/Salahuddin: Nomor
Tak Bisa Direkayasa
RBI, BENGKULU – Sebagian calon yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) biasanya berebut untuk mendapat nomor cantik. Nomor itu misalnya, nomor 1, atau nomor paling tengah (nomor 6 untuk 11 calon) atau paling pinggir. Sehingga begitu surat suara dibuka, yang punya nomor cantik atau posisi strategis langsung kelihatan. Keuntungannya, pemilih bisa langsung mencoblos nomor tersebut. Paling tidak akan memudah atau menggiring pemilih untuk mencoblos nomor tersebut.
Hasil investigasi Radar Bengkulu Independen (RBI) ternyata
dulu nomor itu bisa dipesan. Rahasianya, “Gampang sekali untuk mendapat nomor
cantik itu. Pengalaman saya, temui orang dalam KPU dengan janji sesuatu.
Setelah itu mereka menyusun strategi untuk memberikan nomor itu ke kita. Mau tahu
caranya, kalau nomor undian itu dimasukkan dalam tabung atau sejenis tabung
maka tengah-tengahnya diikat dengan pita sebagai pemanis. Maka kesepakatannya,
pita nomor cantik itu berada agak ke pinggir/ujung bukan di tengah. Sedangkan
yang lain semua ikatan di tengah-tengah. Selain itu kalau kertas nomor undian
itu digulung, maka bisa dilakukan dengan membuat nomor cantik itu beda
sendirinya. Misalnya digulung paling kecil atau dipres. Bisa juga digulung
paling longgar. Tergantung kesepakatanlah. Mau diundi di depan ribuan orang
sekalipun, kelihatannya tetap tak ada rekayasa. Syaratnya permaian harus rapi,”
ujar salah seorang mantan Calon Kepala Daerah yang pernah memesan nomor cantik,
pada RBI mengugkapkan rahasianya.