22 Aug 2013

Sabar dan Keutamaannya



 Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (Az Zumar:10)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Baqarah:157)

1. Dari Ibnu 'Abbas bahwa seorang wanita datang menghadap Rasulullah dan berkata : Ya Rasulullah ! sungguh saya ini sering terkena ayan dan ( ketika terkena ayan ) aurat saya terbuka, maka berdo'alah untuk saya. Maka Rasulullah berkata : jika kamu berkehendak ( untuk bersabar)  maka kamu bersabar dan kamu akan mendapatkan surga, dan jika kamu berkehendak ( agar saya berdo'a ) maka saya akan berdo'a kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu. Maka wanita itu menjawab : saya akan bersabar, lalu berkata lagi : tetapi aurat saya sering terbuka ( ketika penyakit ini datang ) oleh karena itu do'akanlah agar aurat saya tidak terbuka, maka Rasulullah berdo'a untuknya.[HR. Bukhari dan Muslim]

21 Aug 2013

Peran Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-hari



Penulis: Ustadz Zuhair Syarif

        Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit, terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya. Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya. Dia akan diuji di antara dua penyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat dan penyeru kepada kenikmatan dunia yang fana. Maka dia akan menjawab seruan itu mana yang paling dekat dengannya.


Seorang yang hatinya mati, dia tidak tahu tentang Rabb-nya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai apa yang dicintai-Nya dan tidak mencari Ridlo-Nya. Tetapi dia hanya menurti ambisi syahwat walaupun di sana akan mendatangkan kemarahan Rabb-Nya. Dia tidak peduli apakah Rabb-Nya ridlo atau murka yang penting dia telah melampiaskan syahwat dan keinginannya.

Dahlan Iskan Dapat Gelar “Uluy Ingan” dari Masyarakat Dayak

KALTIM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan baru saja mendapat gelar adat dari masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Bekas Dirut PLN ini mendapat gelar atau nama baru ‘Uluy Ingan’. Pemberian gelar ini langsung diberikan oleh Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim Edy Gunawan.
“Uluy Ingan artinya adalah seorang pemimpin yang arief dan bijaksana yang selalu memimpin dengan senyum dan membuat masyarakatnya lebih baik,” ujar Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, melalui pesan singkatnya Rabu (21/8).
Pemberian gelar ini kata Faisal, ditandai dengan mengalungkan kalung manik, sebagai pertanda untuk ikatan yang lebih kuat lagi. “Dilanjutkan dengan pemasangan topi. Pak Dahlan juga diberikan sertifikat,” terang dia.
Turut hadir Gubernur Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim, Pangdam Mulawarman, tokoh masyarakat adat sekitar 5 ribu orang. Acara ini berlangsung di Hotel Gran Senyiur, Samarinda. (JPNN)

20 Aug 2013

Ulama yang justru menyesatkan ummat

Penulis : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari 

"Aku heran dari (perbuatan) orang yang menjual kesesatan dengan petunjuk ! Dan aku lebih heran dari orang yang membeli dunia dengan Agama"

Itulah kurang lebih ungkapan dua bait syair yang menggambarkan tentang keberadaan dua golongan pengacau da'wah dan perusuh di kalangan umat. Mereka tiada lain adalah para bandit-bandit da'wah, yang dzahirnya berbicara tentang agama tetapi kenyataannya justru jauh memalingkan umat dari agama, mereka tiada lain adalah para calo-calo da'wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia.

Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, "Di malam hari saat aku isro', aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api" - atau ia (Rasulullah) berkata, "dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!" (H.R. Abu Ya'la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu 'anhuma).

Kedudukan Akal Didalam Islam & Tokoh Rasionalis



Syaikh Ali Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Atsary – hafidhahullah

A. Beberapa atsar para Shahabat r.a. tentang pengutamaan nash (dalil) diatas rasio.

1. Dari Ali bin Abi Thalib r.a., dia berkata :
“Andaikata agama itu cukup dengan ra’yu (akal), maka bagian bawah khuf (alas kaki) lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Aku benar-benar melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap bagian atas khuf-nya.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik. Dalam Al-Talkhishul Habir, 1/160 Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Atsqalani berkata hadits ini shahih, dan juga telah disepakati Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di dalam Shahihul Abu Daud, 1/33)

2. Dari Umar bi Al-Khaththab r.a., dia berkata tatkala mencium Hajar Aswad:
”Sesungguhnya aku tahu engkau hanya sekedar batu yang tidak bisa memberi madharat dan manfaat. Kalau tidak karena kulihat Rasulullah menciummu, tentu aku tidak akan menciummu.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Sumpah Iblis Untuk Menggoda Bani Adam




Oleh : Al-Ustadz Qomar Suaidi


"Iblis menjawab : "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (Al-A'raf : 16-17)

Di dalam ayat ini Allah Ta'ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.

Kemaksiatan, Cermin Hilangnya Wibawa Umat Islam


Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Tidak diragukan lagi bahwa kehinaan dan malapetaka yang ditimpakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala itu disebabkan karena banyak manusia lalai, merasa tidak bersalah jika melaksanakan dosa dan kemaksiatan. Mereka pun pura-pura tidak tahu bahwa yang demikian itu akan menyebabkan turunnya ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar." (Ar-Rum : 41)

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...