RBI, BENGKULU -
Diduga terjadi kesalahan pada 35 ribu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP)
warga Kota Bengkulu yang rencananya sudah didistribusikan pada 1 Juni 2012
lalu. Hingga kemarin (Senin 26/6) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota
Bengkulu mengaku belum bisa memastikan kapan waktu pendistribusian e-KTP.
"Belum bisa kami
pastikan kapan akan dibagikan. Bisa
jadi 35 ribu e-KTP yang belum dibagikan ada kesalahan juga. Soalnya dari 3.000
e-KTP yang sudah dibagikan tahap I kemarin, sebanyak 2.400 lembar dikembalikan
ke pusat. Karena terjadi kesalahan penulisan nama Kota Bengkulu ditulis menjadi
Kabupaten Bengkulu. Sedangkan 600 e-KTP lainnya benar dan masih disimpan oleh
Dukcapil. Rencananya kalau sudah dibenarkan dan sudah kita terima, 2.400 e-KTP
yang sudah diperbaiki akan segera dibagikan bersamaan dengan yang 35 ribunya.
Tapi kenyataannya hingga kemarin (Senin 26/6) belum ada informasi terakhir dari
Kemendagri," ujar Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu Jauhar, SH usai
Paripurna DPRD Kota, Senin (25/6).
Dugaan tersebut muncul, menurutnya, karena dari hasil
koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Dukcapil ke Kemendagri, informasi tentang
perbaikan 2.400 e-KTP yang telah dikirim oleh Dinas Dukcapil sejak 1 bulan
lalu, belum juga direspon oleh Kemendagri. Sementara, agenda pembagian 35 ribu
e-KTP yang telah rampung dicetak telah melewati waktunya. "Karena itu kami
pikir ada kesalahan juga jangan-jangan di yang 35 ribu lagi. Beberapa kali saya
coba kontak langsung dengan pusat tidak pernah direspon. Bahkan tim kami
berangkat langsung ke pusat, juga belum dapat informasi akhirnya. Besar
kemungkinan, 35 ribu e-KTP itu juga salah cetak," ujar Jauhar.
Disinggung mengenai sisa realisasi e-KTP yang belum rampung
dikerjakan, Jauhar mengatakan, proses perekaman data terus dilakukan secara
kontinyu oleh Dinas Dukcapil dan Kecamatan Kota Bengkulu. Sebanyak 25 persen
sisanya lagi tersebut, diperkirakan akan rampung setelatnya pada akhir Desember
2012. "Pembuatannya tetap kita lanjutkan, secara otomatis pengiriman datanya
terus dipantau oleh pusat. Soalnya Desember ini sudah habis untuk program
gratisnya, jadi kami kejar terus untuk masyarakat yang belum buat e-KTP,"
ujar Jauhar.(jek)
No comments:
Post a Comment