13 Jun 2012

Entrepreneur


Kewirausahaan
Pendahuluan

          Dalam dunia usaha sekarang ini, pertambahan jumlah penduduk tak diimbangi dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Bagi mereka yang kurang beruntung, pengangguran menjadi salah satu dampak adanya ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Latar belakang keluarga serta pendidikan tidak bisa menjamin seseorang untuk bekerja sesuai yang diinginkanya.

            Karyawan menjadi alternatif bagi kebanyakan penduduk, baik itu karyawan dari perusahaan atau instansi pemerintah maupun dari perusahaan swasta.. Menjadi seorang karyawan tinggal menjalankan tugas dan tidak memerlukan modal besar. Hal tersebut sepertinya cukup menjanjikan, namun menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan itu tidaklah mudah karena selalu terkekang oleh peraturan-peraturan yang berlaku serta tidak bisa mengembangkan usahanya ke bisnis yang lebih besar. Selain itu menjadi karyawan di ibaratkan sebagai robot bagi atasanya, bila membantah maka PHK atau pemutusan hubungan kerja akan diterimanya.


Sebagian  orang memilih untuk menjadi seorang entrepreneur, karena menjadi seorang entrepreneur sangatlah bebas dan tak terkekang oleh aturan atau tekanan dari atasan. Selain itu entrepreneur sangat mungkin untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar atau menjalankan lebih dari satu macam usaha. Alasan lain seorang ingin menjadi seorang entrepreneur ialah dia ingin punya banyak waktu luang dalam hidupnya dan menjadi bos bagi dirinya sendiri.

Menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah dia harus mampu menebak pasar, bagaimana keadaan pasar dalam kondisi saat ini. Apakah sedang dalam keadaan pasang atau surut. Seorang entrepreneur tidak harus mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi dan berasal dari kalangan atas, namun seorang entrepreneur hendaknya mempunyai jiwa usaha dan kemampuan dalam berwirausaha, mampu mengeluarkan ide-ide untuk menjaga dan memajukan usaha yang dibangunnya tersebut.

Entrepreneur atau yang lebih dikenal dengan kata wirausahawan adalah orang- orang yang bisa melihat peluang bisnis dan bisa memanfaatkan peluang-peluang yang muncul serta berani mengambil resiko. Seorang entrepreneur merupakan orang yang penting dalam perputaran bisnis, bukan hanya di kota-kota besar melainkan di kota- kota kecil yang perekonomianya belum maju. Untuk menjadi seorang entrepreneur tidak selalu membutuhkan modal yang besar, tetapi membutuhkan keahlian serta pengalaman agar menjadi entrepreneur yang sukses. Dalam setiap pengambilan keputusan seorang entrepreneur harus selalu berorientasi kemasa depan untuk mencari dan melihat peluang-peluang yang tersedia dalam dunia usaha agar usaha yang dijalaninya menjadi lebih maju dan berkembang.





Analisis Entrepreneur

*   Data Pribadi

Mayoritas entrepreneur berjenis kelamin laki – laki dengan usia muda berkisar antara 23 – 30 tahun dan belum menikah. Rata – rata mereka ingin konsentrasi penuh terhadap usahanya tanpa dibebani oleh urusan keluarga. Saat memulai usahanya rata – rata pihak keluarga serta teman – teman dekat mereka mendukung tentang usahanya meskipun ada salah satu entrepreneur yang diragukan keluarganya saat akan memulai usahanya. Pekerjaan orang tua baik entrepreneur maupun bukan entrepreneur tidak begitu berpengaruh terhadap diri seorang entrepreneur. Mereka kebanyakan menjadi entrepreneur disebabkan karena prinsip dalam diri mereka sendiri. Menurut mereka hal – hal terpenting yang harus ada dalam diri seseorang ketika menjadi entrepreneur antara lain :

