Kewirausahaan
Pendahuluan
Dalam dunia usaha sekarang ini, pertambahan jumlah
penduduk tak diimbangi dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Bagi mereka yang
kurang beruntung, pengangguran menjadi salah satu dampak adanya
ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan jumlah lapangan pekerjaan yang
tersedia. Latar belakang keluarga serta pendidikan tidak bisa menjamin
seseorang untuk bekerja sesuai yang diinginkanya.
Karyawan menjadi alternatif
bagi kebanyakan penduduk, baik itu karyawan dari perusahaan atau instansi
pemerintah maupun dari perusahaan swasta.. Menjadi seorang karyawan tinggal
menjalankan tugas dan tidak memerlukan modal besar. Hal tersebut sepertinya
cukup menjanjikan, namun menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan itu tidaklah
mudah karena selalu terkekang oleh peraturan-peraturan yang berlaku serta tidak
bisa mengembangkan usahanya ke bisnis yang lebih besar. Selain itu menjadi
karyawan di ibaratkan sebagai robot bagi atasanya, bila membantah maka PHK atau
pemutusan hubungan kerja akan diterimanya.
Sebagian
orang memilih untuk menjadi seorang entrepreneur, karena menjadi seorang
entrepreneur sangatlah bebas dan tak terkekang oleh aturan atau tekanan dari
atasan. Selain itu entrepreneur sangat mungkin untuk mengembangkan usaha
menjadi lebih besar atau menjalankan lebih dari satu macam usaha. Alasan lain
seorang ingin menjadi seorang entrepreneur ialah dia ingin punya banyak waktu
luang dalam hidupnya dan menjadi bos bagi dirinya sendiri.
Menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah dia
harus mampu menebak pasar, bagaimana keadaan pasar dalam kondisi saat ini. Apakah
sedang dalam keadaan pasang atau surut. Seorang entrepreneur tidak harus mempunyai
latar belakang pendidikan yang tinggi dan berasal dari kalangan atas, namun
seorang entrepreneur hendaknya mempunyai jiwa usaha dan kemampuan dalam
berwirausaha, mampu mengeluarkan ide-ide untuk menjaga dan memajukan usaha yang
dibangunnya tersebut.
Entrepreneur atau yang lebih dikenal dengan kata
wirausahawan adalah orang- orang yang bisa melihat peluang bisnis dan bisa memanfaatkan
peluang-peluang yang muncul serta berani mengambil resiko. Seorang entrepreneur
merupakan orang yang penting dalam perputaran bisnis, bukan hanya di kota-kota
besar melainkan di kota- kota kecil yang perekonomianya belum maju. Untuk
menjadi seorang entrepreneur tidak selalu membutuhkan modal yang besar, tetapi
membutuhkan keahlian serta pengalaman agar menjadi entrepreneur yang sukses. Dalam
setiap pengambilan keputusan seorang entrepreneur harus selalu berorientasi
kemasa depan untuk mencari dan melihat peluang-peluang yang tersedia dalam
dunia usaha agar usaha yang dijalaninya menjadi lebih maju dan berkembang.
Analisis
Entrepreneur
Mayoritas entrepreneur berjenis kelamin laki –
laki dengan usia muda berkisar antara 23 – 30 tahun dan belum menikah. Rata –
rata mereka ingin konsentrasi penuh terhadap usahanya tanpa dibebani oleh
urusan keluarga. Saat memulai usahanya rata – rata pihak keluarga serta teman –
teman dekat mereka mendukung tentang usahanya meskipun ada salah satu
entrepreneur yang diragukan keluarganya saat akan memulai usahanya. Pekerjaan
orang tua baik entrepreneur maupun bukan entrepreneur tidak begitu berpengaruh
terhadap diri seorang entrepreneur. Mereka kebanyakan menjadi entrepreneur
disebabkan karena prinsip dalam diri mereka sendiri. Menurut mereka hal – hal
terpenting yang harus ada dalam diri seseorang ketika menjadi entrepreneur
antara lain :
ü Berjiwa wirausahawan
ü Tekun dan kreatif
ü Berani mengambil resiko
ü Mandiri
ü Berorientasi ke masa depan
ü Mempunyai kemampuan manajemen yang baik
ü Mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi
orang lain
ü Suka tantangan
Latar
belakang pendidikan para entrepreneur tersebut rata – rata perguruan tinggi.,
tetapi ini bukan menjadi kunci kesuksesan mereka Entrepreneur muda dengan latar
belakang pendidikan Sekolah Kejuruan ada yang lebih sukses dari mereka yang
notabene pernah megenyam pendidikan di perguruan tinggi. Hal itu disebabkan karena
pengalaman pekerjaan sebelumya, keahlian (skill dan pengetahuan) serta hubungan
atau relasi dengan distributor dan orang – orang yang cukup berpengaruh di
bidangnya dalam hal ini teknologi informasi.
