RBI, KEPAHIANG - Panitia pembangunan mesjid Agung
Al-Amin Kepahiang yang juga Ketua MUI Kepahiang, Drs. H. Thobari Mu'ad
menyatakan siap mati demi terbangunnya mesjid yang akan menjadi kebanggan
masyarakat Kepahiang. Menurut mantan Kandepag RL itu, membangun mesjid adalah
salah satu tugas mulia dan akan menjadi pahala jika mesjid itu digunakan oleh
umat.
"Jangankan hanya ditetapkan sebagai tersangka,
mati pun saya siap demi umat Muslim Kepahiang dapat beribadah di mesjid Agung
yang akan menjadi kebanggaan masyarakat se-Provinsi Bengkulu," tegas
Thobari kepada jurnalis di runag Humas dan Protokol Setda Kepahiang, Jumat
(05/10).
Thobari yang tersangkut perkara dugaan pengerusakan
asrama siswa SMK-SPP Bengkulu di Desa Kelobak imbas dari rencana pembangunan
mesjid Agung Al-Amin. Menurutnya, jika penetapan ia menjadi tersangka oleh
Polda Bengkulu adalah final maka ia tetap mengikuti prosedur hukum yang
berlaku.
"Yang jelas, setiap saya bertugas di mana pun,
saya ikut andil membangun mesjid. Waktu dulu saya tugas di Bengkulu Utara dan
Rejang Lebong saya sukses andil dalam pembangunan mesjid dan semua masyarakat
mendukung," sampainya.
Diterangkan Thobari, membangun sebuah mesjid
termasuk jihad di jalan Allah SWT. Sudah seharusnya, masyarakat dan pemerintah
mendukung langkah Pemkab Kepahiang tersebut. "Membangun mesjid itu adalah
untuk kepentingan umat, bukan kepentingan individu. Seharusnya Pemprov Bengkulu
mendukung langkah ini dan kami yakin Pemprov mau rakyatnya memiliki kegiatan
ibadah yang baik," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Thobari juga menceritakan bahwa
ia telah mendapat surat panggilan dari Polda Bengkulu untuk dimintai lagi
keterangan. "Saya sudah dapat surat panggilan, namun tadi malam saya
dikabari lagi oleh penyidik Polda kalau panggilan terhadap saya itu
diundur," imbuh Thobari. (mae)
No comments:
Post a Comment