ü  Berjiwa wirausahawan
ü  Tekun dan kreatif
ü  Berani mengambil resiko
ü  Mandiri
ü  Berorientasi ke masa depan
ü  Mempunyai kemampuan manajemen yang baik
ü  Mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain
ü  Suka tantangan

 Latar belakang pendidikan para entrepreneur tersebut rata – rata perguruan tinggi., tetapi ini bukan menjadi kunci kesuksesan mereka Entrepreneur muda dengan latar belakang pendidikan Sekolah Kejuruan ada yang lebih sukses dari mereka yang notabene pernah megenyam pendidikan di perguruan tinggi. Hal itu disebabkan karena pengalaman pekerjaan sebelumya, keahlian (skill dan pengetahuan) serta hubungan atau relasi dengan distributor dan orang – orang yang cukup berpengaruh di bidangnya dalam hal ini teknologi informasi.

Entrepreneur muda kebanyakan mempunyai latar belakang pekerjaan yang bagus. Mereka pernah bekerja di bidang yang sekarang ditekuninya biarpun dulu hanya menjadi pegawai. Mereka menjadi pegawai untuk mendapatkan pengalaman dalam bidang tersebut serta belajar bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan atasan (pemasok dan distributor) serta dengan konsumen (customer). Sedangkan entrepreneur yang sudah cukup umur menjadi entrepreneur karena sudah bosan dengan pekerjaan sebelumnya. Pekerjaan sebelum menjadi seorang entrepreneur bervariasi baik berkaitan dengan usaha yang ditekuni sekarang maupun yang tidak. Pekerjaan mereka sebelumnya antara lain manager produksi, pegawai swasta bahkan mandor bangunan.





*   Bidang Usaha

Rata-rata para entrepreneur itu mendirikan usahanya belum begitu lama, sekitar 2-3 tahun yang lalu. Sebelum mendirikan usaha tersebut mereka terlebih dahulu melihat peluang dan prospek ke depannya. Kebanyakan para entrepreneur membuat rencana bisnis sebelum mereka memulai usahanya, alasan mereka membuat rencana bisnis tersebut antara lain :

ü  Agar usahanya lebih terstruktur
ü  Agar bisa bersaing dalam menjalankan usahanya
ü  Ingin mendapatkan hasil yang maksimal

            Manfaat  yang dirasakan para entrepreneur  dari rencana bisnis yang mereka buat   sebelum memulai usahanya adalah :

ü  Manajemennya lebih tertata
ü  Bisnis berhasil dan berjalan lancar
ü  Mengalami peningkatan usaha

Jiwa enterpreneur terkadang muncul ketika ada sesuatu yang harus di penuhi dalam kehidupan. Dan hal itu adalah salah satu yang mendorong seseorang untuk melakukan usaha untuk mencari keuntungan dan itu tentu saja bukan berarti tidak ada kendala atau hambatan. Kendala yang sering dihadapi oleh para entrepreneur adalah  masalah permodalan, mereka kebanyakan berasal dari keluarga menegah, mereka harus mencari sendiri modal untuk memulai usahanya. Kebanyakan dari mereka mengajak teman mereka untuk memulai usaha bersama sehingga mereka lebih ringan dalam mengeluarkan modal awal. Ada juga mereka yang meminjam modal awal dari bank, mereka spekulasi dan berani mengklaim bahwa usaha mereka pasti berhasil sehingga dapat mengembalikan modal pinjaman tersebut tepat waktu.

