27 Feb 2012

Wacana Museum Koruptor Dibawa ke Munas BEM se Indonesia

Radar Bengkulu

Mahasiswa Susun Strategi 

RBI, BENGKULu - Gabungan mahasiswa se Kota Bengkulu saat ini tengah menyusun strategi dengan menyamakan persepsi, visi dan misi dalam Mengawal dan Mengkampanyekan pembangunan museum koruptor di provinsi Bengkulu. Langkah tersebut diambil setelah beberapa waktu lalu gabungan mahasiswa yang tergabung kedalam Badan eksekutif mahasiswa (BEM),bersama organisasi kepemudaan (OKP) gagal melakukan hearing yang akan menyampaikan aspirasinya. 


Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Daerah KAMMI Bengkulu, Romidi Karnawan saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/2). "Mahasiswa saat ini tengah menyamakan persepsi dalam kajian visi dan misinya terkait museum koruptor sehingga turun dengan langkah yang sama" ujar Romidi.

Dikatakan Romidi lebih lanjut, meskipun gagal melakukan hearing bersama pengambil kebijakan dalam hal ini walikota. Pengumpulan bahan dengan persamaan Visi misi tetap telah diupayakan pihaknya untuk menjadi bahan bahasan pada Musyawarah nasional BEM seluruh Indonesia yang akan digelar pada 27 Februari hingga 2 maret mendatang di Universitas Lampung. Gagasan pembangunan museum koruptor tersebut nantinya akan dibahas menjadi isu nasional untuk diaplikasikan disetiap provinsi yang ada. Dijelaskan Romidi, pada prinsipnya kegiatan KKN dilakukan disetiap Provinsi yang ada namun modus dan pelakunya saja yang berbeda.

Ditambahkan Romidi, Mahasiswa menargetkan, dalam kurun sebulan akan kembali mengkampanyekan pembangunan museum koruptor dengan mengaspirasikan pada pengambil kebijakan. Meskipun Mahasiswa menuai kekecewaan untuk hearing yang akan dijadwalkan sebagai acuan bahan isu daerah,dipastikan setelah Konsolidasi dalam Munas BEM se Indonesia,kampanye pembangunan museum akan didengungkan secara tegas dan keras dan mendesak pemerintah yang ada. "Dikesempatan yang berbeda kita akan mencari waktu yang tepat,namun sebenarnya substansinya bukan bertemu dengan walikota tapi penyampaian dari aspirasi itu" kata Romidi kembali.

Terpisah juga diakui ketua BEM universitas Muhammadiyah Bengkulu, Soni Taurus. Diungkapkan, meskipun hearing yang ditujukan ke walikota gagal namun tidak menyulutkan mahasiswa untuk menjadikan tema pembangunan museum koruptor tersebut di tingkat nasional,yang akan menjadi isu bahan daerah agar pembangunan musem tersebut terwujud sebagai bentuk sanksi sosial bagi para penguras uang rakyat

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...