Siapa sih yang tak mau di sanjung atau di puji?...
Pastilah semua orang menginginkannya dan merasa
senang apabila dirinya di sanjung dan di puji, asalkan sanjungan tersebut
sesuai dan tidak membuat seseorang lupa daratan. Sanjungan yang berlebihan
dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan tercela, sehingga ia menganggap
dirinya adalah yang paling hebat, sempurna, dan paling terhormat. Dengan
demikian, dia akan menilai bahwa derajat dan kehormatan seseorang itu di
tentukan oleh orang yang memuji. Hanya orang bodoh dan orang yang hatinya telah
di kuasai oleh luapan nafsu akan lupa daratan, karena mereka tidak mengerti
arti sanjungan.
Orang yang gila sanjungan adalah orang yang
kehilangan kepercayaan diri, sehingga ia membutuhkan orang lain untuk
memujinya. Baginya pujian adalah segala-galanya dan nilai yang sangat berharga
untuk membuktikan kalau keberadaannya ada dan di akui. Oleh sebab itu , jika
apa yang ia lakukan tidak mendapat pujian, maka dia sangat kebingungan dan
bersedih, padahal itu menunjukkan kelemahan dirinya. Di sinilah akhirnya ia
melakukan sesuatu dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dan sanjungan. Tingkah
laku orang ini menandakan kalau dirinya (hatinya) terserang penyakit gila
sanjungan. Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa mempengaruhi terhadap
perkembangan mental dan perilakunya.