23 Dec 2012

Helmi Kuasi 6 Kecamatan


//Sesuai Polling, No 1 Menang 

RBI, BENGKULU - Lagi-lagi, hasil polling mencerminkan kondisi riil. Sesuai hasil polling di SKH Radar Bengkulu, pasangan Helmi Hasan, SE - Ir. Patriana Sosialinda mendapatkan 12.201 dukungan atau menguasai perolehan suara di 6 kecamatan. Sedangkan 3 kecamatan lainnya, pasangan H. Ahmad Kanedi, SH, MH - H. Dani Hamdani, M.Pd hanya menang tipis dengan memperoleh 10.427 dukungan.


"Awalnya, banyak pihak yang meragukan hasil polling. Tapi faktanya, peraih suara terbanyak berdasarkan polling dan penghitungan berdasarkan TPS adalah sama, yakni pasangan Helmi-Linda," ungkap GM Radar Bengkulu Syah Bandar, S.Pd. 

Mengapa bisa demikian? Syah Bandar mengatakan, polling dikirim oleh warga secara sukarela. Secara tidak langsung, hal ini mencerminkan dukungan mayoritas masyarakat. Kondisi ini tercermin saat pencoblosan. Maka tak heran bila kemenangan Helmi-Linda pada pemilukada putaran kedua, jauh-jauh hari sudah dimaklumi banyak pihak. 


Berdasarkan penghitungan KPU Kota Bengkulu, dari 616 TPS yang ada, pasangan Helmi-Linda memperoleh 75.062 suara sedangkan Kanedi-Dani 70.582 suara. Helmi-Linda meraup 51,44 % sedangkan Dani- Kanedi sebanyak 48,56% dari 145.914 suara sah. 


Dari 9 kecamatan, Helmi-Linda unggul di Kecamatan Gading Cempaka, Kampung Melayu, Muara Bangkahulu, Selebar, Singaran Pati dan Sungai Serut. Sedangkan Kanedi-Dani hanya unggul di 3 kecamatan. Yakni Kampung Melayu, Ratu Agung dan Teluk Segara (lihat tabel).
//Tunggu Penetapan KPU 

Sementara itu Sekretaris tim pemenangan Kanedi-Dani, Miftahul Jasim mengatakan pihaknya masih mempelajari apakah hasil Pemilihan Putaran kedua akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MA) atau tidak. "Sementara ini kami masih konsentrasi dan menunggu hasil resmi dari KPU Kota Bengkulu, persoalan apakah akan diselesaikan ke MK atau bagaimana masih dilihat perkembangan dulu," beber Miftahul. 


Untuk diketahui, terjadi selisih penghitungan suara di Kecamatan Ratu Agung. Dari penghitungan yang dilakukan ditingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), dari 8 Kelurahan, pasangan Kanedi-Dani memperoleh 11.562 suara, sedangkan Helmi-Linda memperoleh 11.529 suara.


Namun, rekapitulasi suara berdasarkan data C1 yang dipegang tim pengendali pasangan Helmi-Linda, terjadi penambahan 35 suara pada pasangan Kanedi-Dani di Kelurahan Tanah Patah. “Dari data yang kita pegang, Kanedi-Dani mendapatkan 1.591. Sedangkan data dari PPS sebanyak 1.626 suara. Terjadi penambahan 35 suara,” ujar Andre, anggota tim pengendali Kecamatan Ratu Agung pasangan Helmi-Linda, kemarin (22/12).


Tim pengendali Helmi-Linda di Kecamatan Ratu Agung akan melakukan protes saat rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK, yang mulai dilaksanakan pagi ini (23/12) sekitar pukul 08.30. “Satu suara bila memang itu tidak sah harus dibatalkan,” tegasnya.



//Warga Lapas Antusias

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Malabero, Abdul Aris, Bc.IP, S.Sos mengatakan, antusiasme penghuni Lapas pada Pilwakot putaran kedua ini jauh lebih tinggi dari putaran pertama lalu. Karena menurutnya, ada 20 orang lebih keluarga penghuni Lapas yang datang membawa undangan memilih. “Partisipasi bagus, bahkan ada sekitar 20 keluarga untuk memilih. Pilwakot Putaran pertama kemarin tidak ada. Artinya sudah ada kesadaran penghuni Lapas untuk sukseskan Pilwakot,” kata Aris.


Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lapas Malabero sebanyak 375 orang. Tapi kata Dia sedikit berkurang karena ada penghuni yang telah bebas. "Jumlahnya agak berkurang, pada putaran kedua ini sekitar 300 orang pemilih,” ungkapnya.



//2 Laporan

Sementara itu, Ketua KPU Kota, Salahuddin Yahya, S.Ag, M.Si kemarin menerima 2 laporan. Pertama tercecernya tinta di TPS 10 Kelurahan Sukamerindu. Walau tidak mengganggu pencoblosan menurut Salahuddin kondisi tersebut sedikit menghambat. Kedua, SPBU Bumi Ayu dikabarkan tidak memperbolehkan pegawainya menggunakan hak pilih. Salahuddin telah menurunkan tim sekretariat KPU untuk mengecek langsung. “Melarang orang menggunakan hak pilihnya merupakan pelanggaran,” tegasnya.


Dibandingkan Pilwakot putaran pertama, laporan putaran kedua ini menurut Salahuddin jauh lebih sedikit. Selain itu, usai rekapitulasi ditingkat PPS, kotak suara seluruhnya berada di kantor PPK. “Tidak aka nada tahapan yang dilanggar. Walapun rekapitulasi tingkat PPS dilakukan di tempat PPK, karena alasan teknis keamanan dan penghematan anggaran,” tutupnya.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...