12 May 2018

Detik Kejatuhan Khilafah ( Luka Pedih Umat yang Kebas )




Luka pedih umat yang kebas. Umat menderita kerana hilangnya tonggak penyatu kerajaan, wakil kesatuan kekuatan. Malang itu bertimpa-timpa dan luka itu semakin parah. Bukan sahaja tidak diubati malah makin melebar. Bertambah pedih hakikat apabila luka pedih itu terasa kebas oleh ummatal Quran, umat Islam yang tidak terasa apa-apa apabila mercu lambang Islam itu ranap dimamah musuh-musuh Islam, tidak kira Yahudi mahupun munafik. Luka itu terasa lagi kebasnya apabila tubuh itu diratah tapi tuannya masih lagi bergembira! Luka itu dibadan yang disuntik pelali hedonisme dan kejahilan, racun syirik dan taklid, sedangkan penawar ada di rak-rak rumah. Ayuh bangkitlah umatku! Masukkan perhiasan ayat-ayat itu dalam jiwamu!


3 Mac 1924 – Khilafah dihancurkan 3 Mac 2000 -76 tahun umat Islam menderita kerana tiada Khilafah Pada 3 Mac (Maret) 1924 Khilafah (sistem pemerintahan (Islam) secara rasmi telah dihapuskan oleh Mustafa Kamal Ataturk di Turki. Mustafa Kamal, agen Britain, telah bertindak menghapuskan Khilafah sesuai dengan arahan (instruksi) yang telah diberikan oleh negara-negara Barat kepadanya. Khilafah inilah yang telah menyatukan umat Islam seluruh dunia dari berbagai bangsa dan berlainan kedudukan geografi dalam sebuah negara, seorang pemimpin, sebuah bendera dan satu undang-undang.

Peranan Negara-negara Barat Dalam Menghancurkan Khilafah

Yahudi juga meminta bantuan Britain untuk menjadikan impian mereka suatu kenyataan.  Setelah Abdul Hamid II digulingkan pada 13 Mac 1909 maka  perjalanan memudahkan penubuhan negara Yahudi di Palestin bermula apatah lagi dengan adanya revolusi Arab yang menentang Othmaniah pada 10 Jun 1916. Pada 2 November 1917 Arthur J Balfour, Menteri Luar Britain dengan persetujuan Presiden Amerika Syarikat ketika itu, Wilson menjanjikan kepada bangsa Yahudi tanah Palestin sebagai negara mereka kelak. Pada tahun 1917 itu juga, Britain berperang dengan Khilafah Uthmaniyah untuk merampas wilayah Gaza di Palestin.

Janji Balfor di atas selari dengan kenyataan pemimpin komunis Rusia, Lenin, sebulan sebelumnya (minggu pertama Oktober) iaitu ketika dia berhasil meruntuhkan (pemerintah) kekaisaran Russia ketika dia berkata: “Wahai Yahudi, sesungguhnya kemenangan kita sudah semakin hampir. Pada hari ini kita telah memegang kekuasaan dunia dengan menguasai Russia. Sebelum ini, Russia adalah tuan kami dan sekarang mereka menjadi hamba kami.” (Dr Abdullah Azzam, Hamas, 14). Maka bermulalah penghijrahan Yahudi ke Palestin dengan pelbagai kemudahan yang disediakan Eropah, Russia dan Amerika.

Urutan Khilafah Islamiyah

Oleh: Ustadz Ahmad Syarwat, Lc

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat lebih teknis maupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.
Sebab-sebab secara teknis kita serahkan kepada para ahli sejarah, terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini adalah sebab-sebab secara umumnya saja.
A. Sebab Ekternal

Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya.

Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan “The Sickman in Europe.” Bahkan kata “turkey” dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.

"Nasehat Lukman Al Hakim pada Anaknya "

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.

“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”
“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”
“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”
“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”
“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu.
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...