20 Sept 2012

Bakar Ayat al Quran dan Obok-Obok Mesjid

RBI, SELUMA - Pembakaran 300-an buku Yasin, buku Islam serta 20 kaset dan pengrusakan sejumlah perangkat mesjid di Seluma menjadi berita dunia. Bahkan kini peristiwa Minggu 16 September itu menimbulkan luka dan keprihatinan bagi kalangan umat Islam hingga ke Kairo Mesir.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi, SH, MH, bersama Plt Bupati Seluma, Bundra Jaya, SH, MH dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah langsung turun ke lapangan kemarin. Pejabat tinggi itu meninjau ke lokasi serta memberikan pengarahan dan pemahaman bagi masyarakat desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat.

“Kejadian ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan. Dan ini kedua setelah Kaur. Perlu disikapi dengan tegas karena telah menjadi musibah dunia dikalangan umat muslim, yang dapat memicu konflik sara. Karena peristiwa ini terdengar ke luar negeri hingga Kairo. Kami tegaskan Kepada pihak Polres, Polsek, Kodim dan Pemerintah setempat agar cepat tanggap dan serius menyelesaikan perkara ini dan mengusut tuntas pelaku pembakaran,” tegas Kapolda saat meninjau lokasi di mesjid Nurul Islam Pagar Agung, Senin (17/9).


Ditegaskan Kapolda, masyarakat hendaknya tidak gegabah dan terpancing isu. Sehingga menimbulkan anarkis. Apalagi hal itu berkaitan dengan Sara. Terkait banyaknya aliran Islam, hakekatnya hal itu berdasarkan hati nurani sendiri. Selama tetap menjaga kestabilan keamanan dan diakui pemerintah. “Jika ada yang mengetahui pelakunya silakan laporkan saja. Pemerintah memberikan dukungan agar pelaku dapat ditangkap. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengambil langkah yang anarkis. Serahkan saja hal ini kepada pihak kepolisian untuk bekerja,” sampai Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, Bengkulu selama ini terkenal aman, tenang dan harmonis. Namun kali ini tercoreng dengan tindakan oleh oknum tak dikenal yang sengaja memperkeruh suasana.

Kapolda tak menginginkan, deretan konflik terjadi akibat adanya pandangan berbeda dengan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan agama. “Kita tidak menginkan kejadian ini seperti di peristiwa di Sampang beberapa tahun lalu. Karena adanya pandangan berbeda menimbulkan konflik sara. Oleh karenanya kami instruksikan kepada Polres, Polsek, Kodim dan pemerintah terkait untuk bersikap tegas dengan mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” tegas Kapolda.

Terpisah, Plt Bupati Bundra Jaya yang juga meninjau lokasi mengatakan, peristiwa pembakaran sejumlah buku Yasin, buku Islam, kaset dan pengrusakan perangkat mesjid merupakan untuk pertama kalinya terjadi di Seluma. Hal tersebut jangan sampai diabaikan dan dianggap remeh, bahkan ditutup-tutupi. Sebab, jika dibiarkan akan mengembang ke segala persoalan.

Pada kunjungan tersebut, juga tampak hadir Kajari Seluma, Murni Amin, SH, Kapolres Seluma, AKBP P Lumban Gaol SIK, Ketua Pengadilan Negeri Seluma R. Heru Kunto Dewo SH, Ketua MUI Hamdan Hasan, Kepala Kemenag H Sipuan S.Ag, Ketua forum Kerukunan Umat Beragama, Darsono M.Pd.
Pantauan terakhir, pasca pembakaran dan pengrusakan buku dan perangkat mesjid, pihak kepolisian telah memasang garis polisi pada lokasi pembakaran dan pengrusakan. Meskipun demikian hal itu tidak mengganggu aktivitas msyarakat untuk beribadah.

Terpisah Kapolres Seluma AKBP. P. Lumban Gaol SIK melalui Kapolsek Seluma Iptu Ruben Kabarek mengungkapkan, pihaknya telah turun ke lapangan dengan memberi garis polisi. Selain itu telah mengumpulkan barang bukti (BB) dan mengidentifikasi nama-nama saksi untuk dimintai keterangan. Namun, pasca pantauan dengan terjunnya Kapolda Bengkulu Brigjen Drs Burhanudin Andi SH MH di lapangan, kasus tersebut sepenuhnya dilimpahkan ke Polres Seluma.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Simare Mare mengungkapkan, pihaknya langsung memeriksa sejumlah saksi yang menghadirkan beberapa warga, pengurus mesjid dan aparat desa. Pihaknya belum meminta keterangan terhadap kelompok jemaah Majlis Taklim yang pasca pembakaran dan Pengrusakan, dijadwalkan akan melakukan pengajian. "Kita tengah upayakan pengumpulan data dan meminta keterangan saksi, dan perlu hati-hati bekerja dan menetapkan dugaan tersangka. Karena hal semacam ini rawan terlebih dapat menimbulkan konflik Sara" kata AKP Simare-mare ditemui di ruang kerjanya kepada koran ini.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...