15 Sept 2012

Liberalis pada zaman Imam Syafi’i



Tahukah anda, di zaman Imam Syafi'i juga udah ada liberalis | mereka lebih dikenal dengan nama ahli-kalam (ahli filsafat) ahli-kalam di zaman Imam Syafi'i ini sama kyk liberalis sekarang | mendewakan akal dan merelatifkan kebenaran Al-Qur'an dan As-Sunnah Imam Syafi'i tercatat hanya 1x berdebat dengan ahli-kalam, dan setelahnya beliau pun bertaubat | karena kesia-siaan debat dengan orang zindiq karena Imam Syafi'i tiada mau lagi layani ahli-kalam (liberalis) | maka mereka menuduh Imam Syafi'i takut, tak berilmu, dan tuduhan lain

sebagai balasannya, Imam Syafi'i bersyair buat kaum zindiq liberalis | Oh ya, zindiq itu menurut Imam Syafi'i adalah orang yang mengharamkan agama | atau dalam arti lain suka mencela agama atau mengingkari hukum Allah


“Katakanlah apapun yang engkau suka untuk mencaci kehormatan, diamku bagi pengolok-olok adalah jawaban bukan diriku tak memiliki jawaban | akan tetapi, tak pantas bagi singa untuk menjawab tantangan anjing"
Syair Imam Syafi'i barusan digubah oleh beliau saat berhadap dengan ahli-kalam | filsuf sableng yang menggugat dalil Allah dengan akal.  Imam Ahmad dalam kitab yang ditulisnya "Bantahan terhadap Kaum Jahmiyah dan Zindiq" juga menceritakan tentang liberalis zaman itu
"mereka melepaskan tali fitnah dan mengibarkan bendera bid’ah" begitu tegas Imam Ahmad | persis kan seperti liberalis masa kini? "berselisih dalam Al-Qur‘an, menyelisihi Al-Qur‘an, bersatu untuk tinggalkan Al-Qur‘an, berkata tentang Allah & kitab-Nya tanpa dasar ilmu". Para liberalis zindiq ini memang sudah menutup mata dan hati dari kebenaran | atas nama Islam mereka berusaha sengaja menentang Islam
.

Imam Syafi'i berlisan “aku tak mendebat ahli kalam (liberalis) kecuali sekali, setelah itu aku beristighfar kepada Allah dari hal itu”. Bebal adalah ciri liberalis, sombong kepada Allah | "seakan-akan akan kedua pendengaran mereka ada sumbat".  Imam Syafi'i tegaskan “tiap orang yang bicara berdasar Al-Qur‘an & As-Sunnah maka dia bersungguh, selain keduanya maka dia mengigau”.

Imam Syafi'i pun berucap “mempelajari ilmu kalam (filsafat liberal) adalah sebuah kejahilan (kebodohan)”. Imam Syafi'i juga katakan “hukuman bagi ahli kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, dinaikkan di unta, diarak keliling kampong  seraya dikatakn pada khayalak : "ini hukuman bagi yang berpaling dari Al-Qur‘an & As-Sunnah lalu menuju ilmu kalam/filsafat (liberal)'". Maka biarlah sang pendusta berkicau dalam kesendirian | tempat mereka sudah ditetapkan kala mereka menolak Al-Qur'an. Mendewakan akal dan anggap diri mereka lebih tahu ketimbang ayat-ayat Al-Qur'an.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...