Sumber : Kaskus
Forum
Sebelum anda
baca thread ini. gw mau ingetin dulu, thread ini thread berat. buat elu yg
ngerasa masih sekolah, elu yg mahasiswa semester awal, ato elu yg masi belom
ngerasain cari duit sendiri, ato elu yg ngaskus buat ngisi waktu lu yg banyak
nganggurnya. gw mohon dengan hormat silahkan cari thread lain.
Tp buat elu yg
udh cari duit sndiri atau elu yg PEDULI akan nasib bangsa ini. gw MOHON
sempatkan waktu lu 10-15 menit buat baca tumpahan isi hati gw. Gw jamin tulisan
gw ini sedikit banyak ada gunanya buat kehidupan lu. gw yakin semua orang sudah
terdampak, tapi gak banyak yang sudah benar2 MERASAKAN atau PAHAM dengan semua
yg terjadi akhir2 ini. semoga disini elu bisa sedikit tercerahkan.
gw kaga
berharap rate, cendol ato apapun itu. gw cuman MOHON sempatkan waktu lu 10-15
menit untuk buka mata hati, nurani dan fikiran lu. BACA dan kalo bisa lu share
sebanyak2nya
OKE YUK KITA
MULAI
Oke, semuanya
dimulai saat semua hingar bingar politik soal pemilu beres. akhirnya
dilantiklah Jokowi sebagai presiden dan JK sebagai wakilnya. jujur gw seneng gw
punya presiden yg bermuka polos dan (sepertinya) dekat sekali dengan rakyat.
dalam hati kecil gw, inilah presiden yang bisa ikut merasakan semua senang dan
sedihnya rakyat karena dia betul2 membaur. Komitmennya untuk pemberantasan
korupsi juga (sepertinya) luar biasa karena dia sendiri punya gaya hidup yang
bener2 membumi. Political session selesai dan negara kita masuk ke governing
session dimana (seharusnya) semua kepentingan politik sudah dikesampingkan dan
kita MEMULAI mengerjakan pembangunan untuk 5 tahun kedepan.
Nah gw pun
sangat setuju, Jokowi itu bersih, merakyat, polos dkk. tp BUKAN itu yang pengen
gw bahas disini. gw pengen bahas seperti apa KEBIJAKAN yg dia keluarkan, apa
saja yg sudah dia LAKUKAN dan DAMPAKNYA pada masyarakat luas selama dia
menjabat sekian bulan ini.
oiya, gw jg mau
kasitau lu. gw kaga ngerti apa itu panastak panasbung. kalo panadol gw akrab.
akhir2 ini pala gw sering pusing lihatin tagihan yg makin menggila berserakan
di meja gw. curhatan gw bukan terkait gw suka si A jd presiden, mending si B
turun aja deh. bukan itu. gw pengen ajak lu berpikir secara obyektif tentang
kondisi INDONESIA
Oke kata
pengantar selesai. skrg kita masuk ke inti permasalahan
5 bulan ini
Jokowi mengeluarkan banyak kebijakan. baik yang sesuai atau tidak sesuai dengan
janji politiknya selama kampanye. gw paham betul apa yg dia INGIN lakukan.
intinya adalah naikkan pendapatan negara, buang pengeluaran yang tidak perlu,
dan fokuskan APBN ke sektor2 yang berpihak ke rakyat kecil dan masyarakat umum
melalui pembangunan infrastruktur dan kartu2 sadis itu. ada yang salah ? tidak
ada. semua itu sangat benar
TAPI
tololnya adalah
dimana ketika dia naikin harga semua kebutuhan yang jadi hajat hidup org
banyak, dan juga pajak yang (menurut dia) terlalu berpihak pada orang2 kaya,
semua langsung berimbas langsung pada inflasi, turunnya daya beli, PHK masal
dan hancurnya pilar2 perekonomian. ketika para pelaku usaha alias yang dia
anggap "orang kaya" tersebut ditekan dengan pajak dan penghapusan
subsidi yg berimbas pada kenaikan harga bahan baku dan ongkos produksi,
transportasi, dan logistik ditambah dengan melonjaknya dolar dan turunnya daya
beli masyarakat, otomatis akan ada rasionalisasi di tubuh perusahaan untuk
menyeimbangkan neraca keuangan. opsinya cuma ada 4 : pertama, naikkan harga
produk. kedua, pengurangan volume produksi. ketiga, perampingan karyawan.
keempat, pemotongan gaji/insentif. opsi pertama susah dilakukan karena daya
beli pun melemah. yg murah aja susah laku apalagi yang mahal ? sehingga opsi yg
lain HARUS dilakukan perusahaan untuk keberlanjutan usaha. bahkan, yang sudah
tidak kuat pasti terpaksa gulung tikar daripada menanggung kerugian lebih
lanjut. siapa yang lebih rugi ? bos (para orang kaya) ? atau karyawan (orang
kecil) ?
