/Petugas Parkir
Jual Lapak Dagangan
RBI, BENGKULU- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kota Bengkulu seakan tak berdaya lagi. Polemik yang muncul jelang perelokasian ratusan pedagang pakaian bekas Pasar Panorama Kota Bengkulu makin parah. Kini terjadi transaksi jual beli lapak dagangan antara petugas parkir dengan sejumlah pedagang. Akibatnya, undian penempatan pedagang terkesan sia-sia, karena lokasi berjualan sudah ditempati oleh pedagang yang bukan bagian dari perelokasian pedagang untuk tahap II pembangunan Pasar Percontohan Nasional (PPN) di Pasar Panorama.
"Petugas parkir
yang bermain, mereka menyewakan lahan parkirnya kepada para pedagang lain.
Padahal sudah jelas-jelas, kawasan itu untuk lokasi pedagang yang terkena
relokasi. Bukan kami tidak ingin ribut, kami cuma mematuhi aturan saja.
Mestinya Disperindag segera tindak para petugas parkir tersebut," ujar
salah seorang pedagang pakaian bekas Panorama Yanti (38) di Pasar panorama,
Minggu (24/6).
Untuk pasaran
harganya, menurut Yanti, para petugas parkir mematoknya dengan harga yang
bervariasi tergantung dengan luasan lahan parkir yang mereka miliki. Rentang
harga yang diperjualbelikan, diatur pembayarannya bisa per hari ataupun sampai
sewa per bulan. "Sehari ada yang Rp 10 ribu diluar uang kebersihan dan
keamanan. Sementara untuk yang per bulan, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1
jutaan kabarnya," ujarnya.
Pedagang pakaian
bekas lainnya Yamin Ginting, juga meminta sikap tegas dari Disperindag dan UPTD
Pasar Panorama untuk persoalan ini. Dikhawatirkan tanpa ada upaya untuk menindak
persoalan ini, konflik akan mengemuka, baik antar pedagang dengan pedagang dan
antara pedagang dengan para petugas parkir.
Ditambahkan, polemik
jual beli lahan parkir tersebut, sebenarnya sudah pernah terjadi pada
pembangunan pasar Panorama pada tahap I. Sejumlah oknum memanfaatkan situasi
tersebut untuk mencari keuntungan. Sehingga, ketika lahan parkir yang harusnya
dijadikan lokasi penempatan auning sementara, dengan dalih akan kehilangan mata
pencaharian mereka. Para petugas parkir menjajakan lahan parkir mereka sebagai
pengganti pendapatan mereka yang hilang. "Dari semenjak awal informasi
yang kami terima adalah gratis. Jelas kami tidak akan rela kalau harus bayar.
Perelokasian ini saja sudah termasuk merugikan kami, apalagi dengan dipungut
bayaran lagi. Disperindag atau Pemkot harus sikapi ini segera," ujar Yamin.
//Setoran Hilang, Sewa Lahan untuk Pengganti
Terpisah, salah
seorang petugas parkir di jalan Kedondong, Irwan Suardi, mengaku terpaksa
melakukan jual beli lahan parkir tersebut. Sebab, dengan aktivitas relokasi
pasar tersebut, pendapatan hariannya dari retribusi parkir dipastikan akan
kehilangan. Dirinya harus mencari lokasi baru ataupun terpaksa mengurangi lahan
parkir yang bisa dikelolanya.
"Setoran kami besar per bulannya, bisa mencapai Rp 1,2 juta. Jadi kalau kami bebaskan lahan parkir kami, pakai apa kami setoran nanti. Belum lagi dengan pendapatan untuk rumah tangga, 1 atau 2 minggu mungkin masihlah bisa diatasi, tapi kalau sudah 6 bulan siapa yang bisa tahan," ujar Irwan. Namun demikian, menurut Irwan, transaksi sewa lahan parkir tersebut, prinsipnya tidak dipaksakan, tergantung dengan kemampuan para pedagang yang ingin menyewanya. Bisa dibayarkan per hari atau bisa juga dibuat per bulan.
"Setoran kami besar per bulannya, bisa mencapai Rp 1,2 juta. Jadi kalau kami bebaskan lahan parkir kami, pakai apa kami setoran nanti. Belum lagi dengan pendapatan untuk rumah tangga, 1 atau 2 minggu mungkin masihlah bisa diatasi, tapi kalau sudah 6 bulan siapa yang bisa tahan," ujar Irwan. Namun demikian, menurut Irwan, transaksi sewa lahan parkir tersebut, prinsipnya tidak dipaksakan, tergantung dengan kemampuan para pedagang yang ingin menyewanya. Bisa dibayarkan per hari atau bisa juga dibuat per bulan.
"Bukan maksud untuk menyulitkan pembangunan pasar ini. Kami cuma bertahan untuk makan. 6 bulan bukan waktu yang singkat tanpa ada pendapatan, mencari kerja baru tidak mungkin. Dari pembangunan tahap I dulu sudah kami sampaikan, tolong perhatikan dampaknya ke kami jangan cuma ke pedagang saja, biar tidak berat sebelah," ujar Irwan yang dibenarkan oleh petugas parkir lainnya. (jek
No comments:
Post a Comment