25 Jun 2012

Mengungkap Rahasia Nomor Cantik Pilkada


/Salahuddin: Nomor Tak Bisa Direkayasa 

RBI, BENGKULU – Sebagian calon yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) biasanya berebut untuk mendapat nomor cantik. Nomor itu misalnya, nomor 1, atau nomor paling tengah (nomor 6 untuk 11 calon) atau paling pinggir. Sehingga begitu surat suara dibuka, yang punya nomor cantik atau posisi strategis langsung kelihatan. Keuntungannya, pemilih bisa langsung mencoblos nomor tersebut. Paling tidak akan memudah atau menggiring pemilih untuk mencoblos nomor tersebut. 

Hasil investigasi Radar Bengkulu Independen (RBI) ternyata dulu nomor itu bisa dipesan. Rahasianya, “Gampang sekali untuk mendapat nomor cantik itu. Pengalaman saya, temui orang dalam KPU dengan janji sesuatu. Setelah itu mereka menyusun strategi untuk memberikan nomor itu ke kita. Mau tahu caranya, kalau nomor undian itu dimasukkan dalam tabung atau sejenis tabung maka tengah-tengahnya diikat dengan pita sebagai pemanis. Maka kesepakatannya, pita nomor cantik itu berada agak ke pinggir/ujung bukan di tengah. Sedangkan yang lain semua ikatan di tengah-tengah. Selain itu kalau kertas nomor undian itu digulung, maka bisa dilakukan dengan membuat nomor cantik itu beda sendirinya. Misalnya digulung paling kecil atau dipres. Bisa juga digulung paling longgar. Tergantung kesepakatanlah. Mau diundi di depan ribuan orang sekalipun, kelihatannya tetap tak ada rekayasa. Syaratnya permaian harus rapi,” ujar salah seorang mantan Calon Kepala Daerah yang pernah memesan nomor cantik, pada RBI mengugkapkan rahasianya.

Disperindag Makin Tak Berdaya


/Petugas Parkir Jual Lapak Dagangan

RBI, BENGKULU- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kota Bengkulu seakan tak berdaya lagi. Polemik yang muncul jelang perelokasian ratusan pedagang pakaian bekas Pasar Panorama Kota Bengkulu makin parah. Kini terjadi transaksi jual beli lapak dagangan antara petugas parkir dengan sejumlah pedagang. Akibatnya, undian penempatan pedagang terkesan sia-sia, karena lokasi berjualan sudah ditempati oleh pedagang yang bukan bagian dari perelokasian pedagang untuk tahap II pembangunan Pasar Percontohan Nasional (PPN) di Pasar Panorama.

"Petugas parkir yang bermain, mereka menyewakan lahan parkirnya kepada para pedagang lain. Padahal sudah jelas-jelas, kawasan itu untuk lokasi pedagang yang terkena relokasi. Bukan kami tidak ingin ribut, kami cuma mematuhi aturan saja. Mestinya Disperindag segera tindak para petugas parkir tersebut," ujar salah seorang pedagang pakaian bekas Panorama Yanti (38) di Pasar panorama, Minggu (24/6).

24 Jun 2012

ABG Tewas Tergantung


SAM, BE – Kasus bunuh diri terjadi lagi di Seluma. Siswi salah satu SMP di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), berinisial LE (15) warga Desa Talang Beringin SAM ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di dalam kamar tidur, pukul 08.00 WIB kemarin. Dari kejadian ini, tempo 3 bulan terakhir sudah 3 nyawa melayang di tali gantungan. Sebelumnya di Desa Puguk Kecamatan Seluma Utara dan di Dusun Mentangur Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas (SA).

Kapolres Seluma AKBP PL Gaol SIK melalui Kapolsek SAM Ipda Kusyanto membenarkan adanya kasus bunuh diri di Talang Beringin itu. Dikatakannya, dari hasil visum dokter di puskesmas setempat, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul yang menyebabkan korban meninggal. Dipastikan, penyebab kematian korban karena ikatan tali yang sangat kuat yang terdapat pada leher korban yang didiga akibat gantung diri.“Setelah kita mendapat laporan, korban langsung divisum hingga dapat disimpulkan kematian korban akibat gantung diri,” kata Kapolsek SAM.