Entrepreneur muda kebanyakan mempunyai latar belakang
pekerjaan yang bagus. Mereka pernah bekerja di bidang yang sekarang ditekuninya
biarpun dulu hanya menjadi pegawai. Mereka menjadi pegawai untuk mendapatkan
pengalaman dalam bidang tersebut serta belajar bagaimana menjalin hubungan yang
baik dengan atasan (pemasok dan distributor) serta dengan konsumen (customer).
Sedangkan entrepreneur yang sudah cukup umur menjadi entrepreneur karena sudah
bosan dengan pekerjaan sebelumnya. Pekerjaan sebelum menjadi seorang
entrepreneur bervariasi baik berkaitan dengan usaha yang ditekuni sekarang
maupun yang tidak. Pekerjaan mereka sebelumnya antara lain manager produksi,
pegawai swasta bahkan mandor bangunan.
Rata-rata para entrepreneur itu mendirikan usahanya
belum begitu lama, sekitar 2-3 tahun yang lalu. Sebelum mendirikan usaha
tersebut mereka terlebih dahulu melihat peluang dan prospek ke depannya.
Kebanyakan para entrepreneur membuat rencana bisnis sebelum mereka memulai
usahanya, alasan mereka membuat rencana bisnis tersebut antara lain :
ü Agar usahanya lebih terstruktur
ü Agar bisa bersaing dalam menjalankan
usahanya
ü Ingin mendapatkan hasil yang maksimal
Manfaat yang dirasakan para entrepreneur dari rencana bisnis yang mereka buat sebelum memulai usahanya adalah :
ü Manajemennya lebih tertata
ü Bisnis berhasil dan berjalan lancar
ü Mengalami peningkatan usaha
Jiwa enterpreneur terkadang muncul ketika ada
sesuatu yang harus di penuhi dalam kehidupan. Dan hal itu adalah salah satu
yang mendorong seseorang untuk melakukan usaha untuk mencari keuntungan dan itu
tentu saja bukan berarti tidak ada kendala atau hambatan. Kendala yang sering
dihadapi oleh para entrepreneur adalah
masalah permodalan, mereka kebanyakan berasal dari keluarga menegah,
mereka harus mencari sendiri modal untuk memulai usahanya. Kebanyakan dari
mereka mengajak teman mereka untuk memulai usaha bersama sehingga mereka lebih
ringan dalam mengeluarkan modal awal. Ada juga mereka yang meminjam modal awal
dari bank, mereka spekulasi dan berani mengklaim bahwa usaha mereka pasti berhasil
sehingga dapat mengembalikan modal pinjaman tersebut tepat waktu.
Para entrepreneur (yang bergerak di bidang
teknologi informasi) rata – rata berhasil dalam usahanya, bahkan ada yang
mendapatkan keuntungan usahanya lebih dari cukup. Entrepreneur muda cenderung
lebih berhasil daripada entrepreneur yang sudah cukup umur dan lebih lama dalam
menggeluti usahanya. Entrepreneur muda mempunyai semangat yang tinggi dan lebih
bisa meyakinkan para konsumennya. Khususnya di Jogjakarta, mayoritas konsumen
di bidang teknologi informasi adalah mahasiswa. Mereka lebih suka bekerja sama
atau membeli di tempat entrepreneur muda karena mereka lebih nyaman dalam
melakukan komunikasi dan transaksi. Disamping itu entrepreneur muda lebih
sering melakukan inovasi – inovasi untuk menjaring yang lebih yang lebih
banyak. Seperti contoh di toko Dokter Komputer yang berlokasi di Ramai mall
lantai 3, setiap ulang tahun mereka membagi kaos kepada para konsumen dan
langganan. Tak heran jika toko tersebut mempunyai pelanggan tetap 60 %.
