20 Sept 2011

Multiyears Seluma Diusut KPK, Dewan Pecah Kongsi

SELUMA KOTA – Diusutnya dugaan gratifikasi (pemberian hadiah atau suap,red) dalam pengesahan Perda 12 tahun 2010 tentang multiyears oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya berimbas perpecahan di tubuh DPRD Seluma. Apalagi dengan adanya perang opini publik antara pelapor ke KPK Mufran Imron, SE dan Ketua DPRD Drs. Zaryana Rait.
Perpecahan di tubuh dewan ini juga terlihat saat menjalankan agenda dewan. Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang berjumlah 21 orang, hanya hadir sembilan. Termasuk Mufran Imron, SE sebagai anggota tidak hadir.
Terakhir rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati 2010 yang digelar kemarin (15/9). Tujuh anggota dewan tidak hadir. Mereka Mufran Imron, Mulyan Lubis Ais, S.Sos, Ulil Umidi, Jonaidi, SP, Jonaidi, Ismadia, S.Pd, Midin Amad dan H. Midin Amad, SE, MM. Lima dari tujuh dewan itu telah menyerahkan cek dan uang tunai yang dijadikan bukti adanya gratifikasi ke KPK. Yakni Mufran Imron, Mulyan Lubis Ais, Jonaidi SP, Ulil Umidi, Midin Amad dan Jonaidi. Sementara Ismadia, masih izin melahirkan.
Ketua DPRD Seluma Drs. Zaryana Rait dikonfirmasi menepis adanya perpecahan di lembaga perwakilan rakyat yang dipimpinnya. Menurutnya, masing-masing anggota menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. ‘’Dewan memang terbagi-bagi dalam fraksi-fraksi. Tapi, kalau pecah tidak benar. Tidak ada blok-blok di dewan,’’ ucap Aek, sapaannya.
Terkait tidak aktifnya sejumlah anggota dalam kegiatan dewan belakangan ini, Zaryana Rait mengatakan kalau masing-masing dewan sudah tahu tugas yang harus dilaksanakannya. Tugas sebagai anggota dewan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan Tuhan nantinya.
Sementara Jonaidi mengatakan ketidakhadirannya dalam rapat paripurna lantaran dirinya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Dia membantah kalau dirinya masuk dalam blok tertentu di tubuh dewan yang dinilai mengalami perpecahan itu.
‘’Anggapan seperti itu (perpecahan,red) memang ada. Mungkin sehubungan dengan pemeriksaan di KPK. Namun sebenarnya tidak demikian. Saya tidak ada masuk suatu blok. Saya berjalan sendiri, yang saya yakini benar. Teman-teman lain mungkin lain lagi,’’ katanya mengakhiri.

SB : http://harianrakyatbengkulu.com/?p=4410

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...