SURABAYA (voa-islam.com) - Nahdhatul Ulama (NU)
sebagai Ormas yang mengklaim dirinya sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia,
merasa bahwa dengan hadirnya banyak aliran yang anti-pancasila dan bercita cita
ingin membuat Negara Islam adalah ancaman nyata untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Hal itulah yang menjadi
pembahasan serius para Ulama,Tokoh serta Kiyai NU saat Halaqoh Pengasuh
Pesantren di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang (11/01). Terlebih
munculnya video ancaman salah seorang yang mengaku anggota ISIS yang berasal
dari Indonesia yang mengancam NKRI.
NU tak tinggal diam, para
Ulama, Kiyai serta Tokoh Nahdhiyin bertekad untuk membela NKRI hingga titik
penghabisan, karena bagi NU, membela negara adalah bagian yang harus
dipejuangkan dan itu bagian keyakinan yang ada pada Aswaja NU.
SURABAYA (voa-islam.com) - Nahdhatul Ulama (NU)
sebagai Ormas yang mengklaim dirinya sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia,
merasa bahwa dengan hadirnya banyak aliran yang anti-pancasila dan bercita cita
ingin membuat Negara Islam adalah ancaman nyata untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Hal itulah yang menjadi pembahasan serius para Ulama,Tokoh serta Kiyai NU saat Halaqoh Pengasuh Pesantren di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang (11/01). Terlebih munculnya video ancaman salah seorang yang mengaku anggota ISIS yang berasal dari Indonesia yang mengancam NKRI.
Hal itulah yang menjadi pembahasan serius para Ulama,Tokoh serta Kiyai NU saat Halaqoh Pengasuh Pesantren di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang (11/01). Terlebih munculnya video ancaman salah seorang yang mengaku anggota ISIS yang berasal dari Indonesia yang mengancam NKRI.
NU tak tinggal diam, para Ulama, Kiyai serta Tokoh Nahdhiyin bertekad untuk membela NKRI hingga titik penghabisan, karena bagi NU, membela negara adalah bagian yang harus dipejuangkan dan itu bagian keyakinan yang ada pada Aswaja NU.