RBI, BENGKULU - Data
terhimpun, ketiga warga BS yang terluka adalah Sulik (65)warga Desa Suka Maju
Kecamatan Air Nipis yang mengalami luka di bagian depan kepala dan mendapat 12
jahitan. Basar (56) mengalami luka dibahu kiri akibat terkena tusukan pisau dan
Kamrin (58) warga Desa Keban Jati luka dibagian kepala belakang yang mendapat 4
jahitan.
Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP. Hery Wiyanto, SH mengatakan, warga yang terluka sedang menjalani perawatan dan dikawal polisi. Sedangkan 24 warga BS lainnya diselamatkan ke Polres Rejang Lebong. “Ada yang dirawat, ada yang diamankan di kantor polisi. Mereka tujuannya untuk bekerja tapi dijalan tiba-tiba dicegat para perampok. Diduga tiga orang warga BS yang terluka itu, sempat melawan hingga akhirnya dihajar para perampok. Saya mengimbau kepada warga kota untuk jangan dulu melewati jalur Rejang Lebong–Curup, cari jalan alternatif lain saja,” saran Hery.
//TNI Siaga
Apa yang terjadi di Binduriang ternyata berdampak ke TNI.
Kabar yang beredar, terjadi kerusuhan di Binduriang dimana anggota TNI menembak
warga jalan Blitar Kecamatan Binduriang. Info ini dibantah Kepala Penerangan
Korem 041 Garuda Emas (Gamas) Onsonuni, SH. Menurutnya, pengamanan wilayah
Binduriang bukanlah wewenang TNI. “Disana yang berwenang adalah pihak
kepolisian. TNI mendukung sepenuhnya tindakan polisi. Pasukan TNI sedang
melakukan pengamanan perbatasan di Papua, saat ini masih dalam perjalanan.
Sedangkan Koramil dan Babinsa di sana tidak dilengkapi dengan senjata. Pagi
tadi (kemarin) Danramil melayat ke rumah duka. Jadi tidak mungkin bila
penembakan dilakukan oleh aparat TNI,” kata Onsonuni kepada sejumlah wartawan
saat ditemui di Markas Korem 041 Gamas kemarin (12/7).
Dijelaskan, saat ini aparat TNI tidak melakukan langkah
apapun terkait kerusuhan Binduriang episode 2, sebelum prosedur dan mekanisme
yang di atur dalam UU yaitu pihak kepolisian meminta bantuan kepada TNI. “Bila
Kepolisian tidak mampu lagi baru meminta bantuan TNI. Itupun tidak serta merta
TNI langsung turun ke lokasi. Masih harus melaporkan dan mendapatkan
persetujuan dari atasan. Saat ini TNI hanya mendukung langkah yang diambil
kepolisian,” ujarnya lagi.
Dari informasi yang dihimpun TNI tentang kronologi kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB dini hari kemarin, terjadi perampokan mobil bus di Binduriang. Korban perampokan langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat. Kemudian polsek melaporkan ke polres, sehingga pada malam dini hari tersebut Polres Rejang Lebong dan Polsek Binduriang melakukan patroli. Saat melakukan patroli, mobil tim patroli dilempari batu oleh orang tidak dikenal. Terus menerus hingga terjadilah penembakan sekitar pukul 02.00 WIB.(lay/san)
Daftar Penumpang Bus Doa Bersama
1. Ali Kartoni (40) Kernet Bus warga Desa Palak Bengkerung
2. Umin Bin Rakip (37) warga Desa Palak Bengkerung
3 Sabida bin Jahuri (25) warga Desa Palak Bengkerung
4. Mimi bin Asikin (34) warga Desa Palak Bengkerung
5. Elmon bin Saimin (24) warga Desa Palak Bengkerung
6. Nelli yanti Binti Joyo (36)
7. Risda (40) warga Desa Darat Sawah, Seginim
8. Mila binti Siman (14)
9. Kisa Binti Simar (12)
10. Dinda Binti Siran (7)
11. Rusmini Binti Mutain (55) warga Desa Kebun Jati kecamatan
Air Nipis
12. Nirma binti Sabtudin (54) warga Kebun Jati
13. Asudin binti Zainal (49) warga Desa Suka Maju
14. Waisar binti Suani (27) warga Desa Suka Maju
15.Rizal binti Tusarman (17) warga Desa Suka Maju
16. Sudirman binti Suin (39) warga Desa Suka Negri, Air Nipis
17. Gea bin Sahudi (5)
18. Rokman binti Muslimin (21) warga Desa Pagar BAtu Seginim
19. Muksir Bin Suin (56) wraga Desa Palak Bengkerung
20. Sukron (24) Desa Darat Sawah, Seginim
21. Yogi Bin Sarjoyo (16) Desa Suka Rame
22. Miril bin Abu Jasit (42) warga Desa Suka Maju
23. Bushar bin Ali Amir (56) warga Suka MAju
24. Jurmin bin Awanib (37) warga Palak Bengekrung
Korban Luka
1. Sulik (65) Desa Suka Maju, Air Nipis, luka di kepala, 12
jahitan.
2. Basar (56) luka di bahu kiri
3. Kamrin (58) Desa Keban Jati, luka di kepala, 4 jahitan
No comments:
Post a Comment