Para entrepreneur (yang bergerak di bidang teknologi informasi) rata – rata berhasil dalam usahanya, bahkan ada yang mendapatkan keuntungan usahanya lebih dari cukup. Entrepreneur muda cenderung lebih berhasil daripada entrepreneur yang sudah cukup umur dan lebih lama dalam menggeluti usahanya. Entrepreneur muda mempunyai semangat yang tinggi dan lebih bisa meyakinkan para konsumennya. Khususnya di Jogjakarta, mayoritas konsumen di bidang teknologi informasi adalah mahasiswa. Mereka lebih suka bekerja sama atau membeli di tempat entrepreneur muda karena mereka lebih nyaman dalam melakukan komunikasi dan transaksi. Disamping itu entrepreneur muda lebih sering melakukan inovasi – inovasi untuk menjaring yang lebih yang lebih banyak. Seperti contoh di toko Dokter Komputer yang berlokasi di Ramai mall lantai 3, setiap ulang tahun mereka membagi kaos kepada para konsumen dan langganan. Tak heran jika toko tersebut mempunyai pelanggan tetap 60 %. Disamping itu mereka juga melakukan pendekatan terhadap beberapa instansi baik pemerintah dan swasta sehingga setiap ada proyek yang berkaitan dengan teknologi informasi, instansi tersebut menggandeng Dokter Komputer sebagai mitra yang dapat dipercaya.


Keberhasilan para entrepreneur tersebut ditentukan oleh berbagai hal baik dari diri mereka sendiri maupun oleh orang lain baik itu mitra bisnis, keadaan pasar, lokasi usaha dan lain sebagainya. Hal – hal terpenting yang menentukan kesuksesan dalam menjalankan bisnis para entrepreneur tersebut antara lain :

ü  Pengalaman.
ü  Skill, keahlian dan pengetahuan.
ü  Keinginan untuk menjadi sukses.
ü  Relasi dengan atasan (distributor dan pemasok)
ü  Relasi dengan konsumen dan pelanggan.
ü  Kepercayaan
ü  Kerja keras

Selain kunci – kunci kesuksesan di atas, para entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya perlu melakukan inovasi – inovasi. Inovasi tersebut ditujukan untuk menjaga kelangsungan usahanya. Disamping itu juga ditujukan untuk kemajuan usahanya yang lebih baik di masa yang akan datang. Mayoritas para entrepreneur melakukan inovasi – inovasi di bidang produk dan layanan. Kedua hal itulah yang paling dirasakan langsung oleh konsumen. Disamping itu, para entrepreneur juga melakukan inovasi di bidang – bidang lain seperti inovasi pasar, inovasi logistik, inovasi proses serta inovasi organisasi.

Inovasi yang dilakukan oleh para entrepreneur untuk meningkatkan usahanya terkait dengan berbagai sumber – sumber pengetahuan. Sumber – sumber tersebut berbeda pengaruhnya terhadap masing – masing entrepreneur. Ada entrepreneur yang menganggap suatu hal tersebut penting dan sangat berpengaruh sedangkan entrepreneur lain menganggap ada sumber yang lebih penting dan lebih berpengaruh daripada hal tersebut.  Tetapi pada dasarnya mereka sepakat bahwa sumber pengetahuan yang paling berpengaruh adalah belajar dari yang dilakukan sehari – hari (pengalaman), melakukan percobaan (experience), rekan / mitra kerja serta lembaga penelitian / universitas. Selain sumber – sumber pengetahuan tersebut masih banyak terdapat sumber pengetahuan lain baik tertulis maupun tidak tertulis yang mempengaruhi atau mendorong seorang entrepreneur untuk melakukan inovasi. Diantara sumber – sumber pengetahuan tersebut antara lain pembeli / pengguna, pemasok, majalah / surat kabar, radio, internet dan masih banyak lagi.  Sebagai contoh, Quadra komputer yang mempunyai tempat usaha di jalan Kaliurang Yogyakarta, disamping mereka mendapatkan informasi tentang hardware, melalui internet mereka dapat memperoleh perkembangan dari dunia software. Sebagai misal mereka selalu rajin  mencari driver untuk meng-update peripheral komputer sehingga inovasi yang mereka lakukan dapat dijalankan dengan maksimal.


