Pengamat sosial politik dari Universitas Bengkulu, Novi Hendrika Jaya Putra, S.Sos, MPSSp mengatakan, penyebab besarnya jumlah penunggak pajak bukan hanya rendahnya kesadaran masyarakat. “Apa yang dipertontonkan Pemerintah selama ini kontraproduktif dari apa yang seharusnya. Contohnya kasus Gayus Tambunan. Sehingga, kasus ini menimbulkan kekecewaan masyarakat,” kata Jaya.
Jaya menyarankan agar pemerintah dapat memberikan suatu contoh yang baik kepada masyarakat. Termasuk juga gaya hidup pejabat ikut berpengaruh. “Seharusnya Pemerintah melakukan sosialisasi melalui pendekatan yang mendidik. Sehingga masyarakat menyadari apa guna pajak. Dengan pamahaman yang dimiliki, secara alamiah kesadaran untuk membayar pajak juga akan timbul,” ujar Jaya.
Target PAD
Yusmaraningsih memprediksikan jumlah penunggak pajak dari tahun ke tahun kemungkinan besar bertambah. “Persentase jumlahnya sama, antara kendaraan roda empat maupun roda dua,” kata Yusmaraningsih kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/2). Yusmaraningsih menjelaskan, penyebab penunggakan pembayaran pajak kendaraan karena rendahnya kesadaran masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. Padahal, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak masih yang tertinggi. Untuk itu, Dispenda telah membuat program untuk mengatasi hal tersebut.
Selain melakukan razia kendaraan dengan bekerja sama dengan Kepolisian Daerah dan Polres, Dispenda juga mengupayakan jemput bola. Yakni membuat layanan Samsat keliling untuk mendatangi para wajib pajak, terutama di daerah-daerah terpencil. Kendaraan yang akan digunakan petugas tersebut, menurut Yusmaraningsih, akan dilengkapi perangkat komputer, sehingga masyarakat bisa membayar pajak cukup dari rumah (online).
“Pada tahun ini target pajak yang harus dicapai Dispenda dari sektor pajak sebesar Rp 371 miliar. Tahun lalu total keseluruhan PAD yang didapat dari semua jenis pajak sebesar Rp 445 miliar. Mudah-mudahan pemberlakuan pajak secara online dapat meningkatkan PAD Provinsi Bengkulu pada tahun ini,” ujar Yusmaraningsih. (san)
No comments:
Post a Comment