KotaSantri.com - Aku masih duduk di sajadahku ketika orang-orang telah
meninggalkan masjid ini, pun ketika beberapa lampu mulai dimatikan. Ku tatap
beberapa ayat Al-Qur'an yang tertulis rapi menghias ruang dalam masjid. Ada
getaran halus dihatiku yang entah darimana asalnya tiap kali aku menatap
lingkaran kecil di dinding yang bertuliskan 'Allah'. Aku duduk bersimpuh,
kutatap nama-Nya dan aku mulai merenungi diriku.
Tentang apa yang
kuperbuat, apa yang kukatakan, tentang apa yang kupikirkan, dan tentang apa yang
kurasakan. Tak dapat lagi kutahan derai air mata yang mulai merembes dipipiku,
aku sendiri bingung kenapa?? Yang kutahu saat ini aku hanya ingin menangis,
menangis dan terus menangis.
Aku mulai merasakan betapa hinanya aku di
hadapanNya, aku yang masih memiliki berjuta kesombongan, yang masih riya' di
hadapan manusia, yang masih mendustakan nikmatNya dan entah apa lagi yang
kupikirkan. Aku benar-benar hina dihadapanNya.
Aku mulai bertanya pada
diriku sendiri, mengapa aku kemari? Mengapa aku bersujud padaNya? Mengapa aku
meninggalkan laranganNya? Dan mengapa aku berusaha untuk melakukan perintahNya?
Adakah karena aku mencintai Nya? Atau karena yang lainnya???
Aku
teringat pada surga dan neraka, aku berusaha jujur pada diriku sendiri, ternyata
selama ini aku melakukan segalanya karena aku takut pada nerakaNya, karena aku
rindu pada SurgaNya.
Aku menangis lagi, Ya.. Allah apa yang kupikirkan
selama ini, betapa egoisnya aku, yang hanya mengharap surgamu dengan ibadahku,
bukankah sudah seharusnya sebagai makhluk aku menyembah Mu? Bukankah sudah
terlalu banyak nikmat yang Engkau berikan padaku? Dan aku kembali bertanya pada
hatiku, andai surga dan neraka tidak ada, akankah aku menyembahNya? Andai surga
dan neraka tidak pernah ada, akankah aku menjauhi larangan Nya? Ampuni aku Ya
Rahman... Aku belum mampu menjawabnya. (laut)
No comments:
Post a Comment