11 Apr 2012

Gubernur Bengkulu Diesksekusi ke LP Cipinang


VIVAnews - Gubernur nonaktif Bengkulu, Agusrin M Najamudin, akhirnya tiba di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, sekitar pukul 17.25 WIB, Selasa 10 April 2012. Agusrin tiba didampingi pengacaranya yang juga mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. 

Pantauan VIVAnews, Agusrin turun dari mobil Volvo dengan nomor polisi B 1645 ES bersama Yusril dan artis senior Anwar Fuadi. Agusrin tiba disambut para simpatisannya yang menggunakan baju berwarna hitam-hitam. Agusrin yang mengenakan baju putih itu diterima Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Endang Sudirman. Tidak banyak pernyataan yang disampaikan gubernur yang juga politisi Demokrat itu. 

7 Apr 2012

Kejagung Pantau Pencarian Gubernur Bengkulu Nonaktif


JAKARTA--MICOM: Kejaksaan Agung (Kejagung) memantau proses pencarian Gubernur Bengkulu nonaktif Agusrin M. Najamuddin oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Pasalnya, Agusrin sudah tidak memenuhi dua kali panggilan Kejati Bengkulu untuk dieksekusi. 

Melalui Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Adi Togarisman ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (7/4), jika Agusrin tidak ada di tempat setelah dilayangkan dua kali surat pemanggilan, tentunya akan dicari. 

4 Apr 2012

Eksekusi Agusrin Berpotensi Ricuh


Kapolres: Kami Siap Mengamankan


RBI, BENGKULU - Potensi kericuhan bisa terjadi jika pelaksanaan eksekusi Agusrin Maryono Najamudin, ST dilaksanakan di Bengkulu. Hal itu diisyaratkan langsung oleh kordinator aksi Aurego Jaya saat dihubungi via ponsel.

"Jika pelaksanaan eksekusi tetap dilaksanakan di Bengkulu, maka saya pastikan akan banyak masyarakat yang pro dengan Pak Agusrin turun ke jalan melakukan aksi. Jika tetap di Bengkulu maka kami pun khawatir terjadi gejolak, karena keluarga dan simpatisan sudah mulai habis kesabaran dengan penzaliman yang berkepanjangan," terang Aurego.

Tak Mau Dipenjara, Agusrin Jadi Santri


Massa Agusrin Desak Kejati Eksekusi di Jakarta 

RBI, BENGKULU – Mendapati kenyataan bahwa akan menjalani hari-hari selama empat tahun dalam penjara, diduga membuat H.Agusrin Maryono Najamudin, ST menjadi galau. Pasalnya saat ini Gubernur Bengkulu Nonaktif tersebut sedang berada di salah satu pondok pesantren di Jawa Barat. Bukan tanpa sebab, Agusrin dipesantren tersebut guna menenangkan dirinya.

31 Mar 2012

Gub Agusrin dan Anak Buah Kumpul 1 Penjara

RBI, JAKARTA 
Gubernur Bengkulu (nonaktif) H.Agusrin Najamuddin, ST bisa berkumpul di penjara bersama anak buahnya. Sebab, meski proses persidangannya berlangsung di Jakarta, Kejaksaan Agung memastikan takkan memenjarakan di Jakarta pula. 

Dalam menjalani hukuman selama empat tahun penjara, Agusrin menjadi warga binaan di tanah kelahirannya Bengkulu. Dengan demikian Agusrin akan dipenjara dan bisa berkumpul bersama para anak buahnya. Mulai dari Kadishubkominfo, Ir Ali Berti, MM, Kepala BNP, Drs Syamsu Ridwan, Kadis PU Provinsi, Ir.Zulkarnain Muin, dan Ir Mukhlis Ibrahim (kini masih ditangguhkan penahannya). Untungnya Drs H Chairuddin mantan Kadispendaprov sudah bebas. 

30 Mar 2012

KPK Tetapkan Kepala Dinas PU Seluma Tersangka


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Seluma, Bengkulu, Erwin Panama. Dia diduga turut serta menyuap 27 anggota DPRD Kabupaten Seluma periode 2009-2014. Demikian yang disampaikan Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (27/3/2012).

"KPK telah meningkatkan status EP (Kepala Dinas PU Seluma) sebagai tersangka," kata Johan. Menurutnya, Erwin dianggap melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUH-Pidana.

28 Mar 2012

BEM, PMII dan Kadis Orasi Tolak BBM Naik

Radar Bengkulu

Aksi Terpisah

RBI, BENGKULU – Gelombang aksi unjuk rasa menentang rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali di Provinsi Bengkulu. Kemarin (Selasa, 27/3) mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fisip Unib dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAIN Bengkulu melakukan aksi di dua lokasi berbeda. Massa mahasiswa BEM Fisip Unib menggelar aksi di depan gedung DPRD Provinsi. Sedangkan PMII di jalan raya Hibrida Ujung atau tepatnya di depan Sekretariat PMII. Walau di tempat berbeda, isu yang diusung mahasiswa ini sama. Yakni tolak kenaikan BBM.

Featured Post

Jangan Tertipu oleh Banyakanya Amal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amalan sholeh dan menahan diri dari perbuatan dosa. Se...