WASHINGTON (voa-islam.com) - Para perancang kebijakan strategi militer, kontra terorisme, dan intelijen Barat skeptis dapat mengalahkan ISIS. Justru ISIS terus menyebar dan menjadi ancaman.
Para perancang kebijakan itu, masih merasa belum cukup dengan mengerahkan kekuatan militer, dan didukung senjata canggih. Kenyataannya koalisi 50 negara Barat dan Arab yang sudah melakukan serangan udara terhadap posisi ISIS di Irak dan Suriah, tak membuat gerakan ISIS menjadi lumpuh.
ISIS di tengah-tengah gempuran udara koalisi Barat dan Arab, tidak melemah dan surut. Terus maju melakukan ekspansi ke wilayah Irak ke perbatasan Kurdi dan mendekati Bagdad. Perdana al-Abadi memberikan sinyal tanda 'bahaya' kepada Barat, bahwa sewaktu-waktu Bagdad bisa jatuh ke tangan ISIS.
ISIS sudah berada di perbatasan Turki, mendekati ibukota Bagdad, dan berusaha memperkuat posisinya di Suriah. ISIS mendapatkan dukungan rakyat dan kalangan muda dari berbagai negara, yang terus membanjiri Suriah dan Irak.
Para pemuda Muslim dari berbagai negara, mereka bergabung dengan gerakan pembebasan, dan akan membebaskan negara-negara Islam yang sekarang dibawah cengkeraman kafir musyrik.