Sedangkan
pengalihan APBN untuk infrastruktur yang diharapkan dapat menyelamatkan ekonomi
BUTUH WAKTU PALING TIDAK 3-4 TAHUN. Apa yang terjadi dalam 3-4 tahun kalau
terus seperti ini ? HANCUR BOS. Kenapa ? Gejolak dari atas sampai bawah akan
memicu inflasi berkepanjangan dimana pemerintah akan sibuk menambal kebocoran
di sana sini dengan paket2 kebijakan penyelamatan ekonomi jangka pendek yang
tidak jelas kerangka nya. kalo diibaratkan seperti orang yang jalan lurus di
jalan rusak, dia hanya sibuk melihat kebawah, fokus menghindar agar tidak
terpeleset lobang tp dia tidak melihat kedepan, dia tidak tahu di depan ada
jurang besar karena dia hanya lihat kebawah dan sibuk sendiri menghindari
lobang2 kecil. dalam 3 tahun akan ada PHK besar2an dan efek langsungnya adalah
banyaknya pengangguran + naiknya kriminalitas, sudah keliatan dikit kan
efeknya? begal2 pada terbangun dr tidur.
gimana dengan
ekonomi luar negeri ? dampak dari paket kebijakan ekonomi yg tidak jelas frame
nya, Indonesia kehilangan kepercayaan asing, percuma jokowi koar2 ke luar
ngemis2 investasi tp kondisi di dalam amburadul. para pengusaha bukan orang
tolol yg mau investasi di negara yang sakit. negara yang tiap 1-2 bulan ganti
kebijakan, tiap 1-2 bulan ada kenaikan harga harga. perlu juga lu garisbawahi
bahwa sekali harga naik, susah sekali turunnya meskipun BBM turun. ya kan ?
impor naik
karena pemerintah mencoba memperbaiki harga2 kebutuhan pokok yang melonjak
seperti beras, gula, kedelai dkk karena memang cara paling mudah dan cepat (tapi
cara ini buruk efek jangka panjangnya) untuk menurunkan harga suatu barang
adalah naikkan supply-nya (hukum supply and demand sederhana). gimana caranya?
ya impor. karena harga di dalam sudah terlampau tinggi dan harga dari luar
negeri masih murah. mau ngomong swasembada pangan ? MUSTAHIL bos selama
harga2nya gak bisa stabil. bakal selalu ada penimbunan karena org pengen ambil
untung dari harga yg naik turun. Apa dampak langsung dari impor bahan2 pokok?
Rupiah melemah! kenapa ? beli pake dolar bos (international currency). Dengan
tololnya lagi Jokowi bilang rupiah masih aman. mending lu sekolah lagi dah.
Ekspor gimana ? sudah jelas dengan dicekiknya para pengusaha, boro2 mau ekspor,
bisa bertahan aja udah bagus. Gw kasih gambaran dikit, bayangin sekarang
pengusaha2 kakap yang punya hutang diluar negeri atau hutang apapun yg dlm
bentuk dolar, anggaplah utang dia 1.000.000 USD, dengan kurs lama pas dolar
kisaran 9rb-10rb an berarti utang dia kalo dirupiahkan 9M-10M. tapi sekarang
dengan dolar 13rb, utang dia jadi 13M, itu berarti naik 30% !! dengan asumsi
dia hanya bermain di pasar lokal, 30% itu LANGSUNG harus ditambahkan ke
pengeluaran, dan belum terhitung lagi bunga nya. mohon maaf, kalo boleh jujur,
1jt USD itu bukan angka yang besar buat utang perusahaan, sangat sangat banyak
perusahaan yg punya utang segitu di Indonesia (bisa dibilang ini baru kelas
hutang perusahaan menengah, bukan besar) dan sekarang mereka sedang setres dan
melakukan perombakan besar2an dalam perusahaan, apalagi perusahaan yg punya
utang lebih dari itu, bayangkan brp ribu, brp ratus ribu orang karyawan yang
punya potensi di PHK karena ini? tunggu aja 1-2 tahun, kalo dibiarkan kaya
gini, Indonesia akan mengalami 98 kedua.
Dan bagaimana
dengan kartu2 hebat itu ? sudahlah, rakyat yang tidak bisa makan, dikasih kartu
sehat dan pintar juga tidak akan bisa sehat dan pintar. Kawan2 dokter sudah
mulai berteriak dengan melonjaknya jumlah pasien yg mengatasnamakan RAKYAT
KECIL dengan kartu saktinya. Dokter juga manusia, profesinya berkaitan dengan
nyawa orang, kalau dipaksakan kerja rodi, tolong dimaklumi kalau salah2 potong
atau salah2 tambal. supir angkot aja kalau kecapean/ngantuk bisa nabrak.
jaminan kesehatan tidak sesederhana itu bos, perlu juga tambahan tenaga medis
dan peralatannya. Tiongkok yg sudah maju aja gak brani kasih jaminan kesehatan
ke rakyatnya. kartu pintar ? nasib guru ? ah sudahlah... capek ngetik.. bener
kata orang2, yg dibutuhkan rakyat sekarang itu KARTU SABAR, orang Indonesia
skrg lebih butuh keSABARan daripada keSEHATan atau kePINTARan
beginilah efek
orang di sekitar jokowi yang terlalu banyak diisi orang2 yg berkepentingan
politik daripada profesional. tolong dimaklumi kalau mereka tolol dan ngawur
karena mereka memang pada dasarnya kurang paham pekerjaan mereka. bahkan dengan
indahnya sekarang jabatan2 pucuk pimpinan dan komisaris BUMN sudah diam2 diisi
orang2 lingkaran dekat penguasa. Selamat Pak Jokowi, nama anda akan diingat
sejarah sebagai orang yang pernah mencoba membunuh negara ini (semoga tidak
sampai mati).
