JPNN.COM
BENTROK: Ratusan massa pendukung
Bupati Seluma nonaktif Murman Effendi yang baru diberhentikan oleh Mendagri
Gamawan Fauzi, melakukan aksi demo ke DPRD Seluma. Massa menuntut Murman
Effendi diaktifkan kembali sebagai Bupati. Aksi demo diwarnai bentrok dengan
aparat.
SELUMA - Eskalasi poltik di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang
memanas sejak kepulangan Murman Effendi akhirnya memantik api. Ratusan massa
pendukung bupati yang dinonaktifkan Kamis (3/1), terlibat bentrok dengan aparat
keamanan. Kerusuhan pecah sekitar pukul 13.07 WIB saat kerumunan massa yang
berada di luar gedung DPRD, kesal menunggu pertemuan di dalam gedung.
Prakk!!!! Prakkk!!! Di tengah terik matahari yang cukup menyengat, massa mulai melempari gedung dewan dengan batu. Dalam hitungan detik, hujan batu tak terelakkan. Kaca gedung dewan di lantai satu dan lantai dua pecah berantakan. Pada saat lemparan batu terjadi, di dalam gedung DPRD masih ada Ketua DPRD Seluma Drs Zaryana Rait bersama Ketua Fraksi dan unsur pimpinan dewan, Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Drs Misran Musa, Di Sabara Polda, Dir Intel Polda, Dir Pamovit.
Sejumlah polisi yang saat itu sedang berjaga-jaga sempat kelabakan sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membubarkan massa. Ditengah hujan batu yang melempari kantor DPRD Seluma dan polisi, sejumlah gas air mata ditembakkan oleh polisi seraya personil lainnya menghalau.
Satu unit Water Canon yang telah disiagakan sebelumnya, turut diterjunkan menghalau massa pendukung Murman ini. Setelah konsentrasi massa berhasil dipecah menjadi dua dan sebagian kabur dan dihalau dan sejumlah warga berhasil diamankan, barulah pelemparan batu mereda sekitar pukul 14.00 WIB.
Dua warga diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Korlap dan orator aksi juga diamankan diantaranya H Bustan Dali yang juga Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Seluma dan Kades Sakalak, Rijo Haliman Nata.
Bagaimana
kronologis bentrok? Awalnya, massa tiba di halaman kantor DPRD Seluma sekitar
pukul 08.00 WIB dengan menggunakan mobil dan motor. Setibanya di gedung dewan,
massa langsung menggelar orasi yang mendesak agar Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten
Seluma tidak melaksanakan rapat membahas tindaklanjut surat pemberhentian
Murman Effendi selaku Bupati Seluma. Massa mendesak, agar proses pelantikan
Bundra Jaya sebagai Bupati dilakukan setelah adanya putusan PK dari MA atas
kasus Murman.
"Kami minta, pimpinan Dewan tidak menindaklanjuti surat Mendagri hingga adanya putusan PK. Pokoknya tidak ada rapat hari ini," tegas Bustan disambut sorak dari massa.
Bustan juga mengancam jika pimpinan dewan tetap menindaklanjuti surat Mendagri, pihaknya tidak menjamin aksi yang terjadi dari ratusan massa tersebut. Massa datang aksi tidak dengan tangan kosong. Mereka mengusung spanduk dan pamflet yang bernada meminta Murman dipertahankan sebagai Bupati Seluma karena dianggap sudah berhasil membawa perubahan Kabupaten Seluma.
"Kami masyarakat Seluma tetap ingin Murman sebagai Bupati. Bundra No, Murman Yes. Aek pengkhianat," begitu bunyi salah satu pamflet yang diusung pendemo.
http://rochimianto.blogspot.com/
ReplyDeletesesama anak seluma mampir ya,,,,,
maju terus seluma
http://rochimianto.blogspot.com/
ReplyDeletesesama anak seluma,,, mampir ya
http://rochimianto.blogspot.com/
ReplyDeletesesama anak seluma,,, mampir ya