Disamping itu mereka juga melakukan pendekatan terhadap beberapa instansi baik
pemerintah dan swasta sehingga setiap ada proyek yang berkaitan dengan
teknologi informasi, instansi tersebut menggandeng Dokter Komputer sebagai
mitra yang dapat dipercaya.
Keberhasilan para entrepreneur tersebut ditentukan
oleh berbagai hal baik dari diri mereka sendiri maupun oleh orang lain baik itu
mitra bisnis, keadaan pasar, lokasi usaha dan lain sebagainya. Hal – hal
terpenting yang menentukan kesuksesan dalam menjalankan bisnis para
entrepreneur tersebut antara lain :
ü Pengalaman.
ü Skill, keahlian dan pengetahuan.
ü Keinginan untuk menjadi sukses.
ü Relasi dengan atasan (distributor dan
pemasok)
ü Relasi dengan konsumen dan pelanggan.
ü Kepercayaan
ü Kerja keras
Selain kunci – kunci kesuksesan di atas, para
entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya perlu melakukan inovasi – inovasi.
Inovasi tersebut ditujukan untuk menjaga kelangsungan usahanya. Disamping itu
juga ditujukan untuk kemajuan usahanya yang lebih baik di masa yang akan
datang. Mayoritas para entrepreneur melakukan inovasi – inovasi di bidang
produk dan layanan. Kedua hal itulah yang paling dirasakan langsung oleh
konsumen. Disamping itu, para entrepreneur juga melakukan inovasi di bidang –
bidang lain seperti inovasi pasar, inovasi logistik, inovasi proses serta
inovasi organisasi.
Inovasi yang dilakukan oleh para entrepreneur
untuk meningkatkan usahanya terkait dengan berbagai sumber – sumber
pengetahuan. Sumber – sumber tersebut berbeda pengaruhnya terhadap masing –
masing entrepreneur. Ada entrepreneur yang menganggap suatu hal tersebut
penting dan sangat berpengaruh sedangkan entrepreneur lain menganggap ada
sumber yang lebih penting dan lebih berpengaruh daripada hal tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka sepakat bahwa
sumber pengetahuan yang paling berpengaruh adalah belajar dari yang dilakukan
sehari – hari (pengalaman), melakukan percobaan (experience), rekan / mitra
kerja serta lembaga penelitian / universitas. Selain sumber – sumber
pengetahuan tersebut masih banyak terdapat sumber pengetahuan lain baik
tertulis maupun tidak tertulis yang mempengaruhi atau mendorong seorang entrepreneur
untuk melakukan inovasi. Diantara sumber – sumber pengetahuan tersebut antara
lain pembeli / pengguna, pemasok, majalah / surat kabar, radio, internet dan
masih banyak lagi. Sebagai contoh,
Quadra komputer yang mempunyai tempat usaha di jalan Kaliurang Yogyakarta,
disamping mereka mendapatkan informasi tentang hardware, melalui internet mereka
dapat memperoleh perkembangan dari dunia software. Sebagai misal mereka selalu
rajin mencari driver untuk meng-update
peripheral komputer sehingga inovasi yang mereka lakukan dapat dijalankan
dengan maksimal.
