11 Oct 2014

Melihat Ideologi & Akidah IS/ISIS, Benarkah Mereka Khawarij ?

Berikut adalah kultwitt dari om CumiCola


Bicara tentang ideologi #IS ini sesuatu yg sensitif, kalau ga kuat mental bisa gila seperti ojih the next mens(truasi).

Dan ingat, saya hanya seorang analis yg tugasnya menganalisa data & mengungkap fakta dlm rangka menjadi penyeimbang media2 pembohong

Dear tweeps, sesuai jadwal siang ini akan kita bahas atau singkap secara buka-bukaan tentang ideologi, akidah atau manhaj Islamic State #IS

Relatif sedikit atau bahkan dikatakan hampir tdk ada referensi yg dapat dipakai utk mengetahui bagaimana sebetulnya manhaj entitas ini #IS

Sehingga akibat kekurangan referensi ini maka sepak terjang #IS di lapangan kemudian dijadikan sumber utama dalam menilai manhaj mereka

Sialnya informasi tentang sepak terjang mrk di lapangan justru didominasi oleh media2 atau pewarta2 atau pihak2 yg berseberangan dgn mrk #IS

Namun terdapat satu sumber/referensi yg dapat dijadikan acuan dalam menyingkap manhaj #IS yg mungkin telah dilupakan banyak orang

Yaitu pernyataan yg pernah disampaikan oleh khalifah pertama #IS, dulu bernama #ISI dalam rangka membantah tuduhan #Khawarij atas mereka

3 Oct 2014

Amerika dan Koalisi 50 Negara Tak Akan Pernah Menang Melawan ISIS


WASHINGTON (voa-islam.com) - Para perancang kebijakan strategi militer, kontra terorisme, dan intelijen Barat skeptis dapat mengalahkan ISIS. Justru ISIS terus menyebar dan menjadi ancaman.

Para perancang kebijakan itu, masih merasa belum cukup dengan mengerahkan kekuatan militer, dan didukung senjata canggih. Kenyataannya koalisi 50 negara Barat dan Arab yang sudah melakukan serangan udara terhadap posisi ISIS di Irak dan Suriah, tak membuat gerakan ISIS menjadi lumpuh.

ISIS di tengah-tengah gempuran udara koalisi Barat dan Arab, tidak melemah dan surut. Terus maju melakukan ekspansi ke wilayah Irak ke perbatasan Kurdi dan mendekati Bagdad. Perdana al-Abadi memberikan sinyal tanda 'bahaya' kepada Barat, bahwa sewaktu-waktu Bagdad bisa jatuh ke tangan ISIS.

ISIS sudah berada di perbatasan Turki, mendekati ibukota Bagdad, dan berusaha memperkuat posisinya di Suriah. ISIS mendapatkan dukungan rakyat dan kalangan muda dari berbagai negara, yang terus membanjiri Suriah dan Irak.

Para pemuda Muslim dari berbagai negara, mereka bergabung dengan gerakan pembebasan, dan akan membebaskan negara-negara Islam yang sekarang dibawah cengkeraman kafir musyrik.

29 Sept 2014

Ijtihad Ulama untuk Pemimpin Perempuan Pertama Aceh


Kerajaan Aceh Darussalam adalah kerajaan terbesar dalam sejarah wilayah di utara Pulau Sumatra ini. Kerjaan ini mewariskan nama seorang raja legendaris, Iskandar Muda. Di bawah kepemimpinannya, Aceh sampai pada puncak peradaban. Ia dikenal sebagai raja yang adil. Sayang sekali, ia tidak meninggalkan anak laki-laki untuk meneruskan kepemimpinannya, seperti adat kebiasaan para raja di Aceh. Sebetulnya, ia sudah menobatkan anak lelakinya, Meurah Pupok. Tapi, karena ia berzina dengan istri salah seorang perwiranya, Iskandar Muda sendiri yang memutuskan agar anaknya ini dirajam sampai mati sesuai dengan hukum Islam yang berlaku di Aceh. Jadilah, ia tidak memiliki putra mahkota.

