4 Jul 2011

Radar Bengkulu, Pasokan BBM Lancar, Antrean Kian Panjang

RBI, BENGKULU – Antrean kendaraan untuk mengisi BBM di SPBU kian panjang. Misalnya di SPBU KM 6,5, malam tadi, antrean sudah mencapai Kantor Damri atau sudah mendekati 1 Km. Begitu pula di SPBU Tanah Patah, antrean sudah melewati Kantor Asuransi Jasa Raharja. Panjangnya antrean tersebut telah mengakibatkan arus lalu lintas pun terhambat.

Sementara antrean di SPBU Pagar Dewa sudah mencapai Lampu Merah. BBM di SPBU ini habis hanya untuk sepeda motor. Di lain pihak, banyak kendaraan mengisi BBM di eceran di depan Makam Pahlawan. “Pasokan sejak jam dua tadi (siang kemarin),” ujar petugas SPBU KM 6,5 yang minta namanya tidak disebutkan.
Sementara, Kepala Wira Depo PT. Pertamina Pulau Baai Damba mengaku, tidak mengetahui secara persis penyebab antrean panjang tersebut. Alasannya, distribusi BBM tidak mengalami hambatan atau kendala. "Distribusi BBM ke SPBU berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir tidak kebagian minyak," papar Damba.
Damba mengatakan, pasokan BBM selalu sesuai kebutuhan masyarakat Bengkulu sebanyak 524 ton perhari. Itu sudah disesuaikan dengan tingkat pertambahan kendaraan. "Tahun 2010 pasokan kebutuhan BBM sebanyak 496 ton per hari. Saat ini bertambah menjadi 524 ton per hari, itu artinya setiap tahunnya peningkatan kebutuhan BBM masyarakat sekitar 20 persen, untuk semua jenis BBM," imbuh Damba.
Mengenai antrean panjang, Damba meminta agar SPBU melibatkan petugas polisi untuk melakukan pengawasan. "Saya perhatikan antrean tidak begitu terlalu sering, bahkan ada SPBU yang diawasi petugas polisi dan tidak lama antrean bisa teratasi. Kalau bisa pihak SPBU berkoordinasi dengan aparat untuk mengatasi antrean yang cukup panjang," kata Damba.
Sementara itu, Presiden BEM Unihaz Erwan Junaidi meminta agar pemerintah tidak membiarkan saja permasalahan tersebut. Khusus untuk Walikota, Erwan menilai perlu membuat kebijakan baru. Sebab, surat edaran pengaturan pembelian BBM di SPBU tidak mampu mengatasi permasalahan tersebut. "Kalau dulu efektif sekali, kurang dari 2 hari, antrean tidak terjadi lagi. Tapi, kalau kini SE seperti tidak memilik kekuatan dalam mengatasi antrean pembelian BBM. Faktor lain pemicu antrean terjadinya pertambahan kendaraan baik mobil dan motor," terang Erwan.
Erwan melanjutkan, kebijakan pemerintah haruslah tegas dan solutif. Sehingga masyarakat percaya bisa memberikan efek positif bagi masyarakat. "Masyarakat tidak resah dan panik. Tapi kalau tiap hari di setiap SPBU terjadi antrean panjang, masyarakat jadi ikut panik. Bukan tidak mungkin ikut antre membeli BBM dalam jumlah yang tidak sedikit," ujar Erwan.

SB : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150690878330591&set=a.10150156465215591.404304.10150117053600591&type=1&theater

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...