Perkembangan teknologi memang tak pernah ada
akhirnya. Selalu berkembang dan akan ada sesuatu yang baru yang muncul. Bagi
seorang enterpreneur jiwa selalu melakukan inovasi harus selalu ada. Karenanya
maka awareness bagi setiap enterpreneur itu sangatlah penting. Seperti yang
telah di jelaskan sebelumnya dalam melakukan usaha, seorang enterpreneur perlu
melakukan inovasi di dalam usahanya itu, salah satu hal yang penting adalah
referensi sebagai sumber pengetahuan bagi enterpreneur itu sendiri banyak
sumber yang bisa dijadikan sebagai referensi, antara lain sebagai berikut:
ü Belajar dari yang dilakukan sehari-hari.
ü Melakukan percobaan.
ü Pembeli/ pengguna.
ü Pemasok.
ü Relasi.
ü Pesaing.
ü Sumber informasi seperti internet,
televisi, dan lain sebagainya.
Seorang
enterpreneur dalam melakukan suatu kegiatan bisnisnya selalu mencari sesuatu
yang merupakan celah untuk memajukan usahanya. Dalam hal ini ada berbagai
faktor yang dapat diambil sehingga dia mendapatkan pengetahuan baru terkait
dengan usahanya tersebut. Ketika mereka menjalankan sesuatu yang dapat
dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk memajukan usahanya itu. Sesuatu yang
baru itu dapat berupa pengalaman yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai misal ketika dia sedang melakukan sesuatu dia menemukan sesuatu yang
baru, kemudian dianalisa dan kemudian dijadikan sebagai celah untuk mencari
keuntungan. Setelah dia menganalisa, maka kemudian akan segera melakukan
percobaan. Percobaan itu terkadang merupakan sebuah spekulasi yang sudah
diperhitungkan sebelumnya. Dan dia akan mengkaji lebih jauh tentang hasil yang
diperoleh. Ketika dia merasa hal itu memberikan keuntungan maka dia akan
menjadikan hal itu sebagai inovasi bagi usahanya tersebut.
Faktor yang dihadapi dan akan berpengaruh sebagai
pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai referensi oleh sebagian besar
enterpreneur yang kami dapat, salah satunya
berasal dari pemasok, karena hal itu menjadi sangat penting ketika
pertama kali mereka melihat celah itu. Mereka akan menghubungkan dengan apa
yang mungkin membuat pasar tertarik. Dan itu akan menjadi sebuah kerjasama yang
dapat membuat sebuah peluang bisnis bagi usahanya. Dari hal tersebut, maka
pihak lain juga secara otomatis akan terlibat secara tidak langsung, seperti
asosiasi industri, pesaing, lembaga penelitian, yang kesemuanya akan membentuk
sebuah rantai yang berhubungan satu sama lain.
Sebuah pengetahuan juga bisa mereka dapatkan dari
rekanan bisnis mereka. Melalui sharing berbagai pengalaman hal itu akan
memberikan nilai lebih bagi perkembangan usaha bagi masing-masing. Misalkan ada
pengetahuan yang salah satu enterpreneur belum mengetahui, maka rekanan bisnis
tersebut merupakan sebuah lubang pengetahuan yang dapat memberikan nilai lebih.
mengingat perkembangan usaha di tiap daerah berbeda, maka seorang enterpreneur
perlu mendapatkan pengetahuan tentang daerah lain tersebut.
Teknologi
tak pernah ada akhirnya, selalu berkembang dan akan mengalami inovasi. Jika
seorang enterpreneur tidak kritis dalam mendapatkan informasi, maka akan ada
resiko yang sangat besar dalam kemajuan usahanya. Informasi itu bisa didapat
dari televisi, radio, surat kabar, internet dan lain sebagainya. Ada beberapa
enterpreneur yang kebanyakan dari mereka menggunakan media-media tersebut sebagai referensi umum.
Secara tidak langsung informasi yang kurang didapatkan oleh konsumen yang sudah
diketahui oleh enterpreneur bahkan dapat menjadi sebuah style baru yang dapat
menarik lebih banyak konsumen sehingga dapat memberikan keuntungan yang sangat
potensial. Dan dari ke sekian banyak sumber informasi itu, informasi yang dirasakan
cukup lengkap oleh para usahawan itu adalah internet. Tidak sedikit
enterpreneur yang belum memaksimalkan teknologi layanan dunia maya ini. Padahal
menurut mereka, internet adalah media informasi dan sharing yang sangat
menjanjikan, disamping untuk menghadapi kendala ruang atau jarak dalam
mendapatkan informasi.
