Nasib siswa di Kabupaten Lebak, Banten, yang terpaksa melintasi jembatan gantung darurat untuk pergi bersekolah, juga terjadi di Desa Gelombang, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Setiap pagi, murid-murid SD di desa tersebut harus menantang maut dengan melintasi jembatan yang tinggal kawatnya saja, karena jembatan tidak berlantai lagi.
Jembatan sepanjang lebih kurang 100 meter dengan ketinggian lebih kurang 15 meter ini melintasi Sungai Air Alas. Jembatan ini menghubungkan Desa Gelombang dengan Bandung Agung. Jembatan juga merupakan sarana penghubung bagi masyarakat dan murid yang niat pergi ke sekolah. Memang ada jalan alternatif, namun jalan ini terlalu jauh karena memutar. Sehingga warga memilih untuk melewati jembatan ini kendati harus menantang bahaya.