27 Feb 2011

Konferdalub Molor, PGRI Seluma Pecah

SELUMA KOTA – Bibit perpecahan di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Seluma, mulai muncul. Mundurnya Lura Aniransyah, M.Pd sebagai Ketua PGRI dinilai akan menjadikan organisasi guru itu akan kompak ternyata meleset dari perkiraan. Ini terlihat dari pelaksanaan Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub) PGRI yang dijadwalkan Sabtu kemarin, ternyata molor.
Panitia Konferdalub, Wayan Gede, M.Pd, sebagai ketua panitia dan Syahjudin, M.Pd sebagai sekretaris, dinilai tak mampu melaksanakan Konferdalub. Sehingga peserta Konferdalub dan pengurus PGRI Provinsi yang hadir sepakat untuk mengganti kepanitiaan yang baru.
Sehingga kepanitiaan pelaksanaan Konferdalub saat ini terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama adalah Wayan Gede cs. Sedangkan kubu kedua adalah Mahadi, M.Pd cs yang juga sejalan dengan PGRI provinsi.‘’Ada sekitar 80 peserta dari ranting yang tertipu. Mereka sudah datang di Balai Adat, tapi ternyata Konferdalub ditunda. Kalau saja peserta yang hadir sampai 50 persen lebih 1, Konferdalub tetap akan saya laksanakan,’’ ungkap Mahadi, salah seorang penerima mandat dari PGRI Provinsi ini.
Sampai saat ini (sore kemarin-red.), lanjutnya belum ada kepanitiaan baru. Hanya saja peserta yang sudah hadir dan PGRI Provinsi sudah sepakat untuk membentuk penitiaan baru. Lagi pula, kepanitiaan Wayan Gede habis masa berlakunya malam nanti (tadi malam) pukul 00.00 WIB.

Karena, peserta yang hadir dan PGRI Provinsi menilai kepanitiaan yang sudah terbentuk tidak mampu melaksanaan Konferdalub. Batas waktu panitia untuk melaksanakan Konferdalub sudah berakhir sesuai dengan tanggal yang ditetapkan, paling lambat tanggal 26 Februari.

Terpisah, Syahjudin membantah kalau mereka tidak mampu melaksanakan Konferdalub. Hanya saja, tegasnya, persiapan mereka belum matang. Maka daripada Konferdalub asal-asalan, lebih baik ditunda. Selain itu, selaku panitia mereka juga belum melakukan koordinasi dengan Pemda Seluma sebagai mitra organisasi.
‘’Sangat aneh kalau sampai dibentuk panitia baru. Ada pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan kami menjadi panitia. Ini ada apa? Walaupun panitia yang baru, Konferdalub tetap akan ditunda,’’ tandas Syahjudin.

Sementara Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Prof. Sudarwan Danim, menegaskan pembatalan Konferdalub kemarin semata-mata karena ketidakmampuan. Karena tugas panitia sudah berakhir, PGRI Provinsi bersama peserta yang terlanjur hadir akan membentuk panitia yang baru.

‘’Tidak ada kubu-kubuan (perpecahan). Masa tugas panitia (Wayan Gede cs) memang berakhir hari ini (kemarin). Bukan tak setuju mereka jadi panitia. Tapi mereka dinilai tidak mampu melaksanakan Konferdalub,’’ demikian Sudarwan Danim.

SB : http://harianrakyatbengkulu.com/?p=1236

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...