Dalam melakukan inovasi – inovasi tersebut tidak
selalu berjalan mulus dan lancar. Para entrepreneur juga mengalami kendala dan
hambatan dalam melakukan inovasi hambatan tersebut diantaranya masalah
keuangan. Tak bisa dipungkiri bahwa keuangan memegang peranan yang vital dalam
sebuah perusahaan. Jadi setiap inovasi pasti membutuhkan anggaran tersendiri
yang harus dipisahkan dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan
tersebut. Tapi bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai dari sebuah inovasi
maka uang yang dibutuhkan dalam malakukan inovasi menjadi tak berarti. Uang
inovasi tersebut tertutup dengan hasil yang dicapai. Keberhasilan mendatangkan
keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.
Dari keseluruhan faktor pendukung melalui
sumber-sumber pengetahuan diatas, seorang enterpreneur diharuskan memiliki jiwa
enterpreneur yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam menjalankan usahanya,
resiko selalu harus diperhatikan. Sekali dia gegabah maka ada ancaman yang
sangat besar, karena banyak hambatan yang mungkin akan menghadang di setiap
langkah enterpreneur tersebut, diantaranya:
ü Hambatan keuangan.
ü Pengetahuan baru yang rumit
ü Jarak.
ü Bahasa dari pengetahuan tersebut, dan
lain-lain.
Belum selesainya masalah ekonomi negara ini
menjadi hambatan utama bagi sebagian besar usahawan di negara indonesia ini.
Hal ini berdampak buruk terhadap yang lainnya, seperti menjadi lesunya pasar
dan lainnya. Dalam menghadapi masalah seperti ini, banyak usaha yang mengalami
penurunan hasil dan kerugian, karena dengan otomatis daya beli pasar ikut
menurun yang dipicu oleh tingginya nilai tukar rupiah dengan mata uang asing.
Kesimpulan
Menjadi seorang entrepreneur pada masa sekarang
ini merupakan pilihan utama bagi kebanyakan orang yang menggeluti dunia usaha.
Seorang entrepreneur dalam menjalankan usahanya tidak harus mengikuti
peraturan-peraturan yang mengikat seperti yang dilakukan bila menjadi seorang
karyawan di suatu perusahaan. Dengan begitu seorang entrepreneur bisa menjadi bos bagi dirinya sendiri
sehingga bisa lebih mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Dalam mengembangkan usahanya, seorang
entrepreneur dituntut untuk memiliki
kemampuan-kemampuan seperti pandai memanfaatkan peluang, mandiri, tanggung
jawab dan berorientasi ke masa depan. Dengan kemampuan-kemampuan itu maka
usahanya akan dapat bertahan dan berkembang sesuai apa yang diinginkan.
Disamping kemampuan-kemampuan tersebut, seorang entrepreneur biasanya membuat
rencana bisnis sebelum menjalankan suatu usaha. Rencana bisnis tersebut dibuat
agar nantinya bisa dijadikan pedoman dalam menjalankan usahanya.
Inovasi-inovasi juga perlu dilakukan seorang
entrepreneur untuk menigkatkan,
mengembangkan dan memperluas usahanya. Inovasi yang dilakukan hendaknya tidak
hanya satu bidang saja, tetapi harus
dalam berbagai macam bidang. Inovasi-inovasi tersebut misalnya, inovasi produk,
inovasi layanan, inovasi pasar dan lain-lain.
Menjadi seorang entrepreneur dalam menjalankan
usaha dan melakukan inovasi-inovasi tidak lepas dari berbagai macam hambatan.
Hambatan-hambatan tersebut bisa muncul
dari berbagai macam hal. Masalah utama
yang paling sering dihadapi diantaranya
masalah permodalan ketika akan memulai usahanya. Seorang entrepreneur hendaknya
mampu mengatasi semua masalah dan hambatan-hambatan yang dihadapinya tersebut.
No comments:
Post a Comment