13 Sept 2012

HIDUP ADALAH PILIHAN....Syukur atau kufur



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudaraku seiman yang di rahmati Allah Ta'ala...
Kehidupan dunia ini adalah nikmat dan sesuatu yang menyenangkan. Sedangkan mereka yang di takdirkan tanpa materi yang cukup, mungkin mereka berkata tidak....Hidup adalah beban dan merupakan tumpukan penderitaan saja.

Seiring jauhnya seseorang dari agama dan rusaknya moral manusia denganmudah kita menganggap hidup di dunia ini adalah beban. Mereka tak mampu lagi berfikir positif, hidupnya beban, pemikirannya sempit, hasilnya bisa di tebak....STRES..., merasa tertekan, lebih-lebih bunuh diri adalah solusi.

Hidup adalah kemurahan Allah dengan di utusnya Rasul kepada manusia dan Al Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup...yang akhirnya bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan hidup, baik dunia akhirat. Orang yang pandai bersyukur senantiasa aktif dan di namis, seluruh permasalahannya dan aktifitasnya menjadi lahan subur baginya.

HIDUP ADALAH PILIHAN


(Hidayah dari Allah)...Penjelasan dari hakikat kehidupan manusia. Allah mengutus Rasul untuk mengajarkan yang Al haq (kebenaran), Al bathil (keburukan), Al huda (petunjuk), Al dholalah (sesat). Apakah kita mampu bersyukur atau malah kita kufur. Karena kehidupan di dunia ini dengan fasilitas yang menjadi taruhan bagi manusia...!!!.

Allah hanya sebatas memberikan jalan menuju surga dan memjelaskan cara meraih keselamatan itu, sebagai pilihan itu ada pada manusia. Tak jarang manusia bersyukur jika mendapatkan nikmat berupa materi dunia saja. Bersyukaur tak sebatas membasahi lidah dengan ucapan, tak cukup diakui dalam hati saja, tanpa ada amalan kebaikan. Sikap syukur yang benar adalah ketika seseorang mampu menjadikan rasa syukur di hati (batin) menjadi dzikir di lidah (lahir), ucapan, bergerak, berusaha dan mencari solusi dengan batas-batas kemampuan yang pada akhirnya berbuah ketaatan kepada Allah semata.

Tanpa kita sadari terkadang sehari tak terhitung nikmat yang Allah berikan kepada kita manusia. Berapa kali kita mengeluh mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Hal yang manusiawi sekali mengeluh, karena memang sudah menjadi tabiat manusia yang suka berkeluh kesah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
‘’Sesungguhnya manusia diciptakan bersifaf keluh kesah lagi kikir, apabila ia di timpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. Al Ma’arif : 19-21)’’.

Padahal sesungguhnya kalau kita renungi amat banyak nikmat Allah yang di limpahkan kepada kita, namun kita lupa mensyukurinya. Salah satunya adalah nikmat SEHAT. Sudahkah kita meluangkan waktu untuk bersujud dan mengucap syukur dengan tulus kepada Allah???...Coba kita renungkan berkat nikmat sehat itu banyak hal yang bisa kerjakan dengan lancar. Jika ada hambatan dan rintangan dalam persoalan itu adalah seni kehidupan agar lebih berwarna. Anggaplah itu semua sebagai ujian, tantangan dan cara Allah untuk mendewasakan kita (hamba).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
‘’Dia Yakub menjawab,’’Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui ( QS. Yusuf:86)’’.

Saudaraku...
Marilah mulai sekarang kita banyak bersyukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang di limpahkan kepada kita, dan kurangilah kebiasaan berkeluh kesah atas segala keadaan yang kurang menyenangkan. Anggaplah ini semua sebagai episode kehidupan...dan semua orang akan mengalaminya. Nikmatnya begitu besar, kala kita masih hidup dan bisa bernafas....Alhamdulillah wa syukurilah.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...