29 Jan 2015

Teladani Zionis-Israel, Saudi Bikin Tembok Raksasa Sepanjang 965 Km Cegah Islamic State

Pengerjaan pondasi Tembok Raksasa

Eramuslim.com –  Baru kali ini ada jeruk takut jeruk. Kalau dua-duanya asli jeruk, pasti mereka bisa bersatu dalam keranjang yang sama. Namun bisa jadi, yang satu jeruk asli dan yang satu lagi jeruk yang tumbuh dari pohon gharqad, sehingga merasa takut dan perlu membentengi diri.

Secara resmi Saudi Arabia mengklaim sebagai Khadimatul Ummah, Pelayan Umat. Namun aneh saja rasanya jika Pelayan Umat ini malah ketakutan dengan umat Islam yang ingin menegakkan Kekhalifahan Islamiyah. Seharusnya Saudi memberikan dukungan dan sokongan, bukan malah ketakutan bagai melihat jin ifrit di siang hari.

Kabar terbaru dari Saudi adalah tentang proyek super raksasa membangun tembok raksasa sepanjang 965 kilometer di utara Saudi, yang memanjang dari barat Kota Turaif sampai dengan Hafal al-Batin di perbatasan Saudi dengan Kuwait. Bandingkan dengan Tembok Raksasa bikinan Zionis-Israel yang mengepung Gaza yang “hanya” sepanjang 700 kilometer!

19 Jan 2015

Ada yang Lebih Sakit daripada Melahirkan bagi Ibu

“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.
Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.
Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”
“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama tema,.” ujar sang anak.
Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.
“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.
“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.
“Kan sudah aku bilang, saya  mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

17 Jan 2015

[Didistribusikan ke 25 Negara] Rusia Larang Peredaran Kartun Nabi Muhammad

Badan Pengawas Telekomunikasi, IT, dan Komunikasi Massa Federal Rusia (Roscomnadzor) memperingatkan media untuk tidak menerbitkan dan mengedarkan karikatur bertema reliji.

"Mencetak dan mendistribusikan karikatur bertema agama dapat dianggap menyinggung atau merendahkan denominasi agama dan asosiasi," demikian penjelasan Roskomnadzor seperti termuat dalam situsnya.

"Menghasut kebencian terhadap satu etnis dan agama merupakan pelanggaran hukum langsung," lanjut pengumuman itu.

Roscomnadzor merasa perlu mengingatkan semua media di Rusia, menyusul pencetakan besar besaran edisi khusus Charlie Hebdo, majalah penista agama atas nama kebebasan berbicara, sebanyak lima juta eksemplar dan didistribusikan ke 25 negara.

AS Berencana Kerahkan 400 Tentara untuk Latih Pejuang Sekuler Suriah Perangi Mujahidin IS AMERIKA SERIKAT

(voa-islam.com) - Militer AS telah merencanakan untuk mengerahkan ratusan tentara untuk membantu melatih pejuang sekuler Suriah memerangi kelompok mujahidin Daulah Islam (IS) di wilayah tersebut.

Misi pelatihan yang diharapkan akan dimulai pada musim semi akan mencakup lebih dari 400 tentara bersama dengan ratusan personel AS pendukung yang diperkirakan akan beroperasi pada situs di luar Suriah, juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren mengatakan pada hari Kamis (16/1/2015).

Meskipun lokasi yang tepat dari program pelatihan belum diumumkan, Turki, Qatar dan Arab Saudi telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah pelatihan, kata Warren.]

15 Jan 2015

Hazim Muzadi Nilai ISIS dan Aliran Keras Ancam Keutuhan NKRI

SURABAYA (voa-islam.com) - Nahdhatul Ulama (NU) sebagai Ormas yang mengklaim dirinya sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia, merasa bahwa dengan hadirnya banyak aliran yang anti-pancasila dan bercita cita ingin membuat Negara Islam adalah ancaman nyata untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itulah yang menjadi pembahasan serius para Ulama,Tokoh serta Kiyai NU saat Halaqoh Pengasuh Pesantren di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang (11/01). Terlebih munculnya video ancaman salah seorang yang mengaku anggota ISIS yang berasal dari Indonesia yang mengancam NKRI.

NU tak tinggal diam, para Ulama, Kiyai serta Tokoh Nahdhiyin bertekad untuk membela NKRI hingga titik penghabisan, karena bagi NU, membela negara adalah bagian yang harus dipejuangkan dan itu bagian keyakinan yang ada pada Aswaja NU.

Prancis Perpanjang Misi Lawan Kelompok Islam di Irak

PARLEMEN Prancis melakukan pemungutan suara pada Selasa (13/1) untuk mempepanjang misi militer dengan dalih melawan ISIS di Irak yang dimulai beberapa bulan lalu.

Menurut CNN, sebanyak 488 suara anggota parlemen melawan satu suara, dan membuat keputusan itu hampir bulat. Keputusan ini dibuat setelah  di penyerangan kantor media satire Charlie Hebdo. Meski banyak pihak menilai serangan itu tak lebih disebabkan ulah Charlie Hebdo yang membuat karikatur Nabi Muhammad.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...