24 Aug 2013

Arti Sebuah Niat

Dari Umar bin Khathab ra, Rasulullah SAW bersabda :
"Segala amal perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan memperoleh pahala sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang berhijrah dengan niat mencari keuntungan duniawi atau untuk mengawini seorang perempuan, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya itu". (HR. Bukhari)

Penjelasan:
Rasulullah SAW mengucapkan hadis ini ketika beliau hijrah ke Yatsrib atau Madinah. Saat itu tersebar sebuah informasi bahwa ada seseorang yang ikut berhijrah karena mengejar wanita tunangannya. Nama wanita itu Ummul Qais. Sehingga pada waktu itu terkenal sebuah istilah muhajjir Ummul Qais atau yang berhijrah karena Ummul Qais. Niat biasanya diartikan sebagai getaran batin untuk menentukan jenis ibadah yang kita lakukan.

23 Aug 2013

PRIORITAS TERHADAP AMAL PERBUATAN



PRIORITAS TERHADAP AMAL PERBUATAN YANG LEBIH
LAMA MANFAATNYA DAN LEBIH LANGGENG KESANNYA

KALAU manfaat suatu pekerjaan lebih  luas  jangkauannya, maka hal  itu  lebih  dikehendaki dan diutamakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Begitu pula halnya dengan pekerjaan yang lebih lama dan  kekal  pengaruhnya. Setiap kali suatu perbuatan itu lebih lama manfaatnya maka  pekerjaan  itu  lebih  utama  dan  lebih dicintai oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, shadaqah yang lama manfaatnya lebih diutamakan.

Misalnya  memberikan domba yang mengandung, unta  yang mengandung, dan lain-lain,  di  mana  orang  yang  menerima shadaqah itu dan juga keluarganya dapat  memanfaatkan  susunya selama bertahun-tahun.

IMAM AL-GHAZALI DAN FIQH PRIORITAS



DI ANTARA ulama yang memberikan perhatian  besar  kepada  fiqh prioritas  dan  mengkritik  cara  hidup masyarakat Muslim yang berlebih-lebihan ialah Imam al-Ghazali. Hal ini tampak  dengan jelas  dalam  ensiklopedianya,  al-Ihya' 'Ulum al-Din. Pembaca buku ini akan menemukan pembahasan tersebut  pada  seperempat buku,  dan  juga  buku  al-Arba'in-nya. Lebih jelas lagi dalam bukunya, Dzamm al-Ghurur, yang merupakan bagian kesepuluh dari al Muhlikat.

Di  dalam kajian itu disebutkan berbagai kelompok manusia yang tertipu tetapi mereka tidak menyadarinya. Al-Ghazali   menyebut   orang-orang   yang    memiliki    ilmu pengetahuan,   ahli   ibadah  dan  amalan,  orang-orang  sufi, orang-orang kaya dan, juga orang-orang awam.  Dia  menyebutkan ketertipuan   orang-orang  dari  masing-masing  kelompok,  dan bagaimana  mereka  tertipu  oleh  hawa  nafsu   mereka,   atau bagaimana   setan-setan  mereka  memperindah  perbuatan  buruk mereka, sehingga  mereka  melihatnya  sebagai  perbuatan  yang baik.  Setan  telah  memberikan  sifat dan gambaran yang baru, yang harus mereka ikuti.

22 Aug 2013

Harga Sawit dan Karet Masih Memprihatinkan

BENGKULU – Harga sawit dan karet di Provinsi Bengkulu belum memuaskan. Itu diketahui dari beberapa lokasi perkebunan masyarakat yang berada di Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara. Ditemukan bahwa kondisi harga komoditi sawit dan karet masih memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Tim Rumah Aspirasi Untuk Rakyat Bengkulu, H. Ahmad Kanedi, SH, MH kepada RB. “Sampai pada hari ini harga sawit berkisar antara Rp 800-Rp 900 per kilogram dan harga karet Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram. Kondisi tersebut tentunya sangat merugikan petani kita dimana rendahnya harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan,” terang Kanedi yang akrab dipanggil Bang Ken.

Sabar dan Keutamaannya



 Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (Az Zumar:10)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Baqarah:157)

1. Dari Ibnu 'Abbas bahwa seorang wanita datang menghadap Rasulullah dan berkata : Ya Rasulullah ! sungguh saya ini sering terkena ayan dan ( ketika terkena ayan ) aurat saya terbuka, maka berdo'alah untuk saya. Maka Rasulullah berkata : jika kamu berkehendak ( untuk bersabar)  maka kamu bersabar dan kamu akan mendapatkan surga, dan jika kamu berkehendak ( agar saya berdo'a ) maka saya akan berdo'a kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu. Maka wanita itu menjawab : saya akan bersabar, lalu berkata lagi : tetapi aurat saya sering terbuka ( ketika penyakit ini datang ) oleh karena itu do'akanlah agar aurat saya tidak terbuka, maka Rasulullah berdo'a untuknya.[HR. Bukhari dan Muslim]. 

21 Aug 2013

Peran Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-hari



Penulis: Ustadz Zuhair Syarif

        Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit, terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya. Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya. Dia akan diuji di antara dua penyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat dan penyeru kepada kenikmatan dunia yang fana. Maka dia akan menjawab seruan itu mana yang paling dekat dengannya.


Seorang yang hatinya mati, dia tidak tahu tentang Rabb-nya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai apa yang dicintai-Nya dan tidak mencari Ridlo-Nya. Tetapi dia hanya menurti ambisi syahwat walaupun di sana akan mendatangkan kemarahan Rabb-Nya. Dia tidak peduli apakah Rabb-Nya ridlo atau murka yang penting dia telah melampiaskan syahwat dan keinginannya.

Dahlan Iskan Dapat Gelar “Uluy Ingan” dari Masyarakat Dayak

KALTIM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan baru saja mendapat gelar adat dari masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Bekas Dirut PLN ini mendapat gelar atau nama baru ‘Uluy Ingan’. Pemberian gelar ini langsung diberikan oleh Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim Edy Gunawan.
“Uluy Ingan artinya adalah seorang pemimpin yang arief dan bijaksana yang selalu memimpin dengan senyum dan membuat masyarakatnya lebih baik,” ujar Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, melalui pesan singkatnya Rabu (21/8).
Pemberian gelar ini kata Faisal, ditandai dengan mengalungkan kalung manik, sebagai pertanda untuk ikatan yang lebih kuat lagi. “Dilanjutkan dengan pemasangan topi. Pak Dahlan juga diberikan sertifikat,” terang dia.
Turut hadir Gubernur Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim, Pangdam Mulawarman, tokoh masyarakat adat sekitar 5 ribu orang. Acara ini berlangsung di Hotel Gran Senyiur, Samarinda. (JPNN)

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...