Awas Bahaya Narkoba



Awas Bahaya Narkoba


Akhir-akhir ini di saat negara kita tertimpa krisis ekonomi, sosial dan politik, kabarnya justru banyak pemakai benda-benda terlaknat (memabukkan) yang meliputi minuman keras, narkotika dan pil-pil setan serta obat-obat terlarang, laksana air bah yang tidak terbendung. Padahal sudah diketahui bersama bahwa tidak ada satupun agama di bumi ini yang memandang baik terhadap para pemakai benda-benda tadi, bahkan sangat mencela para pelakunya. Dr. Abd. Wahab Khalil dalam majalah "Kebudayaan Islam" memberikan penjelasan: "Jika kita tanyakan kepada seluruh ulama di bidang agama, atau di bidang kedokteran, moral (etika), ataupun ekonomi tentang soal minuman keras ini, maka jawaban mereka sama, yaitu melarang minum minuman keras secara tegas".

23 Jun 2012

Korupsi, Kepala Dinas Dipenjara Dua Tahun


//Denda Rp 50 Juta

RBI, BENGKULU – Perkara korupsi proyek pemeliharaan jalan Merawan hingga Simpang Panorama Kota Bengkulu tahun 2009 memasuki babak akhir. Sidang yang beragendakan mendengar vonis dari majelis hakim kemarin (20/6). Dalam sidang yang diketuai P. Cokro, MH, terungkap bahwa majelis hakim sependapat Efredi Dameri mantan Kadis PU Kota dan kini Kadis PU Kepahiang, dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan bertentangan dengan pasal 3 Jo 55 UU tentang Tipikor.

“Hal memberatkan, perbuatan terdakwa telah bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. Maka kami bersependapat menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun dengan denda Rp 50 juta, serta Subsidair 2 bulan kurungan. Terdakwa tidak dikenakan biaya pengganti, atas vonis ini terdakwa masih diberikan kesempatan untuk mengajukan banding,” ungkap ketua majelis sembari mengetuk palu persidangan.

Berapakah Skala Moralitas Kita ?


Oleh : Ubaydillah, AN

Tiga Hal Tentang Moralitas

Dari sekian banyak nasehat kuno tentang moral, ada sedikitnya tiga kesimpulan yang bisa dimunculkan di sini. Pertama, di dunia ini sebetulnya tidak akan pernah terjadi krisis orang yang tahu moralitas (kebenaran dan kebaikan). Yang selalu krisis adalah orang yang melaksanakannya. Semua orang sudah tahu apa yang baik dan apa yang benar, tetapi hanya beberapa orang saja yang mau menjalankannya. Ajaran agama menjelaskannya dengan istilah kemakrufan dan kemungkaran (amr ma’ruf). Ma’ruf itu artinya sesuatu yang sudah diketahui oleh hati kecil kita. Sedangkan munkar itu adalah sesuatu yang ditolak oleh hati kecil. Hati kecil manusia rupanya sudah punya radar yang bertugas untuk menyeleksi perilaku (diri sendiri dan orang lain) yang pantas diterima dan yang pantas ditolak. Kedua, setiap orang itu punya kemampuan yang berbeda-beda dalam menaati seruan hati kecilnya. Ini tergantung pada proses aktualisasi-diri (baik internal dan eksternal). Seruan hati adalah dorongan batin yang men-drive kita untuk melakukan kebaikan atau kebenaran. 

19 Jun 2012

SEKARANG AKU MEMILIH



Aku pernah memikirkan, bahwa setiap manusia pasti ingin punya KEKASIH & TEMAN SEJATI. Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka. Kebersamaan yang tak terpisahkan. Namun sekarang aku memilih AMAL SHALEH sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal shaleh yang terus mau menemaniku, sekalipun aku masuk ke dalam kuburku. Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali, manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya. Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku, aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah. Manusia yang sanggup taat dan bertaqwa kepada Allah, sekalipun kadang penampilannya begitu bersahaja. Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim kepadaku atau menggunjingku, menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran. Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih, karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka. ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...