4 Jan 2012

Membunuh Mertua Karena Tersinggung Dikatai Bigal

TALO – Kasus pembunuhan terhadap mertua sendiri yang dilakukan tsk Mu (32) warga Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo, direka ulang. Dari rekonstruksi tersebut diketahui salah satu penyebab tersangka menganiaya sang mertua, Sulaiman (52) karena tersinggung dikatai bigal oleh korban. Dari rekonstruksi yang dilaksanakan Sabtu (31/12) di Mapolsek Talo. Terdapat 8 adegan yang dilakukan, termasuk ketika tersangka memukul kepala korban dengan menggunakan kayu sepanjang lebih kurang 1 meter. Rekon disaksikan langsung Kapolsek Talo, AKP Komaruddin, SH, MH dan melibatkan seluruh kekuatan Polsek. Ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia bermula ketika terjadi cekcok mulut antara tersangka dengan istrinya Sukarina (28) pada Sabtu (3/12) lalu. Usai pertengkaran tersebut, tersangka pergi meninggalkan rumah untuk pergi menjaring ikan. Melihat suaminya sudah pergi, Sukarina dan anaknya pergi ke rumah orang tuanya juga di Desa Rawa Indah. Sore harinya tersangka Mu pulang dari menjaring dan mendapati sang istri sudah tidak berada di rumah. Melihat rumah dalam keadaan kosong, tersangka kemudian menyusul ke rumah sang mertua. Benar saja istri dan anaknya sedang berada di rumah korban. Setelah bertemu, tersangka langsung marah-marah karena istrinya tidak masak di rumahnya. Tersangka selanjutnya berniat mengajak istri pulang namun dilarang oleh ibu mertuanya, Jasmani (50).

Saat itu, korban Sulaiman mencoba memberikan nasihat kepada tersangka. Namun perkataan korban justru dijawab dengan mengatai korban bodoh. Ucapan tersangka dibalas oleh korban yang menyatakan tersangka juga bodoh atau bigal. Mendengar perkataan ini, tersangka tersinggung dan marah. Seketika langsung membantingkan kursi plastik ke arah tubuh korban hingga kursi patah. Istri korban yang melihat keributan ini berupaya melerai dengan mengingatkan tersangka. Emosi tersangka sedikit mereda dan berniat meninggalkan rumah. Rupanya ini bukan akhirnya dari keributan tersebut, setiba di luar rumah tersangka kembali memukulkan kayu ke arah kepala korban. Mendapati serangan ini korban langsung tersungkur dan pingsan. 

Dari hidung korban seketika mengucur darah segar. Tersangka yang melihat korbannya terkapar langsung pergi meninggalkan tempat kejadian. Selama dilangsungkan adegan, tersangka berulang kali membantah telah memukul korban. Bahkan tersangka mengaku jika dirinya lah yang lebih dulu diserang korban. Namun di penghujung adegan, tersangka mengakui telah memukul kepala korban sebanyak 1 kali. Seperti diketahui, penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi 3 Desember lalu. Korban meninggal dunia setelah selama 1 minggu dirawat. Nyawa korban tidak dapat terselamatkan lagi, karena diduga akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka. (bek

SB

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...