Untuk menjamin kepemimpinan Aceh terus berjalan, ia menunjuk menantunya yang menikah dengan anak perempuannya Safiatuddin untuk meneruskan takhtanya. Menantunya inilah yang kemudian dikenal sebagai Iskandar Sani. Ia sebelumnya dikenal dengan sebutan Sultan Bungsu. Iskandar Sani naik takhta di usia 25 tahun pada 1636. Sayang, usianya tidak panjang. Ia meninggal dalam usia 30 tahun dan meninggalkan istri tanpa anak, Safia tuddin. Aceh menjadi sedikit kacau de ngan mangkatnya Iskandar Sani. Dalam situasi seperti itu, para ulama, tokoh, dan pemuka kerajaan saat itu harus mengambil keputusan siapa yang harus menggantikan Iskandar Sani.

18 Mar 2014

Imam Syatibi: Syariah, Untuk Kemaslahatan Manusia

Oleh Bahrul Ulum

Ulama satu ini dikenal sebagai Syaikhul Maqasid. Gelar ini tidak lepas dari perannya yang berhasil menggabungkan teori ushul fiqh dengan maqasid syariahPenggabungan ini merupakan sebuah jalan keluar bagi ushul fiqh sehingga tidak terkungkung oleh teks semata, dan menjadikan produk fiqih lebih kapabel dan tidak mengabaikan kemaslahatan manusia. Proyek maqasid syariah yang dilakukan Syatibi dalam kitabnya al-Muwafaqat fi ushul as-Syariah juga menjadi jembatan yang menghubungkan antara ushul fiqh mutakalimin dan ushul fiqh fuqaha.

Kitab ini adalah kitab paling monumental diantara karya-karya Imam Syathibi lainnya. Kitab yang terdiri dari 4 juz yang awalnya berjudul al-Ta’rif bi Asrar al-Taklif ini berisi sebuah metodologi mutakhir dalam memahami syariah. Dalam kitab ini, Imam Syatibi membahas konsep maqasid syariah secara sistematis dan mendetail. Ia menjelaskan bahwa syariah diturunkan kepada manusia semata-mata untuk kesejahteraan mereka. Ia berisi kaidah-kaidah umum tentang kehidupan manusia, peraturan dan batas-batas yang semua manusia wajib mentaatinya dan melaksanakannya agar kehidupan mereka teratur, tertib dan aman. Orang yang menjalankan syariah Islam adalah orang yang paling bebas dan paling tenang, karena seluruh ajarannya, baik yang kecil maupun yang besar mengandung maslahah bagi manusia itu sendiri, walau dia tidak menyadarinya. Sebaliknya, yang keluar dan tidak mentaati aturan–aturan di dalamnya, akan terikat dan terbeleggu dengan nafsunya, yang walau kelihatannya enak dan menyenangkan tetapi pada hakekatnya adalah kerugian dan madharat. Kitab ini oleh para ahli ilmu diakui sebagai karya ilmiah dalam bidang ushul fiqh yang berisi tentang reformasi ilmiah syariah secara menyeluruh. Ia tidak hanya menjelaskan dasar- dasar ilmu ushul fiqh dengan metodologi baru yang berlandaskan penelitian penuh (istiqra’) dari sumber utama syariah yaitu al-Qur'an dan Sunnah, tapi juga menjelaskan dasar-dasar utama untuk memahami syariah secara menyeluruh.

1 Feb 2014

Sejarah Hitam Perpecahan Umat 2

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql
Bagian Terakahir dari Dua Tulisan [2/2]

AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU
[Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya]

TOKOH-TOKOH AHLI BID'AH
Setelah berbicara tentang sejarah perpecahan umat, ada baiknya kita lanjutkan pembicaraan tentang asal usul bid'ah. Guna mengetahui tokoh-tokoh pencetus kelompok-kelompok sesat yang merupakan biang perpecahan. Yaitu oknum-oknum yang mengusung bid'ah tersebut hingga menjadi pemimpin-pemimpin sesat sampai hari Kiamat. Hingga sepeninggal mereka, terbuka lebarlah pintu perpecahan, semakin bertambahlah orang-orang yang menyesatkan. Di antara oknum-oknum tersebut ialah.

