Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku seiman yang di rahmati Allah
Ta'ala...
Kehidupan dunia ini adalah nikmat dan sesuatu
yang menyenangkan. Sedangkan mereka yang di takdirkan tanpa materi yang cukup,
mungkin mereka berkata tidak....Hidup adalah beban dan merupakan tumpukan
penderitaan saja.
Seiring jauhnya seseorang dari agama dan
rusaknya moral manusia denganmudah kita menganggap hidup di dunia ini adalah
beban. Mereka tak mampu lagi berfikir positif, hidupnya beban, pemikirannya
sempit, hasilnya bisa di tebak....STRES..., merasa tertekan, lebih-lebih bunuh
diri adalah solusi.
Hidup adalah kemurahan Allah dengan di utusnya
Rasul kepada manusia dan Al Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup...yang
akhirnya bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan hidup, baik
dunia akhirat. Orang yang pandai bersyukur senantiasa aktif dan di namis,
seluruh permasalahannya dan aktifitasnya menjadi lahan subur baginya.
HIDUP ADALAH PILIHAN
(Hidayah dari Allah)...Penjelasan dari hakikat
kehidupan manusia. Allah mengutus Rasul untuk mengajarkan yang Al haq (kebenaran),
Al bathil (keburukan), Al huda (petunjuk), Al dholalah (sesat). Apakah kita
mampu bersyukur atau malah kita kufur. Karena kehidupan di dunia ini dengan
fasilitas yang menjadi taruhan bagi manusia...!!!.
Allah hanya sebatas memberikan jalan menuju
surga dan memjelaskan cara meraih keselamatan itu, sebagai pilihan itu ada pada
manusia. Tak jarang manusia bersyukur jika mendapatkan nikmat berupa materi
dunia saja. Bersyukaur tak sebatas membasahi lidah dengan ucapan, tak cukup
diakui dalam hati saja, tanpa ada amalan kebaikan. Sikap syukur yang benar
adalah ketika seseorang mampu menjadikan rasa syukur di hati (batin) menjadi
dzikir di lidah (lahir), ucapan, bergerak, berusaha dan mencari solusi dengan
batas-batas kemampuan yang pada akhirnya berbuah ketaatan kepada Allah semata.
Tanpa kita sadari terkadang sehari tak
terhitung nikmat yang Allah berikan kepada kita manusia. Berapa kali kita
mengeluh mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Hal yang manusiawi sekali mengeluh,
karena memang sudah menjadi tabiat manusia yang suka berkeluh kesah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
‘’Sesungguhnya manusia diciptakan bersifaf
keluh kesah lagi kikir, apabila ia di timpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan
apabila mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. Al Ma’arif : 19-21)’’.
Padahal sesungguhnya kalau kita renungi amat
banyak nikmat Allah yang di limpahkan kepada kita, namun kita lupa
mensyukurinya. Salah satunya adalah nikmat SEHAT. Sudahkah kita meluangkan
waktu untuk bersujud dan mengucap syukur dengan tulus kepada Allah???...Coba
kita renungkan berkat nikmat sehat itu banyak hal yang bisa kerjakan dengan
lancar. Jika ada hambatan dan rintangan dalam persoalan itu adalah seni
kehidupan agar lebih berwarna. Anggaplah itu semua sebagai ujian, tantangan dan
cara Allah untuk mendewasakan kita (hamba).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
‘’Dia Yakub menjawab,’’Hanya kepada Allah aku
mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang
tidak kamu ketahui ( QS. Yusuf:86)’’.
Saudaraku...
Marilah mulai sekarang kita banyak bersyukur
atas nikmat Allah yang begitu banyak yang di limpahkan kepada kita, dan
kurangilah kebiasaan berkeluh kesah atas segala keadaan yang kurang
menyenangkan. Anggaplah ini semua sebagai episode kehidupan...dan semua orang
akan mengalaminya. Nikmatnya begitu besar, kala kita masih hidup dan bisa
bernafas....Alhamdulillah wa syukurilah.
No comments:
Post a Comment