RBI, BENGKULU – Langkah BEM se Indonesia membentuk
website museum koruptor, mendapat apresiasi dari bakal calon Walikota yang akan
bertarung 19 September mendatang. Beberapa bakal calon (balon) Walikota yang
ditemui Radar Bengkulu Independen, mengaku sangat mendukung dan tidak takut
kedepannya akan ikut menjadi penghuni museum koruptor.
Helmi Hasan, SE misalnya. Baginya, website museum
koruptor merupakan pilihan aksi yang kreatif dari mahasiswa. Karena menjalankan
fungsi social control dan agent of change tidak mesti terpaku dengan
demonstrasi dan kegiatan seminar. “Bagus sekali dan tentu saja mendukung.
Karena sejalan dengan program membangun tanpa korupsi yang akan saya jalankan
bila masyarakat memberikan amanah kepada kami untuk membangun Kota Bengkulu
tercinta ini,” kata Helmi kepada Radar Bengkulu saat dihubungi melalui
ponselnya kemarin (30/6).
Dengan terbentuknya website museum koruptor, menurut
Helmi, tentu menjadi pelajaran bagi pelaku korupsi (koruptor). Karena museum
koruptor merupakan sebuah bentuk sanksi sosial yang sangat berat. “Beratnya
lebih dari hukum pidana. Nama-nama koruptor ini akan abadi diingat oleh
masyarakat. Seperti museum-museum pada umumnya. Seperti dinosaurus, walau telah
lama punah, datanya masih tersimpan di museum. Sehingga masih diketahui hingga
sekarang. Pada intinya langkah dan terobosan mahasiswa sangat kita apresiasi,”
ujarnya.
Tidak jauh berbeda diungkapkan H. M. Syamlan. Bagi
balon walikota dari jalur perseorangan ini, terbentuknya website museum
koruptor menjadi cambuk kepada pejabat beserta aparatur pemerintah agar tidak
mengambil hak masyarakat (korupsi). “Pada prinsipnya bagu, dalam rangka memberi
pelajaran kepada para koruptor. Saya pikir membuat website museum koruptor
sebuah kreatifitas mahasiswa terhadap masalah korupsi. Saya memberikan
apresiasi,” katanya.
Ridwan Marigo, SH yang juga calon Walikota dari
jalur perseorangan memberikan masukan kepada mahasiswa untuk gencar melakukan
sosialisasi. Karena menurutnya, semakin banyak masyarakat yang membuka website
tersebut akan membuat pelaku korupsi semakin malu. “Saya secara pribadi sangat
mendukung dan memberikan apresiasi,” kata Ridwan.(san)
No comments:
Post a Comment