian atau homoseksual. Karena penganut faham ini beranggapan bahwa kepuasan seksual tidak tergantung pada lawan jenis. Sungguh ini sangat bertentangan dengan syari’at agama Islam.

Berbagai paham yang terkandung dalam ideologi liberalisme ini akan berdampak pada pendangkalan aqidah umat Islam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam hendaknya waspada akan bahaya yang merupakan musuh Islam terbesar saat ini yaitu sebuah ideologi yang berlabelkan “liberalisme”.

Beberapa Alamat Panti Asuhan Bengkulu

Berikut Daftar sementara yang saya peroleh untuk alamat panti asuhan yang ada di kota Bengkulu.

1.Panti Kasih Ibu (anak), Jl.Bali no.26 RTVI/2 Komp.Univ Muhammadiyah BKL.
2.Panti Asuhan Alfida (anak),Jl.Merawan RT.25 RW.7 Sawah Lebar BKL.
3.Panti Hidayatul Qomariah(anak) Jl.Sikamaji, Padang Serai, Kampung Melayu BKL.
4.Panti Asuhan Mardhatillah(anak)Jl. Halmahera No.5 RT.VII, Kel.Surabaya BKL.
5.Panti Asuhan Bunga Harapan(Anak),Jl.Batang Hari No.03, Padang Harapan BKL.
6.Panti Sosial Bina Remaja(anak & Remaja),Jl.Batang Hari No.02 Padang Harapan BKL.
7.Panti Asuhan Swasta Mandiri (anak),Jl. Syamsul Bahrun RT12 Bentiring BKL.
8.Panti Asuhan Tunas Harapan (anak),Jl. Batang Hari No 39 Kota BKL.
9.Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia(Peny.Cacat),Jl.Letkol Santoso RT.12 Pasar Melintang
Kota BKL.
10.Balai Pelayanan Penyantunan Lansia.(lansia),Jln.Adam Malik KM.9 Kota BKL,
11.Panti Asuhan Hidayatul Mubtadi'in(anak),jl.Rinjani, , Jembatan Kecil Kota BKL.
12.Panti Asuhan Bina Iman di Jln 2 jalur Padang Serai yg mengarah ke betungan.Sekitar 1 km dari
simpang Padang Serai di depan kantor KODIM.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...