*   Sumber Pengetahuan

Perkembangan teknologi memang tak pernah ada akhirnya. Selalu berkembang dan akan ada sesuatu yang baru yang muncul. Bagi seorang enterpreneur jiwa selalu melakukan inovasi harus selalu ada. Karenanya maka awareness bagi setiap enterpreneur itu sangatlah penting. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya dalam melakukan usaha, seorang enterpreneur perlu melakukan inovasi di dalam usahanya itu, salah satu hal yang penting adalah referensi sebagai sumber pengetahuan bagi enterpreneur itu sendiri banyak sumber yang bisa dijadikan sebagai referensi, antara lain sebagai berikut:

ü  Belajar dari yang dilakukan sehari-hari.
ü  Melakukan percobaan.
ü  Pembeli/ pengguna.
ü  Pemasok.
ü  Relasi.
ü  Pesaing.
ü  Sumber informasi seperti internet, televisi, dan  lain sebagainya.

  Seorang enterpreneur dalam melakukan suatu kegiatan bisnisnya selalu mencari sesuatu yang merupakan celah untuk memajukan usahanya. Dalam hal ini ada berbagai faktor yang dapat diambil sehingga dia mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan usahanya tersebut. Ketika mereka menjalankan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk memajukan usahanya itu. Sesuatu yang baru itu dapat berupa pengalaman yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai misal ketika dia sedang melakukan sesuatu dia menemukan sesuatu yang baru, kemudian dianalisa dan kemudian dijadikan sebagai celah untuk mencari keuntungan. Setelah dia menganalisa, maka kemudian akan segera melakukan percobaan. Percobaan itu terkadang merupakan sebuah spekulasi yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Dan dia akan mengkaji lebih jauh tentang hasil yang diperoleh. Ketika dia merasa hal itu memberikan keuntungan maka dia akan menjadikan hal itu sebagai inovasi bagi usahanya tersebut.

Faktor yang dihadapi dan akan berpengaruh sebagai pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai referensi oleh sebagian besar enterpreneur yang kami dapat, salah satunya  berasal dari pemasok, karena hal itu menjadi sangat penting ketika pertama kali mereka melihat celah itu. Mereka akan menghubungkan dengan apa yang mungkin membuat pasar tertarik. Dan itu akan menjadi sebuah kerjasama yang dapat membuat sebuah peluang bisnis bagi usahanya. Dari hal tersebut, maka pihak lain juga secara otomatis akan terlibat secara tidak langsung, seperti asosiasi industri, pesaing, lembaga penelitian, yang kesemuanya akan membentuk sebuah rantai yang berhubungan satu sama lain.

Sebuah pengetahuan juga bisa mereka dapatkan dari rekanan bisnis mereka. Melalui sharing berbagai pengalaman hal itu akan memberikan nilai lebih bagi perkembangan usaha bagi masing-masing. Misalkan ada pengetahuan yang salah satu enterpreneur belum mengetahui, maka rekanan bisnis tersebut merupakan sebuah lubang pengetahuan yang dapat memberikan nilai lebih. mengingat perkembangan usaha di tiap daerah berbeda, maka seorang enterpreneur perlu mendapatkan pengetahuan tentang daerah lain tersebut. 

 Teknologi tak pernah ada akhirnya, selalu berkembang dan akan mengalami inovasi. Jika seorang enterpreneur tidak kritis dalam mendapatkan informasi, maka akan ada resiko yang sangat besar dalam kemajuan usahanya. Informasi itu bisa didapat dari televisi, radio, surat kabar, internet dan lain sebagainya. Ada beberapa enterpreneur yang kebanyakan dari mereka menggunakan  media-media tersebut sebagai referensi umum. Secara tidak langsung informasi yang kurang didapatkan oleh konsumen yang sudah diketahui oleh enterpreneur bahkan dapat menjadi sebuah style baru yang dapat menarik lebih banyak konsumen sehingga dapat memberikan keuntungan yang sangat potensial. Dan dari ke sekian banyak sumber informasi itu, informasi yang dirasakan cukup lengkap oleh para usahawan itu adalah internet. Tidak sedikit enterpreneur yang belum memaksimalkan teknologi layanan dunia maya ini. Padahal menurut mereka, internet adalah media informasi dan sharing yang sangat menjanjikan, disamping untuk menghadapi kendala ruang atau jarak dalam mendapatkan informasi.