[1] Pelopor perpecahan : Ibnu Sauda' Abdullah bin Saba' Al-Yahudi, seorang Yahudi yang mengaku-ngaku beragama Islam. berikut pengikut dan konco-konconya. Ide kotornya pertama kali muncul sekitar tahun 34H. Ibnu Sauda' ini memadukan antara bid'ah Khawarij dan Syi'ah.

[2] Setelah itu Ma'bad Al-Juhani (meninggal dunia tahun 80H) meluncurkan pemikiran bid'ah seputar masalah takdir sekitar tahun 64H. Ia menggugat ilmu Allah dan takdirNya. Ia mempromosikan pemikiran sesat itu terang-terangan sehingga banyak meninggalkan ekses. Disamping orang-orang yang mengikutinya juga banyak. Namun bid'ahnya ini mendapat penentangan yang sangat keras dari kaum Salaf, termasuk di dalamnya para sahabat yang masih hidup ketika itu, seperti Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.

Sejarah Hitam Perpecahan Umat 1

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql
Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]

AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU [Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya]

Banyak sekali faidah yang dapat dipetik dari pembicaraan seputar sejarah perpecahan umat. Berbagai peristiwa yang terjadi di awal Islam tersebut sarat dengan ibrah (pelajaran). Tentunya kami tidak mampu menyuguhkan sejarah perpecahan itu secara terperinci, akan tetapi ada beberapa point yang dapat kita jadikan pelajaran. Sembari meluruskan beberapa persepsi keliru sebagian orang sekitar masalah tersebut dewasa in.

Pertama.
Sumbu perpecahan yang pertama kali muncul hanyalah berupa i'tiqad dan pemikiran yang tidak begitu didengar dan diperhatikan. Yang pertama kali di dengar oleh kaum muslimin dan para sahabat adalah aqidah Saba'iyah yang merupakan cikal bakal aqidah Syi'ah dan Khawarij. Itulah benih awal perpecahan yang ditaburkan di tengah-tengah kaum muslimin. Aqidah ini disebarkan oleh penganutnya secara terselubung nyaris tanpa suara. Orang pertama yang memunculkan juga asing, nama dan identitasnya tidak jelas. Orang menyebutnya Ibnu Sauda' Abdullah bin Saba'. Ia mengacaukan barisan kaum muslimin dengan aqidah sesat itu. Sehingga aqidah tersebut diyakini kebenarannya oleh sejumlah kaum munafikin, oknum-oknum yang merancang makar jahat terhadap Islam, orang-orang jahil dan pemuda-pemuda ingusan. Begitu pula sekelompok barisan sakit hati yang negeri, agama dan kerajaan mereka telah ditundukkan oleh kaum muslimin, yaitu orang-orang yang baru memeluk Islam dari kalangan bangsa Parsi dan Arab Badui. Mereka membenarkan hasutan-hasutan Ibnu Saba', membuat makar tersembunyi atas kaum muslimin, hingga muncullah cikal bakal Syi'ah dan Khawarij dari mereka.

Hal ini ditinjau dari sudut pandang aqidah dan keyakinan sesat yang pertama kali muncul yang menyelisihi asas Islam dan Sunnah.

Adapun kelompok sempalan yang pertama kali muncul yang memisahkan diri dari imam kaum muslimin adalah kelompok Khawarij. Benih-benih Khawarij ini sebenarnya berasal dari aqidah Saba'iyah. Banyak orang yang mengira keduanya berbeda, padahal sebenarnya cikal bakal Khawarij berasal dari pemikiran kotor Saba'iyah. Perlu diketahui bahwa Saba'iyah ini terpecah menjadi dua kelompok utama : Khawarij dan Syi'ah.

PERSATUAN AQIDAH DAN MANHAJ YANG BERBEDA: BISAKAH?


Ditanyakan kepada Fadhilatusy Syaikh Shalih Fauzan Abdullah Al-Fauzan:

APAKAH MUNGKIN PERSATUAN ITU (AKAN TERWUJUD) BERSAMAAN DENGAN BERBEDA-BEDANYA MANHAJ DAN AKIDAH?

