PARLEMEN Prancis melakukan pemungutan suara pada Selasa (13/1) untuk mempepanjang misi militer dengan dalih melawan ISIS di Irak yang dimulai beberapa bulan lalu.
Menurut CNN, sebanyak 488 suara anggota parlemen melawan satu suara, dan membuat keputusan itu hampir bulat. Keputusan ini dibuat setelah di penyerangan kantor media satire Charlie Hebdo. Meski banyak pihak menilai serangan itu tak lebih disebabkan ulah Charlie Hebdo yang membuat karikatur Nabi Muhammad.
Charlie Hebdo sendiri menerbitkan lagi kartun Nabi Muhammad dalam edisi terbarunya yang terbit hari ini Rabu (14/1). Edisi ini langsung habis di kios-kios koran di Perancis sejak subuh. Dari yang biasanya menerbitkan hanya 60 ribu eksemplar setiap edisi, kali ini Charlie Hebdo mencetak satu juta eksemplar, diterjemahkan ke 16 bahasa dan dikirim ke berbagai belahan dunia.
Majalah itu juga berencana untuk menerbitkan hingga tiga juta eksemplar jika permintaan terus meningkat. [rn/Islampos]
No comments:
Post a Comment