Dalam melakukan inovasi – inovasi tersebut tidak selalu berjalan mulus dan lancar. Para entrepreneur juga mengalami kendala dan hambatan dalam melakukan inovasi hambatan tersebut diantaranya masalah keuangan. Tak bisa dipungkiri bahwa keuangan memegang peranan yang vital dalam sebuah perusahaan. Jadi setiap inovasi pasti membutuhkan anggaran tersendiri yang harus dipisahkan dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan tersebut. Tapi bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai dari sebuah inovasi maka uang yang dibutuhkan dalam malakukan inovasi menjadi tak berarti. Uang inovasi tersebut tertutup dengan hasil yang dicapai. Keberhasilan mendatangkan keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.


*   Hambatan

Dari keseluruhan faktor pendukung melalui sumber-sumber pengetahuan diatas, seorang enterpreneur diharuskan memiliki jiwa enterpreneur yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam menjalankan usahanya, resiko selalu harus diperhatikan. Sekali dia gegabah maka ada ancaman yang sangat besar, karena banyak hambatan yang mungkin akan menghadang di setiap langkah enterpreneur tersebut, diantaranya:

ü  Hambatan keuangan.
ü  Pengetahuan baru yang rumit
ü  Jarak.
ü  Bahasa dari pengetahuan tersebut, dan lain-lain.

Belum selesainya masalah ekonomi negara ini menjadi hambatan utama bagi sebagian besar usahawan di negara indonesia ini. Hal ini berdampak buruk terhadap yang lainnya, seperti menjadi lesunya pasar dan lainnya. Dalam menghadapi masalah seperti ini, banyak usaha yang mengalami penurunan hasil dan kerugian, karena dengan otomatis daya beli pasar ikut menurun yang dipicu oleh tingginya nilai tukar rupiah dengan mata uang asing.



Kesimpulan


Menjadi seorang entrepreneur pada masa sekarang ini merupakan pilihan utama bagi kebanyakan orang yang menggeluti dunia usaha. Seorang entrepreneur dalam menjalankan usahanya tidak harus mengikuti peraturan-peraturan yang mengikat seperti yang dilakukan bila menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan. Dengan begitu seorang entrepreneur  bisa menjadi bos bagi dirinya sendiri sehingga bisa lebih mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Dalam mengembangkan usahanya, seorang entrepreneur  dituntut untuk memiliki kemampuan-kemampuan seperti pandai memanfaatkan peluang, mandiri, tanggung jawab dan berorientasi ke masa depan. Dengan kemampuan-kemampuan itu maka usahanya akan dapat bertahan dan berkembang sesuai apa yang diinginkan. Disamping kemampuan-kemampuan tersebut, seorang entrepreneur biasanya membuat rencana bisnis sebelum menjalankan suatu usaha. Rencana bisnis tersebut dibuat agar nantinya bisa dijadikan pedoman dalam menjalankan usahanya.

Inovasi-inovasi juga perlu dilakukan seorang entrepreneur untuk  menigkatkan, mengembangkan dan memperluas usahanya. Inovasi yang dilakukan hendaknya tidak hanya satu bidang saja, tetapi  harus dalam berbagai macam bidang. Inovasi-inovasi tersebut misalnya, inovasi produk, inovasi layanan, inovasi pasar dan lain-lain.

Menjadi seorang entrepreneur dalam menjalankan usaha dan melakukan inovasi-inovasi tidak lepas dari berbagai macam hambatan. Hambatan-hambatan tersebut  bisa muncul dari berbagai  macam hal. Masalah utama yang paling sering dihadapi  diantaranya masalah permodalan ketika akan memulai usahanya. Seorang entrepreneur hendaknya mampu mengatasi semua masalah dan hambatan-hambatan yang dihadapinya tersebut.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...