Jawab beliau (Syaikh Shalih Al-Fauzan):

Persatuan tidak akan terwujud bersamaan dengan (adanya berbagai kelompok) yang memiliki bermacam-macam manhaj dan akidah, sebaik-baik bukti akan hal itu adalah: Keadaan bangsa Arab sebelum diutusnya Rasul shalallahu 'alaihi wasallam, di mana mereka saat itu berpecah-belah dan saling bertengkar, maka setelah mereka masuk Islam dan berada di bawah bendera tauhid, akidah dan manhajnya menjadi, maka bersatulah mereka, dan berdiri tegaklah daulahnya.

Sungguh Allah Ta'ala mengingatkan tentang hal itu dengan firman-Nya: 
"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (Ali Imran: 103)

Dan Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya shalallahu 'alaihi wasallam:
"Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak bisa mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah akan mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-anfal: 63)

31 Jan 2014

Mampukah Kita Bersyukur ?


Diantara sifat orang beriman adalah ketika mendapat berbagai kenikmatan, dia bersyukur kepada Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut yaitu Allah. Dia ucapkan: "Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah" dan ucapan yang sejenisnya. 

Memang arti syukur sendiri adalah memuji kepada Dzat yang telah memberikan berbagai kenikmatan dan kebaikan. Tapi cukupkah dengan hanya memuji melalui lisan semata? 

Sebenarnya tidak cukup hanya dengan itu, karena betapa banyaknya orang yang memuji Allah dengan lisan-lisan mereka ketika mendapatkan nikmat tetapi bersamaan dengan itu tetap bergelimang dalam kemaksiatan. 

Akan tetapi syukur itu mempunyai rukun-rukunnya yaitu tiga rukun. Dimana syukurnya seorang hamba berporos pada tiga rukun tersebut –yang tidak akan dinamakan syukur kecuali dengan terkumpul ketiga-tiganya- yaitu: pertama: mengakui nikmat tersebut dengan batin (di dalam hati); kedua: membicarakannya secara zhahir (yaitu lisan kita memuji Dzat yang telah memberikan nikmat dan menyebut-nyebut nikmat tersebut); dan ketiga: meminta bantuan dengan nikmat tersebut didalam melaksanakan ketaatan kepada Allah (artinya menggunakan nikmat tersebut untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah). 

SIAPA YANG HARUS DICINTAI

Manusia dalam loyalitas dan perlepasan diri terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, orang yang dicintai dengan kecintaan yang murni dan tidak dicampuri dengan permusuhan, mereka itulah orang-orang beriman yang ikhlas, yang terdiri dari para nabi, shiddiqin (orang-orang yang selalu membenarkan), para syuhada' (orang-orang yang mati dalam peperangan/mati syahid), dan orang-orang yang shalih, yang berada di barisan paling depan di antara mereka adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka kecintaan kepada beliau haruslah lebih besar dibanding dengan kecintaan kepada diri sendiri, anak, orang tua dan seluruh manusia, kemudian (kecintaan setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam) kepada isteri-isteri beliau Ummahatul Mukminin, Ahli Baitnya (keluarganya) yang baik, Sahabat-sahabat beliau yang mulia, khususnya para Khulafaur Rasyidin, sepuluh orang Sahabat (yang dijanjikan bagi mereka jannah), kaum Muhajirin, kaum Anshar, Ahli Badar, Ahlu Baitur Ridwan (yang ikut Bai'at Ridwan), kemudian seluruh sahabat, para Tabi'in, dan yang hidup pada masa yang diutamakan oleh Allah dan para Salaf yang shalih serta imamnya seperti empat orang imam madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad Rahimahullah).

Allah Ta'ala berfirman: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo'a: Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (Al-Hasyr: 10)

15 Jan 2014

Kedzaliman itu Sementara Saja


Di sepertiga malam yang terakhir, dikala kami masih asyik dengan mimpi-mimpi, teman saya bangun. Ia mengambil wudhu, kemudian berdiri tegak menghadap Yang Maha Rahman. Lama ia berdiri dan tidak juga ruku atau sujud. Tiba-tiba ia salam. Saya jadi terheran-heran. Shalat mayit kah ia? Atau shalat ghaib? Tapi untuk siapa?

Esok paginya, ia bercerita. Bahwa ia memang telah shalat mayit tadi malam. Khusus ditujukan pada sang majikan. Agar cepat-cepat mati saja. Sebab manusia semacam itu sudah tidak layak lagi hidup bersama mahluk yang bernama manusia. Tuturnya pada saya.

