12 Oct 2012

Sebelum Ditembak Korban Digebuk Polisi


Kapolda : Ikuti Saran Presiden

RBI, BENGKULU – Pernyataan sangat tegas dilontarkan dua orang korban penganiayaan yang melaporkan Kompol Novel Baswedan, yakni Iwan Siregar dan Dedi Mulyadi. Bahwa sebelum mereka berdua ditembak oleh Polisi Polresta Bengkulu, mereka terlebih dahulu digebuk hingga nyaris pingsan.

“Kami ditangkap berenam dan dituduh mencuri sarang walet. Lalu kami dibawa ke Polresta—kini Polres dan disana kami digebuk. Saya nyaris pingsan. Lalu kami dibawa ke pantai ujung. Memang mata kami ditutup, tapi sewaktu turun dari mobil saya dibanting dan saya bisa merasakan pasir dan mendengar suara deburan ombak. Lalu tak lama kemudian saya ditembak. Lalu kami dibawa ke rumah sakit dan ternyata satu diantara kami meninggal dunia,” beber Iwan Siregar dan Dedi yang dibawa tim Polda Bengkulu ke lokasi yang diduga tempat penembakan.

8 Oct 2012

Ketua MUI Siap Mati


RBI, KEPAHIANG - Panitia pembangunan mesjid Agung Al-Amin Kepahiang yang juga Ketua MUI Kepahiang, Drs. H. Thobari Mu'ad menyatakan siap mati demi terbangunnya mesjid yang akan menjadi kebanggan masyarakat Kepahiang. Menurut mantan Kandepag RL itu, membangun mesjid adalah salah satu tugas mulia dan akan menjadi pahala jika mesjid itu digunakan oleh umat.

"Jangankan hanya ditetapkan sebagai tersangka, mati pun saya siap demi umat Muslim Kepahiang dapat beribadah di mesjid Agung yang akan menjadi kebanggaan masyarakat se-Provinsi Bengkulu," tegas Thobari kepada jurnalis di runag Humas dan Protokol Setda Kepahiang, Jumat (05/10).

2 Oct 2012

Diskriminasi Media Harus Dilawan!


1.   Kenapa kita perlu bersikap tegas ke media yang melakukan diskriminasi pemberitaan? Karena setiap ada kasus yg memojokkan soal Islam dan #LAWAN!

2.   Menyudutkan Islam, mereka bisa minta pembelaan ke Dewan Pers (DP) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). DP dan KPI meski menyalahkan #LAWAN!

3.   Pemberitaan tapi tak akan ada tindakan nyata. Kasus @Metro_TV soal #Rohis misalnya, DP dan KPI cuma bilang ada yang keliru dari MetroTV #LAWAN!

4.   Di belakang layar, kawan2 @Metro_TV, DP, KPI, senyum2 sambil mencibir. Kawan2 dianggap fanatik dan tak toleran. ini sudah lazim #LAWAN!

5.      Dan kawan2 aktivis asongan, yang ngaku pejuang HAM, pun selalu bungkam karena takut dianggap tak toleran. Kenapa? karena mereka butuh media #LAWAN!

6.  Mereka punya LSM, punya lembaga survey, punya portal online, punya sekolah dan lembaga demokrasi. Sewaktu2 butuh publikasi #LAWAN!

7.     selain aktivisi asongan, banyk intelektual yang jadi tukang. Mereka juga tak mungkin ikut komentar. Takut tak dijadikan narasumber. #LAWAN!

BNPT Sebut Solo Banyak Mentor Teror, Tak Sebut Bom Papua Aksi Teror

JAKARTA (voa-islam.com) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai kembali menebar fitnah dengan menyebut Solo menjadi basis para teroris karena masih banyak mentor spiritual di kota tersebut.

"Tapi yang jelas disitu masih banyak mentor-mentor spiritualnya yang ngajarin mereka begitu," ujar Kepala BNPT Ansyaad Mbai usai RDP dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012). Ansyaad mengatakan mentor-mentor spritual tersebut telah mengajarkan sejumlah hal dengan menyebut negera Indonesia kafir dan thagut. Ansyaad tidak menyebut secara spesifik dimana mentor-mentor tersebut masih berada. "Ya dimana-mana. Itu yang mereka tanamkan paham-paham radikal itu, menamakan negara ini thogut, negara sana kafir," imbuhnya. Menanggapi pernyataan Ansyaad Mbai tersebut, Direktur JAT Media Center (JMC), ustadz Son Hadi menyatakan bahwa Ansyaad Mbai sedang mengalihkan isu bom di Papua.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...