SALAM INDONESIA
RAYA
gw yakin bakal
banyak orang fanatik yg bikin komen2 tolol disini (entah fanatik entah emang
bner2 tolol)
komen kayak
gini ini contoh komen tolol :
kita jangan selalu menyalahkan pemerintah atas apa yang terjadi sama kita. sama aja kita miskin trus nyalahin orang. mending kita sibuk kerja daripada kritik. toh kita koar2 disini juga nggak sampe ke telinga mereka. biar pemerintah bekerja dan kita tunggu hasilnya, terlalu dini untuk menilai kinerja pemerintah.
kita jangan selalu menyalahkan pemerintah atas apa yang terjadi sama kita. sama aja kita miskin trus nyalahin orang. mending kita sibuk kerja daripada kritik. toh kita koar2 disini juga nggak sampe ke telinga mereka. biar pemerintah bekerja dan kita tunggu hasilnya, terlalu dini untuk menilai kinerja pemerintah.
kenapa tolol ?
kita kritik
bukan berarti kita kaga kerja bos. kita kerja lebih keras daripada dulu, kita
pusing, setres mikirin kerjaan yang makin sulit dengan kebijakan2 pemerintah yg
semakin hari semakin ngawur. mau makan apa kita kalo kaga kerja di era jokowi
ini ? yg kerja keras aja masih susah makan apalagi yg males ?
gw bisa maklum
kalo lu masih mahasiswa ato anak sekolah ato karyawan kelas menengah dgn gaji
3-6jt. elu kaga ngerasain apa2 3-4 bulan ini. BELUM ngerasain lebih tepatnya.
lu masih fine2 aja dengan kenaikan harga2 kaya gini
lu kaga tau
skrg gimana mlintirnya para pengusaha yang harus melintir mikirin utang,
mikirin omset, mikirin karyawan yg minta tambahan uang bensin, uang makan, uang
bonus karena anak mereka jg butuh susu, butuh popok yg sekarang naik smua
harganya. sedangkan dagangan kagak laku. lu kagak tau MLINTIRNYA kita.
oke gw bukan
pengusaha kakap, gw cuman pengusaha menengah, karyawan gw cuma 10. lu kagak tau
gimana gw nangis liatin karyawan gw banting tulang, lembur biar bisa dapet
bonus ato sekedar mengambil hati gw. sedangkan gw gak bsa ngasih apa2 ke mereka
soalnya dagangan sepi. itu masih pengusaha cap tempe kaya gw. bayangkan org yg
punya karyawan 100 ? satu org minta kenaikan gaji 100rb aja, udh ada beban
tambahan 10jt PER BULAN. belum omset turun, belum ongkos produksi naik,
listrik, bbm, bahan baku, pajak. bayangkan lagi yg karyawannya 300 lebih ? Oke
lu mungkin kaga gitu paham soalnya lu kaga pernah ngerasain.
buat para
karyawan yg merasa kinerjanya biasa aja ato perusahaannya lg sepi. siapkan
mental anda, bisa jadi bulan depan anda yg dirumahkan
masih bisa
bilang "jgn kritik doang, kerja dong" ? yaaa monggo dilihat 3-4 bulan
ini. bersyukurlah kalo anda ato bapak anda masih bisa bekerja ato dapat
kenaikan gaji. rekan2 gw sesama pengusaha udh mulai cut karyawannya. bahkan ada
yg setres sudah siap2 gulung tikar
kita kritik
bukan berarti kita pengen menyalahkan org lain karena nasib kita. kita kritik
soalnya SIAPA LAGI yg kita kritik kalo kejadian kaya gini ?? tuhan ?? SIAPA
LAGI yg berhak bikin regulasi dan kebijakan fiskal kalo ga pemerintah ??
semoga dengan
tulisan curahan hati gw, elu elu yg masih belom paham apa yg terjadi bisa
sedikit tercerahkan. yg masih KEPALA BATU jg gpp, gw doakan bukan elu atau
bapak elu yg dipecat bulan depan. amin
sori kalo
thread ini panjang, membosankan, dan gak ada gambarnya. gw emang gak pinter
bikin thread. bertaun2 gw ngaskus jadi silent reader, baru kali ini gw nulis
sepanjang ini. gw sempetin ngetik ditengah padatnya dan setresnya gw masalah
kerjaan karena panasnya hati gw dan rekan2 gw.
gw malah sangat
berterimakasih klo ada yg mau ngerepost dan mempercantik thread ini. yang
penting jangan merubah ato mengurangi isi.
No comments:
Post a Comment