Sedang teman saya yang satu lagi sibuk dengan pekerjaan lain. Setiap petang, ketika majikannya sudah masuk ke rumah, ia cepat-cepat ke tempat jemuran pakaian. Siapa tahu ada celana dalam atau pakaian lain milik majikannya, yang tertinggal di sana. Ia akan mengambilnya. Kemudian ia akan beri mantra-mantra yang katanya dari seorang dukun santet. Biar majikannya lebih punya kasih sayang terhadap pekerjanya.

Kemudian teman saya yang lain juga tidak kalah usahanya dalam menaklukan bos-nya. Ia sedang minta informasi pada teman-temannya yang kerja di bangunan luntuk mencarikan telur ayam kampung yang masih segar. Ia akan menuliskan di seluruh bulatan telur itu dengan tulisan arab gundul, alias tanpa kharakat. Intinya sama, agar si majikan jangan terus menerus berwatak seperti singa kelaparan.

6 Jan 2014

Sudah Sedemikian Keraskah Hati Ini?


Di dalam perjalanan menuju kantor, saya terlelap menikmati sejuknya udara dalam bis. Tak terasa hingga kondektur bis membangunkanku untuk menagih ongkos, dengan mataku yang masih merejap kuulurkan sejumlah uang untuk membayar ongkos bis. Dan … samar mataku menangkap sosok seorang ibu setengah baya berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Tapi, rasa kantuk dan lelah ku mengalahkan niat baik untuk memberikan tempat duduk untuk ibu tersebut. 

Turun dari bis, baru lah sisi baik hati ini bergumam, “Andai saya berikan tempat duduk kepada ibu tadi, mungkin pagi hari ini keberkahan bisa kuraih”. “Siapa tahu ridha Allah untuk ku di hari ini dari doa dan terima kasih ibu itu jika saja kuberikan tempat dudukku…” Ah, kenapa baru kemudian diri ini menyesal? 

Semalam dalam perjalanan pulang dengan kereta api, duduk di hadapan saya seorang bapak berusia 40-an. Lewat seorang penjual air minum kemasan, dan ia segera menyetopnya untuk membeli. Tangan kirinya memegang segelas air minum kemasan sementara tangan satunya merogoh-rogoh kantongnya. Sesaat ia memperhatikan beberapa keping yang ia mampu raih dari bagian terdalam kantongnya, ternyata … ia mengembalikan segelas air minum kemasan yang sudah digenggamnya kepada penjual air sambil menahan rasa hausnya. 

4 Jan 2014

Andai Surga Dan Neraka Tidak Ada


KotaSantri.com - Aku masih duduk di sajadahku ketika orang-orang telah meninggalkan masjid ini, pun ketika beberapa lampu mulai dimatikan. Ku tatap beberapa ayat Al-Qur'an yang tertulis rapi menghias ruang dalam masjid. Ada getaran halus dihatiku yang entah darimana asalnya tiap kali aku menatap lingkaran kecil di dinding yang bertuliskan 'Allah'. Aku duduk bersimpuh, kutatap nama-Nya dan aku mulai merenungi diriku.

Tentang apa yang kuperbuat, apa yang kukatakan, tentang apa yang kupikirkan, dan tentang apa yang kurasakan. Tak dapat lagi kutahan derai air mata yang mulai merembes dipipiku, aku sendiri bingung kenapa?? Yang kutahu saat ini aku hanya ingin menangis, menangis dan terus menangis. 

Aku mulai merasakan betapa hinanya aku di hadapanNya, aku yang masih memiliki berjuta kesombongan, yang masih riya' di hadapan manusia, yang masih mendustakan nikmatNya dan entah apa lagi yang kupikirkan. Aku benar-benar hina dihadapanNya. 

Aku mulai bertanya pada diriku sendiri, mengapa aku kemari? Mengapa aku bersujud padaNya? Mengapa aku meninggalkan laranganNya? Dan mengapa aku berusaha untuk melakukan perintahNya? Adakah karena aku mencintai Nya? Atau karena yang lainnya??? 

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...