RBI, SELUMA - Pembakaran 300-an buku Yasin, buku
Islam serta 20 kaset dan pengrusakan sejumlah perangkat mesjid di Seluma
menjadi berita dunia. Bahkan kini peristiwa Minggu 16 September itu menimbulkan
luka dan keprihatinan bagi kalangan umat Islam hingga ke Kairo Mesir.
Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi,
SH, MH, bersama Plt Bupati Seluma, Bundra Jaya, SH, MH dan Forum Komunikasi
Pimpinan Daerah langsung turun ke lapangan kemarin. Pejabat tinggi itu meninjau
ke lokasi serta memberikan pengarahan dan pemahaman bagi masyarakat desa Pagar
Agung Kecamatan Seluma Barat.
“Kejadian ini merupakan kejadian yang sangat
memprihatinkan. Dan ini kedua setelah Kaur. Perlu disikapi dengan tegas karena
telah menjadi musibah dunia dikalangan umat muslim, yang dapat memicu konflik
sara. Karena peristiwa ini terdengar ke luar negeri hingga Kairo. Kami tegaskan
Kepada pihak Polres, Polsek, Kodim dan Pemerintah setempat agar cepat tanggap
dan serius menyelesaikan perkara ini dan mengusut tuntas pelaku pembakaran,”
tegas Kapolda saat meninjau lokasi di mesjid Nurul Islam Pagar Agung, Senin
(17/9).
Ditegaskan Kapolda, masyarakat hendaknya tidak
gegabah dan terpancing isu. Sehingga menimbulkan anarkis. Apalagi hal itu
berkaitan dengan Sara. Terkait banyaknya aliran Islam, hakekatnya hal itu
berdasarkan hati nurani sendiri. Selama tetap menjaga kestabilan keamanan dan
diakui pemerintah. “Jika ada yang mengetahui pelakunya silakan laporkan saja.
Pemerintah memberikan dukungan agar pelaku dapat ditangkap. Masyarakat juga
diimbau untuk tidak mengambil langkah yang anarkis. Serahkan saja hal ini kepada
pihak kepolisian untuk bekerja,” sampai Kapolda.
Ditambahkan Kapolda, Bengkulu selama ini terkenal
aman, tenang dan harmonis. Namun kali ini tercoreng dengan tindakan oleh oknum
tak dikenal yang sengaja memperkeruh suasana.
Kapolda tak menginginkan, deretan konflik terjadi
akibat adanya pandangan berbeda dengan memecah belah persatuan dan kesatuan
bangsa dan agama. “Kita tidak menginkan kejadian ini seperti di peristiwa di
Sampang beberapa tahun lalu. Karena adanya pandangan berbeda menimbulkan konflik
sara. Oleh karenanya kami instruksikan kepada Polres, Polsek, Kodim dan
pemerintah terkait untuk bersikap tegas dengan mengusut tuntas dan menangkap
pelaku,” tegas Kapolda.
Terpisah, Plt Bupati Bundra Jaya yang juga meninjau
lokasi mengatakan, peristiwa pembakaran sejumlah buku Yasin, buku Islam, kaset
dan pengrusakan perangkat mesjid merupakan untuk pertama kalinya terjadi di
Seluma. Hal tersebut jangan sampai diabaikan dan dianggap remeh, bahkan
ditutup-tutupi. Sebab, jika dibiarkan akan mengembang ke segala persoalan.
Pada kunjungan tersebut, juga tampak hadir Kajari
Seluma, Murni Amin, SH, Kapolres Seluma, AKBP P Lumban Gaol SIK, Ketua
Pengadilan Negeri Seluma R. Heru Kunto Dewo SH, Ketua MUI Hamdan Hasan, Kepala
Kemenag H Sipuan S.Ag, Ketua forum Kerukunan Umat Beragama, Darsono M.Pd.
Pantauan terakhir, pasca pembakaran dan pengrusakan
buku dan perangkat mesjid, pihak kepolisian telah memasang garis polisi pada
lokasi pembakaran dan pengrusakan. Meskipun demikian hal itu tidak mengganggu
aktivitas msyarakat untuk beribadah.
Terpisah Kapolres Seluma AKBP. P. Lumban Gaol SIK
melalui Kapolsek Seluma Iptu Ruben Kabarek mengungkapkan, pihaknya telah turun
ke lapangan dengan memberi garis polisi. Selain itu telah mengumpulkan barang
bukti (BB) dan mengidentifikasi nama-nama saksi untuk dimintai keterangan.
Namun, pasca pantauan dengan terjunnya Kapolda Bengkulu Brigjen Drs Burhanudin
Andi SH MH di lapangan, kasus tersebut sepenuhnya dilimpahkan ke Polres Seluma.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Simare Mare
mengungkapkan, pihaknya langsung memeriksa sejumlah saksi yang menghadirkan
beberapa warga, pengurus mesjid dan aparat desa. Pihaknya belum meminta
keterangan terhadap kelompok jemaah Majlis Taklim yang pasca pembakaran dan
Pengrusakan, dijadwalkan akan melakukan pengajian. "Kita tengah upayakan
pengumpulan data dan meminta keterangan saksi, dan perlu hati-hati bekerja dan
menetapkan dugaan tersangka. Karena hal semacam ini rawan terlebih dapat
menimbulkan konflik Sara" kata AKP Simare-mare ditemui di ruang kerjanya
kepada koran ini.
No comments:
Post a Comment