15 Jan 2012

PUBLIK KIAN TAK DI HORMATI

Belanja untuk Publik Turun Rp 48,9 M

RBI, BENGKULU - Seperti 4 tahun sebelumnya, komposisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Bengkulu untuk 2012 belum menunjukkan perubahan berarti. Komposisi APBD tetap didominasi kebutuhan belanja tidak langsung yang menyedot hampir 70 persen dari total pengeluaran atau setara Rp 456 miliar lebih dari total pendapatan Rp 643,77 miliar. Bahkan, untuk porsi belanja langsung yang bersentuhan dengan kebutuhan publik justru mengalami penurunan dibanding 2011 yang mencapai Rp 231,7 miliar. Pada 2012 hanya diplot sebesar Rp 182,8 miliar.

Demikian terungkap dalam rapat paripurna DPRD kedua masa sidang kesatu tentang Rancangan Peraturan Daerah Kota Bengkulu APBD 2012 tentang laporan hasil pembahasan Raperda APBD 2012 di ruang rapat utama DPRD Kota Bengkulu, , Sabtu (14/1). Dipaparkan dalam laporan hasil pembahasan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota tersebut, total Pendapatan sebesar Rp 643,77 miliar atau meningkat Rp 27,9 miliar dibanding pendapatan pada 2011 yang hanya sebesar Rp 615,87 miliar.

Dalam rincian pendapatan 2012, dengan tiga komposisi yaitu, PAD, Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah, ditetapkan untuk PAD 2012 ditargetkan sebesar Rp 54,82 miliar atau meningkat Rp 8,25 miliar dibanding 2011 yang dipatok sebesar Rp 46,57 miliar. Sementara Dana Perimbangan (Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, DAU, DAK) ditetapkan sebesar Rp 535,97 miliar atau meningkat sebesar Rp 81,64 miliar dari 2011 yang mencapai Rp 454,33 miliar. Sedangkan komposisi Lain-Lain Pendapatan Yang Sah (Hibah, Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi dan Daerah, Dana Penyesuaian), justru mengalami penurunan signifikan. Jika pada 2011 bisa mencapai Rp 114,96 miliar, pada 2012 hanya ditetapkan sebesar Rp 52,98 miliar atau menurun sebesar Rp 61,98 miliar. 

Kemudian, untuk rincian komposisi akumulasi pembelanjaan ditetapkan sebesar Rp 638,8 miliar. Dengan dominasinya tetap diproyeksikan ke Belanja Tidak Langsung atau untuk Belanja Pegawai, Hibah, Belanja Bansos, Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi, Belanja Bantuan Keuangan Kelurahan dan Belanja Tidak Terduga. Porsi Belanja Tidak Langsung menyedot hingga Rp 456,00 miliar atau meningkat sebesar 71,64 miliar dibanding 2011 yang juga menyedot hingga 70 persen komposisi APBD 2011 atau sebesar Rp 384,36 miliar.

Sementara untuk Belanja Langsung atau untuk kebutuhan belanja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), malah mengalami menurun sebesar Rp 52,57 miliar. Porsi Belanja Langsung untuk 2012 hanya diplot sebesar Rp 182,8 miliar jauh lebih kecil dibanding komposisi APBD 2011 yang memplot sebesar Rp 231,7 miliar. 
Wakil Walikota Bengkulu Edison Simbolon, S. Sos yang mewakili Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH dalam penyerahan laporan hasil pembahasan enggan berkomentar menanggapi pembagian komposisi APBD tersebut. Edison mengatakan, "Bagaimana peruntukan dananya, kemana saja belanja tak langsung dan langsungnya, DPRD yang lebih paham. Tapi yang jelas, ini pasti sudah berdasarkan pertimbangan dan pembahasan yang matang". (jek)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...